Home / DKI

Pengamat Publik SGY: Ayo Bantu Gubernur Pramono Menjaga Jakarta, Kampung Kita Bersama

- Editor

Minggu, 31 Agustus 2025 - 18:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya — Gelombang demonstrasi yang terjadi sejak pertengahan Agustus 2025 di Jakarta terus menimbulkan keprihatinan. Aksi yang dipicu oleh video seorang anggota DPR berjoget dalam Sidang Tahunan MPR pada 15 Agustus lalu itu berujung pada kerusakan fasilitas umum, penjarahan, hingga korban jiwa seorang pengemudi ojek online.

Fenomena ini dinilai sebagai puncak dari akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap kinerja DPR. Kritik publik yang awalnya sebatas komentar di ruang maya kemudian menjelma menjadi aksi besar pada 25 Agustus 2025 di depan Gedung DPR/MPR, Senayan, dengan tuntutan pembubaran lembaga legislatif tersebut.

Pengamat kebijakan publik Sugiyanto (SGY) menilai kondisi Jakarta saat ini bagaikan “benang kusut” yang harus segera diurai agar tidak menimbulkan dampak lebih luas. Ia menegaskan bahwa Jakarta adalah rumah bersama yang harus dijaga oleh seluruh warga.

“Jakarta ini kampung kita bersama. Semua masyarakat memiliki kewajiban untuk menjaga, merawat, dan memelihara kedamaian serta kerukunan sosial di ibu kota negara ini,” ujar SGY di Jakarta, Minggu (31/8/2025).

SGY mengingatkan bahwa hak menyampaikan pendapat di muka umum memang dijamin konstitusi, yaitu Pasal 28E ayat (3) UUD 1945 dan UU Nomor 9 Tahun 1998. Namun, hak tersebut harus dijalankan secara bertanggung jawab tanpa melanggar hukum atau merugikan pihak lain.

Baca Juga:  Pj Gubernur DKI Mutasi Pejabat Eselon II, Ini Respon Pengamat

“Demonstrasi yang berujung pada kekerasan, perusakan, dan penjarahan jelas keluar dari koridor hukum serta merugikan masyarakat luas,” tegasnya.

Lebih lanjut, SGY menilai masyarakat Jakarta pada dasarnya adalah orang-orang baik yang tidak menginginkan demonstrasi berakhir anarkis. Menurutnya, kekecewaan seharusnya disalurkan melalui mekanisme konstitusional dan dialog yang sehat, bukan tindakan merusak.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergandeng tangan membantu Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam menjaga stabilitas ibu kota.

“Setiap orang yang tinggal di Jakarta punya tanggung jawab moral dan sosial untuk ikut meredam situasi. Kita harus mengedepankan musyawarah, komunikasi, dan solusi damai. Jangan sampai Jakarta yang menjadi barometer Indonesia justru hancur karena konflik,” katanya.

SGY menutup pernyataannya dengan harapan agar Allah SWT senantiasa melimpahkan kedamaian, keamanan, serta kesejahteraan bagi warga Jakarta.

“Semoga tidak ada lagi demonstrasi yang berujung pada kerugian dan perpecahan, melainkan lahir solusi yang membawa kebaikan bersama,” pungkasnya. (dri)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Sssttt, Anak Haji Lulung Masuk ‘Kandang Banteng’
Kasudin CKTRP Jakarta Timur Minta Pengelola Paham Keandalan Gedung
Munjirin Ingatkan Pemilik Gedung Antisipasi Bahaya Kebakaran
Dari Jakarta ke New York, PAM JAYA Bawa Prestasi Pengelolaan Air ke Forum Global PBB
Legenda Persija Nur’alim Jabrik Apresiasi Turnamen Gatet Cup 2026
Datangkan Eks Persija Jakarta Mulki Hakim ke Pejuang Putra FC, Ketua FKRW Se Kelurahan Sangat Mengapresiasi.
Korps Alumni KNPI Jaktim: Program Pilah Sampah dari Rumah Kolaborasi Jumhur dan Pramono
Menuju Kota Global, Bangunan Gedung yang Ada di Jakarta Semuanya Laik Fungsi

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:32 WIB

Sssttt, Anak Haji Lulung Masuk ‘Kandang Banteng’

Senin, 28 September 2026 - 17:53 WIB

Kasudin CKTRP Jakarta Timur Minta Pengelola Paham Keandalan Gedung

Senin, 28 September 2026 - 10:33 WIB

Munjirin Ingatkan Pemilik Gedung Antisipasi Bahaya Kebakaran

Rabu, 23 September 2026 - 18:53 WIB

Dari Jakarta ke New York, PAM JAYA Bawa Prestasi Pengelolaan Air ke Forum Global PBB

Minggu, 20 September 2026 - 17:13 WIB

Legenda Persija Nur’alim Jabrik Apresiasi Turnamen Gatet Cup 2026

Berita Terbaru

Ilustrasi (Istimewa)

Opini

Agensi Ekonomi Heterodoks di Indonesia

Jumat, 9 Okt 2026 - 18:55 WIB