JAKARTA, Mediakarya– Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar pelatihan intensif bagi Karang Taruna Kabupaten Kepulauan Seribu di Ruang Pola, Kantor Kelurahan Pulau Tidung, pada 4–5 Agustus 2026.
Acara dibuka secara resmi oleh Ketua Karang Taruna Kabupaten Kepulauan Seribu, Rojiun Hamid, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif UNJ memilih Kepulauan Seribu sebagai lokasi pengabdian. Ia menekankan pentingnya peran pemuda dalam menggerakkan literasi di tengah keterbatasan akses informasi yang dihadapi masyarakat kepulauan.
Selanjutnya, Lurah Pulau Tidung, H. Saudin, S.IP. , selaku tuan rumah, memberikan sambutan hangat dan menyatakan dukungan penuh terhadap program ini. Beliau berharap pelatihan ini dapat menjadi momentum kebangkitan literasi digital di Kepulauan Seribu serta memperkuat sinergi antara pemerintah kelurahan, Karang Taruna, dan perguruan tinggi.
Sebelum pelaksanaan acara puncak, Tim UNJ terlebih dahulu berkoordinasi dengan Sekretaris Lurah Pulau Tidung untuk membahas teknis kegiatan dan pemakaian ruangan, sehingga pelaksanaan pelatihan berjalan lancar dan tertib. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat bertajuk “Penguatan Peran Karang Taruna sebagai Agen Literasi Informasi melalui Pendampingan Akses Perpustakaan Digital bagi Masyarakat Kepulauan Seribu.”
Pelatihan diikuti oleh perwakilan Karang Taruna dari sembilan kelurahan se-Kabupaten Kepulauan Seribu yang telah dipilih sebagai kandidat agen literasi.
Ketua Tim Pengabdian, Riyan Sanjaya, M.Hum., dosen Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi UNJ, mengatakan bahwa pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan tiga kompetensi utama.
“Pertama, penguatan peran Karang Taruna sebagai fasilitator literasi yang mampu mendampingi masyarakat mengakses informasi. Kedua, pemetaan potensi literasi berbasis kekhasan masing-masing pulau—misalnya konten pariwisata bahari untuk Pulau Tidung dan Pulau Pramuka, atau informasi budidaya perikanan dan kelautan untuk pulau-pulau lainnya. Ketiga, pengenalan dan praktik penggunaan berbagai platform perpustakaan digital yang telah tersedia secara gratis, termasuk BintangPusnas dari Perpustakaan Nasional RI yang mendukung program Merdeka Belajar,” ujarnya.
Materi yang ketiga ini disampaikan oleh Maydi Aula Riski, S.IP., M.A. Sepanjang pelatihan, para peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Banyak di antara mereka yang menyampaikan keinginan agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan di pulau masing-masing dengan pendekatan yang disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan spesifik wilayah mereka, seperti pariwisata, perikanan, atau budidaya laut.
Hal ini menunjukkan bahwa program ini tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga membangkitkan kesadaran akan pentingnya literasi informasi yang kontekstual dan berkelanjutan.
Menanggapi antusiasme tersebut, Dimas Kurnia Robby, M.Pd selaku Ketua Program Studi menyatakan bahwa tim UNJ berkomitmen untuk melakukan pendampingan dan monitoring secara berkala pasca-pelatihan guna memastikan program berjalan sesuai rencana aksi yang telah disusun.
“Selain itu, tim juga akan menyusun dokumen rekomendasi kebijakan untuk Pemerintah Daerah Kepulauan Seribu dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta sebagai upaya penguatan program literasi digital yang lebih luas dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Program ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 4 (Pendidikan Berkualitas) dan poin 10 (Berkurangnya Kesenjangan), serta mendukung Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi dalam peningkatan peran serta masyarakat di bidang literasi dan pendidikan.
Tentang Tim Pengabdian:
Tim diketuai oleh Riyan Sanjaya, M.Hum. , dengan anggota Dimas Kurnia Robby, M.Pd. , Maydi Aula Riski, S.IP., M.A. , Vion Age Tricahyo, M.T.I. , dan Drs. Firmansyah, M.Pd. , serta dua mahasiswa Program Studi Perpustakaan dan Sains Informasi UNJ, Muhammad Sidiq Al Kamil dan Niswatil Khairiah. (dri)











