Cakada dari Golkar Kota Bekasi Tak Bertaji, Pasangan UU – Nurul Dituding Tak Serius Ikut Pilkada

- Editor

Jumat, 22 November 2024 - 07:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tarsono Iday selaku kader BMK Kota Bekasi

Tarsono Iday selaku kader BMK Kota Bekasi

KOTA BEKASI, Mediakarya – Pasangan calon Wali Kota dan calon Wakil Wali Kota Bekasi dari Partai Golkar dan NasDem UU Saeful Miqdar – Nurul Sumarheni dituding tidak serius dalam mengikuti kontestasi pemilihan kepala daerah.

Protes keras dinyatakan oleh Barisan Muda Kosgoro (BMK) Kota Bekasi yang merupakan sayap organisasi Partai Golkar terkait dengan kesiapan Paslon nomor urut 2 di Pilkada Kota Bekasi tersebut.

Tarsono Iday selaku kader BMK Kota Bekasi mengungkap bahwa selama ini Partai Golkar yang dianggap punya taji dalam tiap kontestasi Pilkada, malah terlihat melempem ketika mencalonkan Uu-Nurul.

“Pengalaman Pilkada Partai Golkar yang selama ini punya catatan baik tak terlihat pada Pilkada 2024 ini, kita bisa lihat rival lain masif sekali pergerakannya, baik soal kampanye dan sosialisasi ke masyarakat,” kata Iday.

Baca Juga:  Kasus Penderita ISPA Menurun di Kota Bekasi

Iday merasa prihatin dengan kondisi kader Golkar menjelang pencoblosan dan selaku kader Golkar mengaku seperti di-prank oleh pasangan calon yang diusung oleh partainya.

“Menjelang pencoblosan tidak ada tanda keseriusan dari calon kepala daerah yang kita usung, kita tidak melihat sama sekali persiapan-persiapan saksi sampai jadwal kampanye akbar yang tidak terjadwal dengan baik,”tambahnya.

Dirinya juga mempertanyakan kondisi seperti ini tidak mendapat perhatian Partai Golkar baik dari tingkat Pusat, Provinsi dan Golkar Kota Bekasi itu sendiri.

“Dengan kondisi seperti ini siapa yg harus dipersalahkan? DPP, DPD Jabar atau DPD Golkar Kota Bekasi itu sendiri?,”

“Slogan khas Golkar yakni Menang-Menang-Menang tidak lagi terdengar, jadi pada akhirnya kami pun menganggap wajar jika para kader kehilangan kepercayaan dan akhirnya memilih mendukung paslon lain,” imbuhnya.**

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Korps Alumni KNPI Jaktim Ajak Elemen Bangsa Lawan Oligarki
Dari Pemkot Hingga RSUD: Mengapa Pejabat Bekasi Kompak Bungkam Saat Diminta Transparansi?
Sindir Menteri Saling Bertentangan, Guntur Romli: Kabinet Paling Gemuk Tapi Tak Punya Grup WA?
Dua Wajah Kepemimpinan Daerah: Pramono Anung Merajut Kerja, Dedi Mulyadi Membangun Citra
Fenomena Fatsun Ganda, Sejumlah Anggota DPRD Golkar Brebes Diduga Lebih Tunduk ke Bupati Ketimbang Partai
PT NSHE Bangun Jembatan Arboreal Jaga Habitat Satwa Batang Toru
Di Balik Seruan “Patungan Beli Kembali Indonesia” Antara Stabilitas Ekonomi dan Ancaman Kedaulatan
Direktur Program PKSD UI Sentil Dirut RSUD CAM Bekasi: Berhenti Berlagak Pemilik Saham Tunggal

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:59 WIB

Korps Alumni KNPI Jaktim Ajak Elemen Bangsa Lawan Oligarki

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:36 WIB

Dari Pemkot Hingga RSUD: Mengapa Pejabat Bekasi Kompak Bungkam Saat Diminta Transparansi?

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Sindir Menteri Saling Bertentangan, Guntur Romli: Kabinet Paling Gemuk Tapi Tak Punya Grup WA?

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:30 WIB

Dua Wajah Kepemimpinan Daerah: Pramono Anung Merajut Kerja, Dedi Mulyadi Membangun Citra

Minggu, 25 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Fenomena Fatsun Ganda, Sejumlah Anggota DPRD Golkar Brebes Diduga Lebih Tunduk ke Bupati Ketimbang Partai

Berita Terbaru