JAKARTA, Mediakarya – Anggota DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Habib Aboe Bakar Al Habsyi meminta, kepada pihak Pertamina agar segera melakukan audit seluruh sistem yang ada, baik SDA maupun keamanan di sana. Pasalnya, kata dia, Kilang minyak adalah kekayaan negara.
“Ini jangan main-main. Ini kilang minyak kekayaan negara. Dan menyangkut hak rakyat untuk mendapatkan minyaknya,” tegas Aboe, dalam kegiatan Sekolah PKS di Hotel Bidakara, Jakarta Minggu (14/11/2021).
Untuk itu, Sekjen DPP PKS ini pun berharap agar keberadaan kilang minyak perlu adanya perhatian serius, agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali kedepannya.
“Kilang Minyak pertamina di Cilacap, saya pikir ini perlu ada perhatian serius dari Polri dalam masalah pengamanan,” ujarnya.
Karenanya, Aboe menegaskan, kalau sudah pernah kejadian dan terus sekarang terjadi lagi, maka perlu adanya keseriusan dari sumber daya manusia (SDM) dan Polri untuk mengamankan alat vital tersebut.
“SDM harus lebih serius. Polri bagian pengamanan alat vital harus lebih serius menjaganya dan harus dipertanggungjawabkan. Perlu di audit,” bebernya.
“Jelas, Pertamina harus mengaudit itu. Dan kalau ada yang gak becus, ganti orangnya. Jangan main-main ini harta kekayaannya,” pintanya tegas.
Kata dia, terakit masalah force major atau mungkin masalah kemanusiaan tetapi masalah menyangkut perminyakan itu di atas semuanya.
“Itu gak mudah. Tolong di evaluasi dan di audit. Di Pertamina juga, di SDM-nya juga, di polisinya juga. Dan polisi harus mengaudit Reskrim dengan baik apa masalah sebenarnya. Dan ditunggu secepatnya,” terang Aboe.
Sebelumnya, Tangki Kilang Minyak Pertamina RU IV, Cilacap Jawa Tengah dikabarkan terbakar pada Sabtu (13/11/2021) malam sekitar pukul 19.20 WIB. Atas insiden kebakaran itu, pihak Pertamina langsung melakukan pemadaman dan evakuasi secara intensif.
“Upaya pemadaman dilakukan secara intensif dengan menggunakan High Capacity Foam Monitor pada tangki yang terbakar, sedangkan untuk tangki disekitar dilakukan pendinginan dengan water sprinkle untuk mencegah merambatnya kebakaran,” kata Corporate Secretary PT. Kilang Pertamina Internasional, Ifki Sukarya dalam keterangan tertulis, Sabtu (13/11/2021) malam. (apl)











