Anak Berprestasi dari Keluarga Pemulung Gagal Lolos Masuk SMPN 27 Bekasi, AMPP Ancam Demo

- Editor

Kamis, 3 Juli 2025 - 15:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA BEKASI, Mediakarya – Aliansi Masyarakat Peduli Pendidikan (AMPP) mengancam akan menggelar aksi damai besar-besaran setelah Keimita Ayuni Putri Aiman, siswi berprestasi dari keluarga pemulung di SDN Sumur Batu 1, gagal lolos Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMPN 27 Kota Bekasi. Kegagalan anak pemulung yang memiliki prestasi akademik cemerlang ini memicu kekecewaan komunitas tersebut karena Pemerintah Kota Bekasi dalam hal ini Dinas Pendidikan Kota Bekasi tidak memberikan perhatian serius.

Mandra Putra, aktivis dari Aliansi Masyarakat Peduli Pendidikan, mengungkapkan keprihatinannya terhadap sistem seleksi yang dinilai belum sepenuhnya berpihak pada siswa berprestasi dari keluarga ekonomi lemah.

“Sangat disayangkan ketika anak berprestasi seperti Keimita tidak mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan di sekolah negeri yang seharusnya menjadi hak mereka,” ujar Mandra, Kamis (3/7/2025).

Selain Keimita, dia juga mengungkapkan bahwa masih ada satu siswi lagi dari SDN Sumur Batu 1 yang nasibnya masih menggantung.

“Ada satu lagi yaitu Siti Aisyah, putri dari keluarga pemulung yang saat ini masih dalam proses SPMB dan menunggu pengumuman hasil seleksi. Kami akan terus mengawal proses seleksi Siti Aisyah agar namanya tidak tersingkir dari daftar penerima. Anak-anak dari keluarga pemulung ini justru harus mendapat prioritas,” tegas Mandra.

Dia menilai bahwa keluarga pemulung merupakan pahlawan pengurangan sampah dengan kondisi ekonomi lemah. “Seharusnya mereka mendapat prioritas dan perhatian pendidikan gratis dari pemerintah,” jelasnya.

Baca Juga:  Pembangunan Merata, Ade Yasin Dinilai Layak Kembali Maju pada Pilkada Mendatang

Mandra juga menekankan pentingnya anak-anak dari keluarga ekonomi lemah untuk bersekolah di sekolah negeri. “Sebenarnya harus di sekolah negeri, kalau swasta, semakin berat beban ekonomi mereka,” katanya.

Karena itu, dia berharap pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan Kota Bekasi, dapat meninjau kembali sistem seleksi yang ada agar lebih berpihak pada siswa berprestasi dari keluarga ekonomi lemah, terlebih lagi anak dari keluarga pemulung yang telah berjasa mengurangi sampah. “Kami akan terus memperjuangkan hak anak-anak ini agar terjadi berubahan kepada pemulung ke depannya,” tegas Mandra.

Jika pemerintah tidak memberikan perhatian serius terhadap permasalahan ini, Mandra mengancam akan menggelar aksi damai besar-besaran. Aksi tersebut akan melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk orang tua siswa, aktivis pendidikan, dan komunitas peduli anak.

“Kalau memang pemerintah tidak ada itikad baik untuk memperhatikan nasib anak-anak ini, kami akan turun ke jalan. Aksi damai besar-besaran akan kami lakukan untuk menuntut keadilan dalam pendidikan,” ancam Mandra dengan nada tegas.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak SMPN 27 Kota Bekasi dan Dinas Pendidikan Kota Bekasi belum memberikan tanggapan resmi terkait kasus ini. (Supri)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Di Balik Laba Rp45 Triliun Pertamina Hulu Energi, BPK Ungkap Pinjaman untuk Dividen dan Tantiem yang Berbuah Beban Bunga Rp1,56 Triliun
Etos Indonesia Ingatkan KPK Agar Tak Terjebak Penggiringan Opini dan Politisasi Hukum
Bawa Nama Presiden Prabowo dalam Perkara Pidana, Hotman Paris Diminta Jaga Etika Profesi
JUP Lakukan Perbaikan IPA Hutan Kota, PAM JAYA Berikan Bantuan Air melalui Emergency Mobil Tangki Selama Periode Gangguan
Benyamin Davnie Raih Pemred Award 2026, FPRMI Apresiasi Komitmen Komunikasi Publik Tangsel
Bank Jakarta Resmikan New Look Branch KCP Kebayoran Park, Hadirkan Wajah Baru yang Lebih Modern
Sekjen FPRMI: Literasi Jurnalistik Harus Diperkuat agar Masyarakat Tak Mudah Percaya Hoaks
67 Tokoh Nasional Raih Pimred Award dan Pena Emas 2026 dari FPRMI, Simak Daftar Lengkapnya

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 17:08 WIB

Di Balik Laba Rp45 Triliun Pertamina Hulu Energi, BPK Ungkap Pinjaman untuk Dividen dan Tantiem yang Berbuah Beban Bunga Rp1,56 Triliun

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:42 WIB

Etos Indonesia Ingatkan KPK Agar Tak Terjebak Penggiringan Opini dan Politisasi Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 - 06:59 WIB

Bawa Nama Presiden Prabowo dalam Perkara Pidana, Hotman Paris Diminta Jaga Etika Profesi

Senin, 20 Juli 2026 - 22:05 WIB

JUP Lakukan Perbaikan IPA Hutan Kota, PAM JAYA Berikan Bantuan Air melalui Emergency Mobil Tangki Selama Periode Gangguan

Senin, 20 Juli 2026 - 17:39 WIB

Benyamin Davnie Raih Pemred Award 2026, FPRMI Apresiasi Komitmen Komunikasi Publik Tangsel

Berita Terbaru

Ilustrasi

Daerah

Begal Bawa Kabur Motor Pelajar Di Bekasi

Rabu, 22 Jul 2026 - 09:58 WIB