Sekjen FPRMI: Literasi Jurnalistik Harus Diperkuat agar Masyarakat Tak Mudah Percaya Hoaks

- Editor

Senin, 20 Juli 2026 - 14:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekjen FPRMI Helmy Halim saat memberi sambutan di acara Pimred Award dan Pena Emas Award 2026. (Foto: Hab)

Sekjen FPRMI Helmy Halim saat memberi sambutan di acara Pimred Award dan Pena Emas Award 2026. (Foto: Hab)

YOGYAKARTA, Mediakarya – Sekretaris Jenderal Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia (FPRMI), Helmy Halim, menegaskan bahwa kedekatan pers dengan masyarakat menjadi faktor utama dalam menjaga eksistensi media di tengah derasnya arus informasi digital. Menurutnya, penguatan literasi jurnalistik merupakan salah satu upaya paling efektif untuk meningkatkan kualitas informasi sekaligus membendung penyebaran hoaks.

Pernyataan tersebut disampaikan Helmy saat memberikan sambutan dalam malam Pimred Award dan Anugerah Pena Emas 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 Forum Pimred Multimedia Indonesia di Hotel The Alana Yogyakarta, Sabtu (18/7/2026).

Helmy mengatakan, masyarakat yang memahami proses kerja jurnalistik akan memiliki kemampuan lebih baik dalam membedakan berita yang telah melalui proses verifikasi dengan informasi yang belum jelas kebenarannya dan banyak beredar di media sosial maupun platform digital.

“Pers harus terus bertahan dengan tetap dekat bersama rakyat. Caranya adalah memperkuat literasi jurnalistik agar masyarakat memahami bagaimana sebuah berita diproduksi, diverifikasi, dan disajikan. Dengan begitu, publik tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan,” ujar Helmy.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi industri media saat ini tidak hanya berasal dari perkembangan teknologi informasi yang berlangsung sangat cepat, tetapi juga dari maraknya penyebaran hoaks, disinformasi, dan berbagai konten yang tidak memenuhi kaidah jurnalistik.

Karena itu, ia menilai media massa memiliki tanggung jawab yang semakin besar untuk menjalankan fungsi edukasi kepada masyarakat sekaligus menjaga standar profesionalisme dalam setiap produk jurnalistik yang dihasilkan.

Helmy menegaskan, media harus tetap berpegang teguh pada prinsip-prinsip jurnalistik, mulai dari akurasi, keberimbangan, independensi, hingga proses verifikasi yang ketat agar kepercayaan publik terhadap pers tetap terjaga.

Baca Juga:  Bakal Calon Walikota Helmy Halim Gelar Silaturahmi dan Deklarasi

Ia juga mengajak seluruh insan pers di Indonesia untuk terus menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik dalam menjalankan tugas sebagai penyampai informasi kepada masyarakat.

Menurutnya, karya jurnalistik yang berkualitas, akurat, berimbang, dan mengedepankan kepentingan publik akan menjadi benteng utama dalam menghadapi banjir informasi yang terjadi di ruang digital.

“Ketika literasi jurnalistik masyarakat semakin baik, maka ruang gerak penyebar hoaks akan semakin sempit. Pers yang kredibel akan tetap menjadi rujukan utama masyarakat dalam memperoleh informasi,” katanya.

Helmy menambahkan, peningkatan literasi jurnalistik bukan hanya menjadi tanggung jawab media, tetapi juga memerlukan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas, hingga masyarakat. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk membangun budaya literasi yang mampu melahirkan masyarakat yang kritis, cerdas, dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang menyesatkan.

Malam Pimred Award dan Anugerah Pena Emas 2026 merupakan salah satu agenda utama dalam Festival HUT ke-3 Forum Pimred Multimedia Indonesia yang berlangsung pada 17–19 Juli 2026 di Yogyakarta. Kegiatan tersebut dihadiri para pemimpin redaksi media dari berbagai daerah, pejabat pemerintah, akademisi, praktisi komunikasi, serta mitra strategis dunia pers.

Melalui penyelenggaraan festival tersebut, Forum Pimred Multimedia Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat ekosistem pers nasional yang profesional, independen, dan berintegritas. Organisasi ini juga mendorong media massa agar terus menjadi sumber informasi yang kredibel sekaligus berperan aktif meningkatkan literasi jurnalistik masyarakat di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan media sosial. (Hab)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Ayah Oet Desak Polemik Legalitas Bendera Bulan Bintang Tuntas Sebelum 4 Desember 2026
Pakar Sebut Gerindra-PDIP Makin Mesra, Jokowi-Gibran Justru Terpinggirkan Menuju 2029
Prabowo Puji Pramono Anung di Peresmian LRT Jakarta: Saya Akui Gubernur Hebat, Orang Baik, Meski Bukan dari Partai Saya
Elektabilitas Dedi Mulyadi Terancam Tergerus, Pramono Anung Jadi Pesaing Utama
Sestama BNPB Bungkam Usai Diperiksa KPK
Pembentukan Pansel KPU Bawaslu DPR Tawarkan Dua Skema
Kemensos Pastikan 15 Juta Data Terdaftar di Perlinsos
Musda ke-XI Golkar Nias Selatan: Pendaftaran Bakal Calon Ketua DPD Masa Bakti 2025–2030 Resmi Dibuka

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:55 WIB

Ayah Oet Desak Polemik Legalitas Bendera Bulan Bintang Tuntas Sebelum 4 Desember 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:06 WIB

Pakar Sebut Gerindra-PDIP Makin Mesra, Jokowi-Gibran Justru Terpinggirkan Menuju 2029

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:14 WIB

Prabowo Puji Pramono Anung di Peresmian LRT Jakarta: Saya Akui Gubernur Hebat, Orang Baik, Meski Bukan dari Partai Saya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 05:42 WIB

Elektabilitas Dedi Mulyadi Terancam Tergerus, Pramono Anung Jadi Pesaing Utama

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:00 WIB

Sestama BNPB Bungkam Usai Diperiksa KPK

Berita Terbaru

Ilustrasi

Daerah

IKD Di Kota Bekasi Masih Minim Partisipasi ASN

Rabu, 28 Okt 2026 - 16:23 WIB