Jakarta Darurat Sampah, Mbak Yuke Berharap Partisipasi Seluruh Pihak Sukseskan Program Pemilahan Sampah

- Penulis

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike.

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike.

JAKARTA, Mediakarya-Komisi D DPRD DKI Jakarta menyoroti darurat sampah di Jakarta. Lambatnya pengangkutan sampah rumah tangga beberapa pekan terakhir membuat sampah banyak menumpuk di perkampungan warga dan trotoar jalan.

Terkait kondisi ini, Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike meminta Dinas Lingkungan Hidup (LH) segera mengambil langkah cepat guna mengatasi persoalan tersebut.

“Jangan sampai ini menjadi bom waktu. Masyarakat tidak tahu apa masalahnya, yang mereka lihat kendaraan banyak tetapi sampah tidak diangkut,” ujar Yuke Yurike kepada wartawan, Kamis (21/5/2026).

Kata politisi PDI Perjuangan yang akrab disapa Mbak Yuke ini, penumpukan sampah di sejumlah wilayah dipicu oleh berkurangnya ritase (jumlah atau perhitungan perjalanan yang dilakukan oleh kendaraan truk) pengangkutan sampah serta situasi kritis di TPST Bantargebang yang saat ini menghadapi keterbatasan lahan.

”Faktor cuaca juga menjadi penyebab, yang mengakibatkan banjir dan hujan,” katanya.

Menurut Wakil Bendahara Umum DPP PDI-P itu, berkurangnya frekuensi pengangkutan membuat sampah menumpuk di lingkungan warga. Bahkan, kata dia di beberapa wilayah pengangkutan yang sebelumnya dilakukan beberapa kali dalam seminggu, kini menjadi dua minggu sekali.

Dikhawatirkan, hal itu memicu munculnya tempat pembuangan sampah liar di lahan kosong.

“Kalau ini dibiarkan nanti orang buang sampah sembarangan di lahan kosong, tinggal sewa truk lalu dibuang di situ. Ini yang tidak kita inginkan,” bebernya.

Baca Juga:  Program Pengendalian Banjir di Jakarta Telan Biaya Rp6 Triliun

Lebih lanjut, anggota DPRD DKI yang terpilih dari dapil Jaksel itu meminta agar persoalan sampah tidak hanya diselesaikan dengan memindahkan timbunan sampah, tetapi juga diiringi langkah pengolahan langsung di lokasi.

Sebab, sampah organik menjadi persoalan utama karena menimbulkan bau ketika tercampur dengan jenis sampah lain.

“Kalau sampah sudah dipilah, persoalan bau pasti jauh berkurang. Bisa diolah jadi kompos atau menggunakan maggot,” ujarnya lagi.

Meski begitu, politisi yang sudah 3 periode ini menilai upaya percepatan pengelolaan sampah membutuhkan kesiapan infrastruktur, sarana pendukung, hingga edukasi masyarakat secara masif dan berkelanjutan.

Karena itu, dia juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh pihak mulai dari pemerintah daerah, kelurahan, kecamatan, hingga RT/RW dalam menyukseskan program pengurangan sampah.

“Gerakan ini tidak bisa situasional atau hanya sesaat. Harus terus dimonitor sampai menjadi kebiasaan masyarakat,” ungkapnya.

Langkah lainnya, DPRD DKI juga mendorong adanya insentif bagi bank sampah dan masyarakat yang aktif melakukan pemilahan sampah agar program berjalan lebih efektif.

Terkait dukungan anggaran, Yuke memastikan persoalan sampah bersama banjir menjadi prioritas utama Komisi D DPRD DKI dalam pembahasan anggaran perubahan.

“Kami ingin anggaran yang dikeluarkan benar-benar tepat sasaran dan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” pungkasnya.(dri)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Polri Geledah Kantor WIKA, Usut Dugaan Korupsi Proyek Modernisasi Pabrik Gula Asembagus 
Penyidik Dalami Kerja Sama Publikasi di Kementan, Beberapa Pegawai Jalani Pemeriksaan
Polri Libatkan Eksternal Dalam Assessment Jenderal
Bea Cukai Ungkap Jutaan Batang Rokok Ilegal, Total Kerugian Negara Rp8,66 Miliar
Anggaran MBG Ratusan Triliun Disorot, Adi Suparto Minta Audit Menyeluruh
Sejumlah Lapas Alami Over Kapasitas, LPKAN Ungkap 3 Ancaman Berbahaya
Mengapa Kenaikan Harga Eceran Tertinggi Minyakita Bukan Solusi
KPK Dituding Tebang Pilih Tangani Perkara Dugaan Suap di DJBC
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:29 WIB

Polri Geledah Kantor WIKA, Usut Dugaan Korupsi Proyek Modernisasi Pabrik Gula Asembagus 

Selasa, 9 Juni 2026 - 19:27 WIB

Penyidik Dalami Kerja Sama Publikasi di Kementan, Beberapa Pegawai Jalani Pemeriksaan

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:59 WIB

Polri Libatkan Eksternal Dalam Assessment Jenderal

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:46 WIB

Bea Cukai Ungkap Jutaan Batang Rokok Ilegal, Total Kerugian Negara Rp8,66 Miliar

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:08 WIB

Sejumlah Lapas Alami Over Kapasitas, LPKAN Ungkap 3 Ancaman Berbahaya

Berita Terbaru

Foto (Dok. Mediakarya)

Headline

Polri Libatkan Eksternal Dalam Assessment Jenderal

Selasa, 9 Jun 2026 - 18:59 WIB