GMNI Sukabumi Raya Siap Sukseskan Kongres XXII di Bandung, Bersatu Lawan Penjajahan Gaya Baru

- Editor

Senin, 14 Juli 2025 - 11:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUKABUMI, Mediakarya – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) kembali menyalakan api perjuangan dalam Kongres Kedaulatan Bangsa XXII yang digelar di Bandung, kota kelahiran ideologi Marhaenisme. Kongres kali ini mengusung tema “Bersatu, Lawan Penjajahan Gaya Baru”, sebagai panggilan ideologis bagi seluruh kader untuk memperkuat barisan dan melawan berbagai bentuk penindasan yang membelenggu bangsa.

Wakil Ketua Bidang Organisasi DPC GMNI Sukabumi Raya, Sultan Akbar, menegaskan bahwa perjuangan GMNI belum selesai. Marhaenisme, yang digali Bung Karno dari realitas kaum tertindas di tanah Pasundan, menurutnya bukan sekadar warisan sejarah, melainkan ideologi pembebasan yang tetap relevan dalam menghadapi dominasi kapitalisme global, korporatisasi sumber daya alam, dan kooptasi kekuasaan oleh oligarki. GMNI, katanya, terus berdiri di garda depan untuk membela kaum miskin kota, petani, nelayan, buruh, dan seluruh rakyat marhaen yang terpinggirkan.

Ia menyebut Kongres ini sebagai titik konsolidasi kekuatan progresif nasional. Momentum ini menjadi ajang berkumpulnya ribuan kader dari berbagai daerah untuk menyusun strategi perjuangan ideologis ke depan. Di dalamnya, GMNI menggagas sejumlah langkah nyata untuk menghidupkan kembali semangat revolusioner Marhaenisme di segala lini kehidupan rakyat.

Beberapa program utama yang tengah digalakkan antara lain adalah pengaktifan kembali ruang pendidikan politik rakyat melalui Kelas Marhaen, pendirian Desa Binaan Marhaen yang memfokuskan pada pengembangan koperasi dan pendampingan UMKM berbasis digital, serta penguatan kebudayaan progresif melalui Festival Marhaen, sanggar seni rakyat, dan produksi buku, film dokumenter, hingga jurnal perjuangan.

Baca Juga:  Antara Gus Miftah, Prabowo dan Kewalian Gus Dur

Selain itu, GMNI juga berkomitmen untuk mencetak pemimpin-pemimpin muda yang berideologi kuat dan berpihak pada rakyat melalui Forum Marhaen Muda. Di bidang lingkungan hidup, GMNI mengusung Gerakan Tani Marhaen Hijau, kampanye reforma agraria, dan advokasi terhadap hak-hak masyarakat adat. Dukungan terhadap teknologi pun diarusutamakan dengan pembangunan Platform Digital Marhaen sebagai pusat konsolidasi, propaganda, dan data kader secara nasional.

Sultan menambahkan bahwa di tengah hegemoni informasi, ketimpangan digital, eksploitasi lingkungan, pembusukan nilai kebangsaan, dan kooptasi demokrasi oleh elite dan korporasi, GMNI tetap akan menjadi oposisi ideologis yang berpihak pada rakyat kecil, bukan alat legitimasi kekuasaan.

Menurutnya, Kongres GMNI ke-XXII di Bandung adalah momentum untuk menjaga nyala Marhaenisme tetap menyala. GMNI ke depan harus terus bergerak membawa obor perjuangan, memperjuangkan rakyat tertindas, membangun ekonomi kerakyatan, memajukan kebudayaan nasional, serta melahirkan pemimpin bangsa yang setia pada cita-cita proklamasi.

“Kongres GMNI di Bandung hari ini menjadi penanda tekad kolektif para kader untuk memastikan Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai bangsa yang merdeka, berdaulat, adil, dan makmur,” pungkasnya. (eka)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Ketua Komisi III: RUU Perampasan Aset Harus Seimbangkan Pemulihan Aset dan Hak Konstitusional Warga
Wacana Pansus Hak Angket Ijazah Gibran Bergulir di Senayan
Golkar Dukung Prabowo 2029 Cawapresnya Belakangan
DPR Minta Akses Pendidikan Merata dan Berkualitas Mendukung Penuh Masyarakat
Koalisi Partai Pendukung Pemerintah Sepakat Dukung Batas Parlemen 5 Persen
Berpeluang Jadi PNS, Status Guru PPPK dari Darah akan Ditarik ke Pusat
DPR Dukung Pelarangan Penggunaan Minuman Mengandung Susu dalam Menu MBG
Politisi NasDem: Korban Keracunan MBG Harus Dapat Penanganan Medis Tuntas dan Berkelanjutan

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Ketua Komisi III: RUU Perampasan Aset Harus Seimbangkan Pemulihan Aset dan Hak Konstitusional Warga

Jumat, 9 Oktober 2026 - 23:42 WIB

Wacana Pansus Hak Angket Ijazah Gibran Bergulir di Senayan

Jumat, 9 Oktober 2026 - 23:37 WIB

Golkar Dukung Prabowo 2029 Cawapresnya Belakangan

Rabu, 30 September 2026 - 23:06 WIB

DPR Minta Akses Pendidikan Merata dan Berkualitas Mendukung Penuh Masyarakat

Rabu, 16 September 2026 - 20:56 WIB

Koalisi Partai Pendukung Pemerintah Sepakat Dukung Batas Parlemen 5 Persen

Berita Terbaru

Opini

Gerakan Rakyat Lebih dari Sekadar Partai Politik

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:35 WIB

Mikhail Adam, Peneliti Ekopol di Nusantara Centre (Foto: Ist)

Opini

Ekopol Konstitusi Itu Peta Jalan Kedaulatan Kita

Kamis, 22 Okt 2026 - 12:42 WIB