Bank Indonesia Sebut Vaksinasi Picu Pemulihan Ekonomi

- Editor

Minggu, 5 September 2021 - 21:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH, Mediakarya – Bank Indonesia (BI) Lhokseumawe menyebutkan program vaksinasi massal menjadi pemicu pemulihan ekonomi di Aceh, khususnya di Kota Lhokseumawe.

“Vaksinasi menjadi pemicu pemulihan ekonomi nasional. Sebab itu, BI juga ikut menggelar vaksinasi massal,” kata Kepala Perwakilan BI Lhokseumawe Yukon Aprinaldo di Lhokseumawe, Ahad (5/9).

Yukon Aprinaldo mengatakan Bank Indonesia Perwakilan Lhokseumawe juga menggelar vaksinasi vaksin Covid-19 guna mendukung program pemerintah menangani pandemi virus corona dan mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat. Yukon Aprinaldo mengatakan vaksinasi massal yang digelar Bank Indonesia Perwakilan Lhokseumawe berlangsung dua hari, 4 dan 5 September 2021 dengan target 1.000 penerima vaksin Covid-19.

Yukon Aprinaldo mengharapkan program vaksinasi tersebut dapat mengubah pola pikir masyarakat terhadap vaksin dan juga menambah jumlah penduduk yang sudah menerima vaksin Covid-19, sehingga terwujud kekebalan komunal atau herd immunity. “Masyarakat Kota Lhokseumawe merupakan masyarakat yang konsumtif. Dengan adanya vaksinasi, maka timbul kekekalan dan kepercayaan, sehingga meningkatkan mobilitas masyarakat. Kondisi ini memacu pemulihan ekonomi,” kata Yukon Aprinaldo, yang dilansir dari republika.

Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Lhokseumawe T Adnan mengapresiasi vaksinasi massal digelar BI Lhokseumawe, mengingat saat ini Kota Lhokseumawe berstatus zona merah dengan risiko tinggi. “Vaksin Covid-19 memberi manfaat bagi masyarakat. Dengan vaksin ini, kekebalan tubuh terhadap Covid-19 meningkat. Meskipun terpapar Covid-19, namun tergolong tanpa gejala dan sembuh,” kata T Adnan.

Baca Juga:  Satgas COVID-19: Uji Klinis Vaksinasi Penguat Tidak Ada Indikasi KIPI

Adnan mengatakan hampir sebagian besar warga Kota Lhokseumawe yang meninggalkan dunia akibat terpapar Covid-19 belum divaksin. Vaksin mengurangi dampak negatif akibat Covid-19. “Masyarakat tidak perlu khawatir karena vaksin ini aman dan halal. Hal tersebut sudah jelas terbukti menekan penularan dan penyebaran Covid-19,” kata T Adnan.

Adnan menyatakan hingga saat ini 30 persen warga Kota Lhokseumawe sudah divaksin dari jumlah wajib divaksin mencapai 140 ribu orang. Diharapkan jumlah tersebut terus meningkat dalam waktu dekat.Terkait stok vaksin, kata Adnan, Kota Lhokseumawe tidak mengalami kekurangan stok. Jika pun persediaan kurang, pemerintah mengajukan ke provinsi untuk penambahannya.

“Persediaan vaksin Covid-19 saat ini yang masih tersisa 6.000 dosis, baik vaksin Sinovac maupun vaksin Moderna. Karena itu, kami mengajak masyarakat mengikuti program vaksinasi vaksin Covid-19,” kata Adnan.(qq)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Etos Indonesia: Di Tangan Bahlil Golkar Dipola Semaunya, Adopsi Gaya Jokowi
Pajak E-Commerce Berlaku, BPKN: Jangan Bikin Konsumen Kaget Saat Checkout Harbolnas 10.10
Soal Isu Wapres Diganti Puan Maharani, IPPS: Prabowo Sedang Kelola Krisis Ijazah
GNK Sebut Agus Gumiwang Disingkirkan Tidak Hormat oleh Bahlil Lewat Tangan Istana
Jalin MoU Dengan BRIN, Mensos Inginkan Ada Inovasi Bagi Sekolah Rakyat
Komarudin Watubun PDIP: MK Sudah Buka Semua, yang Terlibat Sebaiknya Mundur, Ini Soal Moral Bangsa
KADIN Kota Bekasi Jajaki Kerja Sama Konkret dengan Produsen Motor Listrik Saige di Karawang
Jaga Keselamatan Berlayar, Satpolairud Polres Nias Selatan Imbau Patuhu SOP Pelaut

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:10 WIB

Etos Indonesia: Di Tangan Bahlil Golkar Dipola Semaunya, Adopsi Gaya Jokowi

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:39 WIB

Pajak E-Commerce Berlaku, BPKN: Jangan Bikin Konsumen Kaget Saat Checkout Harbolnas 10.10

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Soal Isu Wapres Diganti Puan Maharani, IPPS: Prabowo Sedang Kelola Krisis Ijazah

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:00 WIB

GNK Sebut Agus Gumiwang Disingkirkan Tidak Hormat oleh Bahlil Lewat Tangan Istana

Kamis, 8 Oktober 2026 - 21:30 WIB

Jalin MoU Dengan BRIN, Mensos Inginkan Ada Inovasi Bagi Sekolah Rakyat

Berita Terbaru

Ilustrasi (Istimewa)

Opini

Agensi Ekonomi Heterodoks di Indonesia

Jumat, 9 Okt 2026 - 18:55 WIB