Home / DKI

Dihadapan Kader Demokrat, Ridwan Kamil Ingin Dipanggil Bang Emil

- Editor

Jumat, 23 Agustus 2024 - 16:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cagub DKI Ridwan Kamil bersama Ketua Demokrat DKI Mujiyono.. (Foto dri)

Cagub DKI Ridwan Kamil bersama Ketua Demokrat DKI Mujiyono.. (Foto dri)

JAKARTA, Media Karya – Bakal calon gubernur (Bacagub) DKI Jakarta dari Koalisi Indonesia Maju (KIM), Ridwan Kamil atau RK mengaku tak lagi mau dipanggil Kang Emil. Menurutnya, saat ini dirinya lebih pantas disapa Bang Emil.

Ridwan Kamil tegaskan, ia merasa perlu punya nama panggilan baru, menyesuaikan keputusannya maju dalam pertarungan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta 2024.

Hal itu disampaikan RK saat pidato di kantor Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat DKI Jakarta di Jalan Bangka Buntu, Jakarta Selatan, Jumat (23/8).

“Sebelum saya menyampaikan beberapa hal, saya kenalan dulu ya Bapak Ibu, nama saya Muhammad Ridwan Kamil, memang nama populernya Ridwan Kamil. Panggilannya Bang Emil, itu nama dari kecil kira-kira begitu,” ujarnya.

Usai perkenalan singkat, politisi Partai Golkar ini pun bercerita soal latar bekalang dirinya, mulai dari keluarga hingga riwayat pendidikan.

RK mengaku memiliki kakek seorang ulama. Sebelum pendidikan di luar negeri, RK juga mengaku pernah menyicipi ‘nyantri’, lantaran sang kakek mewariskan delapan pesantren untuk diurus keluarga besarnya.

Baca Juga:  Pemprov DKI Beri Waktu Satu Minggu Peserta Pemilu Rapikan Alat Peraga

“Jadi di dalam tubuh saya ada dua nilai Pak, mau ngomongin global hayuk, isu-isu dunia hayuk, ngomongin keislaman juga hayuk, karena dasar saya mengurusi pesantren lah kira-kira begitu,” ujarnya lagi.

RK melanjutkan, ia merupakan anak kedua dari lima bersaudara. Ayahnya bernama Dr. Atje Misbach Muhjiddin yang berprofesi sebagai Doktor sekaligus dosen di Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran. Sementara ibunya bernama Tjutju Sukaesih.

Ia pun menjelaskan alasan dirinya maju di ibu kota, lantaran menerima dukungan maju dari KIM Plus agar dapat dengan mudah berkoordinasi dengan presiden nantinya.

“Alasannya sederhana, kalau gubernur Jakarta satu frekuensi mudah komunikasi dengan presidennya. Siapakah yang paling diuntungkan? Yang paling diuntungkan adalah warga Jakarta. Jadi, tidak boleh tentunya ada perbedaan frekuensi yang mungkin sudah kita pahami,” ungkapnya. (dri)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Gencarkan Pengelolaan Sampah Terpadu, Sudin LH Kepulauan Seribu Bakal Sulap Pulau Pramuka Jadi Pulau Bebas Sampah Pertama di Indonesia
Meski Ada Efisiensi, DPRD Tetap Komitmen Jaga Alokasi Anggaran Pendidikan Tak Dipotong di APBD 2027
PAM JAYA Raih Penghargaan Kearsipan 2026, Kantongi Predikat Sangat Memuaskan
Pansus PTSL DPRD Minta Gubernur dan GTRA Tuntaskan Residu PTSL
Ketum LPKAN Apresiasi Gebrakan Kapolri Jenderal Suyudi: Agresif Berantas Narkoba dan Pelototi APBD
Sssttt, Anak Haji Lulung Masuk ‘Kandang Banteng’
Kasudin CKTRP Jakarta Timur Minta Pengelola Paham Keandalan Gedung
Munjirin Ingatkan Pemilik Gedung Antisipasi Bahaya Kebakaran

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:11 WIB

Gencarkan Pengelolaan Sampah Terpadu, Sudin LH Kepulauan Seribu Bakal Sulap Pulau Pramuka Jadi Pulau Bebas Sampah Pertama di Indonesia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:22 WIB

Meski Ada Efisiensi, DPRD Tetap Komitmen Jaga Alokasi Anggaran Pendidikan Tak Dipotong di APBD 2027

Rabu, 14 Oktober 2026 - 23:05 WIB

PAM JAYA Raih Penghargaan Kearsipan 2026, Kantongi Predikat Sangat Memuaskan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:34 WIB

Pansus PTSL DPRD Minta Gubernur dan GTRA Tuntaskan Residu PTSL

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:11 WIB

Ketum LPKAN Apresiasi Gebrakan Kapolri Jenderal Suyudi: Agresif Berantas Narkoba dan Pelototi APBD

Berita Terbaru

Plt Direktur Penyidikan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ahmad Taufik Husein (ist)

Hukum

KPK Buka Suara Soal Wacana Jemput Paksa Nusron Wahid

Sabtu, 17 Okt 2026 - 20:22 WIB