DNIKS Dorong Anak Disabilitas Tunjukkan Potensi Lewat Gerak Inklusif 2026

- Editor

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 20:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DNIKS meluncurkan Gerak Inklusif 2026 di SPEKIX Jakarta untuk memperluas kesempatan anak dan penyandang disabilitas dalam pendidikan, kesehatan, budaya, serta kewirausahaan.

DNIKS meluncurkan Gerak Inklusif 2026 di SPEKIX Jakarta untuk memperluas kesempatan anak dan penyandang disabilitas dalam pendidikan, kesehatan, budaya, serta kewirausahaan.

JAKARTA Mediakarya — Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) meluncurkan program DNIKS Gerak Inklusif 2026 melalui kegiatan Special Kids Expo (SPEKIX) yang berlangsung pada 10–11 Oktober 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.

Program ini menjadi langkah DNIKS untuk mendorong terciptanya lingkungan yang lebih terbuka bagi anak dan penyandang disabilitas. Melalui serangkaian kegiatan hingga Desember 2026, DNIKS ingin memperluas kesempatan bagi mereka untuk mengembangkan kemampuan, kreativitas, dan kemandirian.

DNIKS Gerak Inklusif 2026 mencakup sejumlah bidang, antara lain kesehatan, pendidikan, budaya dan hiburan, serta ekonomi dan kewirausahaan. Pendekatan lintas sektor tersebut diharapkan dapat memperkuat dukungan terhadap kebutuhan dan potensi penyandang disabilitas.

Ketua Program DNIKS Gerak Inklusif 2026, RA. Loretta Kartikasari, SE., MM., M.IKom., PhD.C, mengatakan masyarakat perlu memahami keberagaman cara individu berpikir, belajar, dan berinteraksi. Pemahaman tersebut penting untuk membangun ruang sosial yang mampu mengakomodasi kebutuhan setiap orang.

Loretta, yang mengidentifikasi dirinya sebagai individu neurodivergen, menjelaskan bahwa neurodiversitas merupakan bagian dari keberagaman manusia. Autisme, ADHD, dan disleksia menjadi beberapa kondisi yang perlu dipahami melalui perspektif yang mengedepankan penerimaan dan dukungan.

Menurut dia, anak tidak seharusnya dinilai semata-mata berdasarkan keterbatasan yang dimiliki. Sebaliknya, minat, bakat, dan kemampuan mereka perlu mendapat perhatian agar dapat berkembang secara optimal.

Baca Juga:  Pemkot Bekasi Diminta Libatkan PPDI Berdayakan Disabilitas

“Kita perlu mengubah cara pandang. Jangan melihat anak hanya dari keterbatasannya, tetapi lihat apa yang dapat ia lakukan, apa yang menjadi minatnya, apa talentanya dan bagaimana lingkungan dapat memberikan dukungan agar potensi tersebut berkembang,” ujar Loretta.

Ia menekankan pentingnya menyediakan kesempatan yang setara bagi anak dan penyandang disabilitas untuk menampilkan kemampuan serta berpartisipasi dalam berbagai kegiatan di masyarakat.

Dukungan terhadap program ini juga disampaikan Ketua Umum DNIKS, Dr. Effendy Choirie, M.Ag., M.H. Ia menegaskan bahwa DNIKS berupaya menjadi mitra bagi organisasi dan komunitas disabilitas dalam memperluas akses pemberdayaan.

“DNIKS harus hadir menjadi mitra bagi organisasi dan komunitas disabilitas. Kita ingin membuka ruang agar potensi penyandang disabilitas dapat berkembang dan menjadi kekuatan untuk membangun kemandirian, baik melalui pendidikan, kesehatan, budaya, ekonomi maupun kewirausahaan,” kata Effendy.

Melalui Gerak Inklusif 2026, DNIKS mendorong keterlibatan berbagai pihak untuk menciptakan kesempatan yang lebih luas bagi penyandang disabilitas. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kesadaran masyarakat, tetapi juga mendukung terwujudnya akses yang setara dalam berbagai aspek kehidupan.

Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat inklusi sosial dengan menempatkan penyandang disabilitas sebagai individu yang memiliki potensi, kemampuan, dan kesempatan untuk berkontribusi di tengah masyarakat. (Hab)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Soal Isu Wapres Diganti Puan Maharani, IPPS: Prabowo Sedang Kelola Krisis Ijazah
Jalin MoU Dengan BRIN, Mensos Inginkan Ada Inovasi Bagi Sekolah Rakyat
Negara Darurat Cognitif Reselience
GNK Minta Kapolri Baru Dukung KPK Usut Tuntas Kasus Kuota Haji dan Dugaan Suap di ATR/BPN
PPI Siap Tempuh Jalur Hukum Terhadap Pihak-pihak yang Fitnah Kapolri Suyudi Ario Seto
Praperadilan PT ACT Marine Transport dan PT ACT Logistik Internasional, Dua Ahli Soroti Dua Alat Bukti dan Keabsahan Penetapan Tersangka
Haidar Alwi: Legacy Listyo Sigit Jadi Fondasi Strategis Akselerasi Kepemimpinan Suyudi Ario Seto
Buntut Temuan Hunian Mewah di Lapas, Kemenimipas Pecat Kalapas Cibinong dan Sanksi 16 Pegawai

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 20:05 WIB

DNIKS Dorong Anak Disabilitas Tunjukkan Potensi Lewat Gerak Inklusif 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Soal Isu Wapres Diganti Puan Maharani, IPPS: Prabowo Sedang Kelola Krisis Ijazah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:30 WIB

Jalin MoU Dengan BRIN, Mensos Inginkan Ada Inovasi Bagi Sekolah Rakyat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:15 WIB

Negara Darurat Cognitif Reselience

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:04 WIB

GNK Minta Kapolri Baru Dukung KPK Usut Tuntas Kasus Kuota Haji dan Dugaan Suap di ATR/BPN

Berita Terbaru

Ilustrasi

Opini

Seandainya Jokowi Itu Messi

Sabtu, 10 Okt 2026 - 09:07 WIB