Beranda / Ekonomi & Bisnis / Dwi Rio: PAM Jaya Punya Komitmen Kuat Untuk Meningkatkan Pelayanan Kepada Masyarakat

Dwi Rio: PAM Jaya Punya Komitmen Kuat Untuk Meningkatkan Pelayanan Kepada Masyarakat

JAKARTA, Mediakarya – Anggota komisi B DPRD DKI Jakarta Dwi Rio Sambodo buka suara terkait berbagai kebijakan yang dikeluarkan Perumda PAM Jaya untuk masyarakat Ibu Kota Jakarta. Salah satunya penyesuaian tarif demi pelayanan yang lebih baik, karena sejak 17 tahun tidak pernah mengalami perubahan.

Menurut politisi yang sudah 4 periode ngantor di Kebon Sirih ini secara historis PAM Jaya memiliki komitmen yang kuat untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Hanya saja selama 25 tahun sebelumnya, pengelolaan air minum masih dikuasai oleh dua mitra swasta selaku operator yaitu PT Aetra Air Jakarta dan PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja).

“Ketika akhir tahun 1990-an kemudian tahun 2007 pemerintah bertransformasi dari air keran, dan Palyja dan Aetra memang ada janji-janji manis untuk layanan air bersih atau air minum di Jakarta,” ujar Rio saat menjadi pembicara di acara Balkoters Talk bertajuk ‘Upaya Tingkatkan Layanan Air Jakarta’ di Pressroom Balai Kota DKI, Rabu (12/2/2025).

Turut hadir Direktur Pelayanan Perumda PAM Jaya Syahrul Hasan dan ahli planologi Nirwono Joga.

“Persoalannya adalah janji manisnya itu nggak kesampaian, hingga kemudian kemarin ada satu proses transformasi yang kemudian ada suplai oleh PT Moya Indonesia,” ujar politisi dapil Jakarta Timur ini.

Diketahui, proses bisnis pengelolaan air di DKI Jakarta oleh PT Moya hanya dilakukan di enam Instalasi Pengolahan Air (IPA), milik PAM Jaya. Sedangkan tujuh IPA lainnya tetap dikelola PAM Jaya.

Rio memahami, penyesuaian tarif ini dilakukan untuk peningkatan pelayanan. Apalagi komoditi air minum dari PAM Jaya tidak pernah melakukan penyesuaian sejak 2007 lalu, sedangkan komoditi lain sudah sering terjadi perubahan.

“Kalau dibandingkan ya dari tahun 2007 sampai sekarang misalnya gitu, yang lain inflasi umum sampe 100 persen, kemudian air pemasangan itu sampai 300 persen, harga minyak goreng sampe 200 persen, kemudian BBM sampai sekitar 100 sekian persen. Sementara air minum, obat mengalami penyesuaian harga,” ungkapnya.

Loyalis Megawati Soekarnoputri ini juga mengapresiasi target realistis yang dipatok perseroan daerah itu. PAM Jaya menargetkan, dalam lima tahun sampai 2030 mendatang, cakupan pelayanan air minum sudah mencapai 100 persen atau 2 juta sambungan pipa.

“Kemudian menambah 7.000 kilometer pipanisasi sehingga menjadi 19.000, atau dari 68-69 persen menjadi 100 persen layanan,” tegas Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta ini. (dri)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *