Tak Hanya Selingkuh, Oknum Pegawai PJN 1 Jabar Diduga Tipu Banyak Pengusaha

- Penulis

Sabtu, 16 Mei 2026 - 21:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto; Ilustrasi

Foto; Ilustrasi

BANDUNG, Mediakarya – Mencuatnya kasus dugaan perselingkuhan yang melibatkan pegawai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah 1 Jawa Barat, Kementerian PUPR, berinisial AG (37) berbuntut panjang.

Istrinya berinisial SP (43) kini tengah menempuh jalur hukum dengan melaporkan ke Polda Jabar dengan nomor LP/B/483/III/2026/SPKT/POLDA JAWA BARAT. Berbagai kasus yang melibatkan nama AG pun bermunculan, dari mulai penggelapan hingga dugaan penipuan proyek fiktif.

Kewenangannya sebagai PPK di lingkungan Kementerian PUPR menjadi senjata ampuh untuk menggaet para korban yang tergiur dengan proyek besar.

SP mengaku banyak tahu karena suaminya kerap tidak ada di rumah dengan alasan mengerjakan pekerjaan proyek BUMN.

“Kata dia bikin penawaran-penawaran kerjaan yang ada di ruang lingkup pekerjaan kepada kontraktor-kontraktor atau pengusaha tersebut,” ungkapnya kepada media, pada Sabtu (16/05/26)

Usai satu persatu dugaan penipuan atau proyek fiktif yang dilakukan suaminya itu terungkap, SP kerap terganggu dengan kedatangan orang yang mengaku pernah dijanjikan proyek oleh suaminya. Hal ini dirasakan menggangu kehidupan ia dan anaknya.

“Sangat mengganggumu kehidupan saya dan anak saya, banyak pengusaha-pengusaha yang menghubungi saya dan datang kerumah dengan mereka secara tidak langsung dirugikan oleh anjar gumilang dengan kata lain di tawarin pekerjaan ternyata pekerjaan tersebut tidak ada dan uang mereka tidak bisa balik dengan total,” ungkap SP

Baca Juga:  Gerindra: Prabowo Sosok yang Tak Suka Pencitraan

Ia juga telah mengadukan perilaku suaminya tersebut kepada tempat suaminya itu berdinas, namun belum ada tindakan nyata. Tidak putus asa, SP juga mengadukan hal tersebut kepada Satker PJN 1 namun hanya mediasi tanpa hasil.

“Dan yang terakhir ke balai juga belum terealisasi kan juga belum ada penyelesaiannya sampai saat ini,” ungkapnya kesal.

Ia juga menceritakan terungkapnya kasus dugaan penipuan tersebut bersamaan dengan terungkapnya dugaan perselingkuhan pada November 2025 lalu.

Ia juga kembali diresahkan dengan sejumlah orang di media sosialnya menagih janji suaminya. Lebih menyedikan lagi, ia sebagai istrinya juga tidak diakui oleh AG dan lebih memilih wanita lain yang diduga selingkuhannya berinisial EK sebagai istrinya.

Terakhir, pada Sabtu 16 Mei 2026, ada lagi pengusaha asal Jambi yang bernama Mariatul menagih uang kepadanya.

“Itu udah satu minggu menunggu pembayaran dari anjar,”pungkasnya. (Mme)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

WTP Kota Bekasi Dipertanyakan Publik, Ini Penjelasan Pakar Komunikasi Politik
PERMAHI Jakarta Timur dan BEM FH UNKRIS Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Kebakaran di Kemayoran
Sambut HUT DKI Jakarta ke-499, PLN UID Jakarta Raya Luncurkan Promo Tambah Daya Diskon 50 Persen
Polri Geledah Kantor WIKA, Usut Dugaan Korupsi Proyek Modernisasi Pabrik Gula Asembagus 
Penyidik Dalami Kerja Sama Publikasi di Kementan, Beberapa Pegawai Jalani Pemeriksaan
Polri Libatkan Eksternal Dalam Assessment Jenderal
Bea Cukai Ungkap Jutaan Batang Rokok Ilegal, Total Kerugian Negara Rp8,66 Miliar
Anggaran MBG Ratusan Triliun Disorot, Adi Suparto Minta Audit Menyeluruh
Berita ini 204 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:42 WIB

WTP Kota Bekasi Dipertanyakan Publik, Ini Penjelasan Pakar Komunikasi Politik

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:37 WIB

PERMAHI Jakarta Timur dan BEM FH UNKRIS Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Kebakaran di Kemayoran

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:34 WIB

Sambut HUT DKI Jakarta ke-499, PLN UID Jakarta Raya Luncurkan Promo Tambah Daya Diskon 50 Persen

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:29 WIB

Polri Geledah Kantor WIKA, Usut Dugaan Korupsi Proyek Modernisasi Pabrik Gula Asembagus 

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:59 WIB

Polri Libatkan Eksternal Dalam Assessment Jenderal

Berita Terbaru