Omicron Masuk Indonesia, Orangtua Siswa Pertanyakan Keamanan Belajar di Sekolah

- Editor

Kamis, 23 Desember 2021 - 18:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

KOTA BEKASI, Mediakarya – Virus omicron terdeksi masuk ke Indonesia. Terkait hal tersebut, sejumlah orang tua siswa mulai mempertanyakan keamanan belajar di sekolah.

Sulis misalnya. Ibu dua anak ini mengaku cukup khawatir dan resah ketika mengetahui varian baru omicron sudah terdeteksi masuk ke Indonesia, bahkan ia mempertanyakan langkah sekolah untuk mengantisipasi terpaparnya siswa terhadap virus tersebut saat belajar di sekolah.

“Secara pribadi saya cukup khawatir karena saya memiliki dua anak yang masih menempuh pendidikan di tingkat Sekolah Dasar (SD),” katanya sambil mengerutkan dahi, Kamis (23/12/2021).

Ia beharap adanya langkah antisipasi yang kongkrit untuk menangkal virus tersebut agar tidak menjangkiti para peserta didik di sekolah saat belajar.

“Saya berharap ada langkah kongkrit dalam mengantisipasinya, agar kami para orang tua tidak merasa khawatir,” pinta Sulis.

Terpisah, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bekasi Krisman, saat dikonfirmasi Mediakarya.id, Kamis (23/12/2021) menegaskan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan sekolah yang melaksanakan kegiatan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) untuk memperketat lagi penerapan protokol kesehatan terhadap siswa selama mengikuti PTMT tersebut.

Baca Juga:  Perlu Kesadaran Adaptasi Pendidik di Masa Pandemi

Selain itu, imbauan untuk menjaga kesehatan dengan membudayakan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) bagi siswa, baik di lingkungan sekolah maupun di tempat tinggal mereka, terus dilakukan secara kontinyu.

“Sosialisasi tentang PHBS kepada siswa baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan tempat tinggalnya untuk terus digalakkan, tingkatkan kedisiplinan akan kebersihan terus dilakukan, sehingga hal ini bisa mencegah omicron menjangkiti siswa di sekolah,” jelasnya.

Kepala SMAN 8 Bekasi Dedi Supriadi menuturkan, sebagai langkah masuknya omicron di lingkungan sekolahnya, pihaknya menggalakkan dan mengetatkan kedisiplinan terhadap siswa, mulai dari pengecekan suhu, penggunaan masker, menjaga jarak hingga menghidari kerumunan serta memaksimalkan Satgas Covid-19 yang ada di lingkungan sekolah.

“Langkah antisipasinya, sekolah memaksimalkan peranan Satgas Covid-19 di sekolah serta memperketat prokes serta disiplin bagi siswa,” tukas Dedi. (apl)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Jalin MoU Dengan BRIN, Mensos Inginkan Ada Inovasi Bagi Sekolah Rakyat
Sssttt, Anak Haji Lulung Masuk ‘Kandang Banteng’
Dinilai Bermasalah, Prabu Peduli Lingkungan dan Warga Minta Proyek Pemprov Jabar di TPA Burangkeng Dihentikan
Terdampak Asap Pembakaran Sampah, Warga Babelan dan Prabu PL Gelar Diskusi “Stop Bakar Sampah”
Diduga Buka Lowongan Kerja Palsu, Ruko Di Bekasi Timur Disidak Disnaker
Raih Juara 1 Pencak Silat, Siswa Terput Global 1 Dapat Apresiasi
Akses Ditutup Total, Proyek Jalan Burangkeng–Ciledug Bikin Pedagang Kehilangan Penghasilan
Salurkan Hal Positif, Polsek Bekasi Selatan Buka Pelatihan Ju-Jitsu Bagi Pelajar

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:30 WIB

Jalin MoU Dengan BRIN, Mensos Inginkan Ada Inovasi Bagi Sekolah Rakyat

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:32 WIB

Sssttt, Anak Haji Lulung Masuk ‘Kandang Banteng’

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Dinilai Bermasalah, Prabu Peduli Lingkungan dan Warga Minta Proyek Pemprov Jabar di TPA Burangkeng Dihentikan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 09:17 WIB

Terdampak Asap Pembakaran Sampah, Warga Babelan dan Prabu PL Gelar Diskusi “Stop Bakar Sampah”

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:50 WIB

Diduga Buka Lowongan Kerja Palsu, Ruko Di Bekasi Timur Disidak Disnaker

Berita Terbaru