Hal itu menyusul pernyataan Kapolri Listyo Sigit yang berniat mengangkat 58 pegawai KPK yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) untuk menjadi ASN di lingkungan Polri. Sebelumnya juga beredar kabar para pegawai ditawarkan untuk bekerja di BUMN.

“Oleh karena itu kami bukan pengemis untuk meminta ke 58 orang ini disalurkan jadi ASN di tempat lain. Tapi kami tetap konsisten meminta bahwa ke 58 teman-teman ini dikembalikan ke posisi semulanya,” tegas Abraham Samad di Depan Kantor Dewas KPK, Kuningan, Jakarta Selatan baru-baru ini.

Samad kemudian pesimis terkait dengan pemberantasan korupsi di KPK menyusul pemecatan 58 pegawai yang menurutnya berintegritas saat melakukan kerja-kerjanya.

Sementara itu, Asisten SDM Kapolri Irjen Wahyu Widada menemui perwakilan mantan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Mabes Polri, Senin (4/10) kemarin.

Teman satu angkatan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Akpol 1991 itu menghadiri pertemuan mengenai wacana perekrutan mantan pegawai KPK yang dipecat Firli Bahuri Cs.

Mantan pegawai KPK Hotman Tambunan mengatakan sebenarnya pihaknya tidak berbicara banyak mengenai substansi pertemuan.

Dia mengeklaim pertemuan itu hanya berdiskusi ringan dan saling berkenalan.

“Pembicaraan kami hanya nonformal saja, Kapolri melalui Asisten SDM mengutarakan niat Kapolri merekrut pegawai yang 57,” kata Hotman saat dikonfirmasi, Selasa (5/10).

Hotman menjelaskan Polri saat ini sedang berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk melancarkan niat Jenderal Listyo itu. Pihak yang diajak bicara di antaranya Kemenpan-RB dan BKN.

Selain itu, para ahli juga akan dilibatkan dalam rencana perekrutan Novel Baswedan Cs.

“Pertemuan enggak lama hanya sekitar 45 menit,” jelas dia.

Wahyu Widada dikenal dekat dengan Listyo. Dahulu dia ikut mendampingi Listyo saat mengikuti fit and proper test calon Kapolri di DPR.

Dilansirdari JPNN, penerima Adhy Makayasa Akpol 1991 itu juga merupakan ketua tim pembuatan naskah dan makalah Listyo untuk maju sebagai Kapolri. (dji)