“Kami akan mendukung penguatan industri jasa keuangan dan tentunya juga stabilitas sistem keuangan,” tegas Doni dalam konferensi pers yang dipantau secara daring di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, setidaknya saat ini terdapat tiga hal yang telah dilakukan dan akan diteruskan koordinasinya. Pertama adalah mengharmonisasikan kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran yang kini sedang berkembang.
Kemudian yang kedua, BI akan terus memperbarui kondisi pasar domestik maupun global, terutama yang paling penting adalah informasi likuiditas perbankan dari operasi moneter dan berbagai transaksi di sistem pembayaran.
Hal tersebut dilakukan karena transaksi perbankan ada di bawah BI, seperti Real-Time Gross Settlement (RTGS), Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI), dan BI-FAST.
Selanjutnya yang ketiga, kata Doni, adalah berkoordinasi melalui berbagai forum seperti forum koordinasi makro dan mikro hingga forum koordinasi pendalaman pasar keuangan.
“Ini penting dan kami dukung bersama Anggota DK OJK baru,” tuturnya, dikutip dari antara.
Dengan begitu, ia mengatakan akan mendukung penuh program kerja Pimpinan DK OJK untuk memperkuat industri jasa keuangan Indonesia, serta menjaga stabilisasi sistem keuangan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
“Kami sebagai perwakilan BI akan terus berkoordinasi dan melakukan harmonisasi berbagai kebijakan, baik moneter maupun makroprudensial dan Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah (SPPUR), sehingga selaras dalam sebuah bauran kebijakan nasional,” tambah Doni.(qq)






