SUKABUMI, Mediakarya – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BEM PTNU) Sukabumi Raya menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat Wilayah II Sukabumi, Senin (12/1/2026).
Aksi tersebut dilatarbelakangi keresahan mahasiswa dan masyarakat atas kondisi infrastruktur jalan provinsi di wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi yang dinilai semakin memprihatinkan. Banyak ruas jalan rusak berbulan-bulan tanpa perbaikan memadai, kualitas pekerjaan dinilai tidak sesuai standar teknis, serta adanya temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) hampir setiap tahun anggaran.
Koordinator Daerah BEM PTNU Sukabumi Raya, Aceng Supian, mengatakan aksi ini merupakan bentuk penyampaian aspirasi masyarakat terkait buruknya tata kelola pembangunan dan pemeliharaan jalan di bawah kewenangan provinsi.
“Keberangkatan kami hari ini membawa keresahan besar masyarakat Kota dan Kabupaten Sukabumi, khususnya terkait jalan-jalan provinsi yang kondisinya rusak dan membahayakan pengguna,” kata Aceng.
Menurutnya, persoalan tersebut berada di bawah kewenangan Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat, khususnya UPTD Wilayah II Sukabumi. Ia menilai terdapat persoalan mendasar pada aspek pengawasan, pelaksanaan, hingga pemeliharaan proyek jalan.
BEM PTNU menyoroti minimnya perawatan pada sejumlah ruas jalan, salah satunya jalur Lingkar Selatan Sukabumi dari hulu hingga hilir yang dipenuhi lubang dan kerap memicu kecelakaan lalu lintas. Mereka juga menyinggung proyek Jembatan Overpass Cibeureum yang sebelumnya digadang-gadang menjadi ikon perbatasan kota dan kabupaten, namun hingga kini terkesan terbengkalai tanpa peresmian maupun pemeliharaan lanjutan.
