JAKARTA, Mediakarya – Direktur eksekutif Center for public policy studies (CPPS) Indonesia Bambang Istianto mengingatkan pemerintah agar mengantisipasi penyebaran Covid-19 varian baru Omicron.
Bambang mengatakan, pemerintah harus belajar dari awal masuknya virus Covid-19 ke Indonesia awal tahun 2019 lalu.
Oleh karenanya, Bambang meminta kepada pemerintah agar membuat strategi penanganan varian baru Omicron, dan mengimbau agar masyarakat tetap tenang namun waspada, mengingat pemerintah sudah punya pengalaman menangani Covid 19.
Untuk itu, Bambang berharap agar pemerintah tidak membuat kebijakan yang membuat panik masyarakat.
“Jika tindakan pemerintah berlebihan dikhawatirkan dipersepsikan oleh masyarakat pemerintah punya kepentingan lain misalnya baik politik dan ekonomi,” ujar Bambang dalam keterangannya, Minggu (9/1/2022).
Sebab, pemerintah sudah memberikan vaksin kepada masyarakat cukup masif sehingga membuat percaya diri masyarakat imunitasnya terhadap varian lain.
Karena, kata dia, kebijakan yang tepat sasaran itulah yang menjadi dambaan publik. Sebab masyarakat percaya saat ini pemerintah lebih bijak dalam menangani munculnya varian baru ini.
“Kebijakan melarang bepergian ke luarnegeri boleh jadi bisa menghemat devisa jika keperginnya hanya sekedar wisata dan bukan kepentingan produktif,” pungkasnya.**






