Warga Bekasi Utara Berhasil Budidayakan Strawberi di Lahan Panas

- Editor

Selasa, 12 Oktober 2021 - 22:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Say Monangedeon, menunjukan buah strawberi yang berhasil dibudidayakan dengan sistem organik

Say Monangedeon, menunjukan buah strawberi yang berhasil dibudidayakan dengan sistem organik

KOTA BEKASI, Mediakarya – Meskipun masih dalam keadaan pandemi, salah seorang warga yang berada di Jalan Pintu Air, RW01, Kelurahan Margamulya, Kecamatan Bekasi Utara Kota Bekasi, berhasil membudidayakan strawberi di lahan yang terbilang cukup panas.

Say Monangedeon, mengatakan, ia dan istrinya telah berhasil membudidayakan strawberi berjenis Sweet Charlie dipekarangan rumahnya.

Dengan sistem tanam organik, strawberi miliknya mampu dipanen setelah melewati masa tanam selama 3 bulan.

“Masa tanamnya sampai berbuah selama 3 bulan di lahan yang terbilang panas,” kata Monang, Selasa (12/10/2021).

Ia mengatakan, untuk rasanya sendiri, strawberi miliknya tidak jauh berbeda dengan strawberi lainnya yang ada dipasaran. Hanya saja yang membedakan biasanya strawberi dibudidayakan di wilayah atau lahan dingin, namun ia berhasil di lahan yang berbeda.

Baca Juga:  Pengamat: Pernyataan Humor Pejabat Publik Harus Selektif

“Rasanya tidak jauh berbeda dengan strawberi pada umumnya dan strawberinya sendiri mampu bertahan selama kurang lebih 3 minggu,” tuturnya.

Meskipun telah berhasil membudidayakan strawberi tersebut, ia mengaku menjual tanaman dan buahnya seharga Rp200 ribu.

“Biasanya saya jual tanaman yang sudah ada buahnya seharga Rp200 ribu per pohon,” terang Monang.

Ia meyakini dengan usaha dan keuletan mebudidayakan strawberi ditengah pandemi, mampu membantu perekonomian warga karena memiliki keuntungan sendiri. (apl)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Terdampak Asap Pembakaran Sampah, Warga Babelan dan Prabu PL Gelar Diskusi “Stop Bakar Sampah”
Pengurus PDNI Kepulauan Nias Periode 2026-2030 Resmi Dilantik di Teluk Dalam
NCW Endus Dugaan Kongkalikong Lelang Jalan Lingkar Waduk Penjalin, Desak KPK Masuk Brebes
Pom Bensin Di Amandraya Diduga Layani BBM Subsidi Dengan Jerigen
Lelang Jalan Lingkar Waduk Penjalin Brebes Disorot, Peserta Pertanyakan Transparansi Evaluasi
Jembatan Merah Putih Presisi di Nias Selatan Diresmikan dan Siap Dibangun Permanen Pada 2027
Diduga Buka Lowongan Kerja Palsu, Ruko Di Bekasi Timur Disidak Disnaker
Hari Kesaktian Pancasila, Polres Nias Selatan: Berbeda dalam Keberagaman, Bersatu dalam Pancasila

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 09:17 WIB

Terdampak Asap Pembakaran Sampah, Warga Babelan dan Prabu PL Gelar Diskusi “Stop Bakar Sampah”

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 20:32 WIB

Pengurus PDNI Kepulauan Nias Periode 2026-2030 Resmi Dilantik di Teluk Dalam

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 15:56 WIB

NCW Endus Dugaan Kongkalikong Lelang Jalan Lingkar Waduk Penjalin, Desak KPK Masuk Brebes

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 12:12 WIB

Pom Bensin Di Amandraya Diduga Layani BBM Subsidi Dengan Jerigen

Jumat, 2 Oktober 2026 - 20:23 WIB

Lelang Jalan Lingkar Waduk Penjalin Brebes Disorot, Peserta Pertanyakan Transparansi Evaluasi

Berita Terbaru