Jokowi Mulai Ditinggalkan Pendukung

- Penulis

Kamis, 3 Oktober 2024 - 07:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Ada pemandangan yang berbeda daripada tahun-tahun sebelumnya saat pelantikan anggota DPR RI di Senayan Jakarta.

Dimana prosesi pelantikan Anggota DPR, MPR dan DPD RI di Ruang Sidang Paripurna, Kompleks Parlemen, Senayan, pada Selasa (1/10/2024) lalu, sambutan anggota dewan terpilih saat presiden Joko Widodo tiba dinilai tak semeriah tahun sebelumnya.

Di antaranya ada hal yang menggelitiknya, ketika pemimpin sementara, Anggota DPR RI tertua, Zulfikar Achmad, menyebutkan para pejabat yang hadir.

Saat Zulfikar menyebut nama Presiden Indonesia, tidak ada tepuk tangan untuk Jokowi. Berbeda sikap 580 anggota DPR yang hendak dilantik itu, kala Zulfikar menyapa Presiden terpilih Prabowo Subianto.

Para wakil rakyat 2024-2029 itu mendapat riuh tepuk tangan. Bagi Rocky, hal itu menggambarkan Jokowi yang kini mulai ditinggalkan masyarakat.

Padahal, selama dua periode menjabat, sosok ayah dari Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming itu, kerap dipuja-puji orang dekatnya.

Bahkan termasuk oleh masyarakat, terlihat dari tingkat penerimaannya di atas 70 persen setahun terakhir.

“Hanya satu kata, tragis. Itu yang mewakili kondisi psikologis dari politik hari ini.” kata pengamat politik Rocky seperti dilansir dari Youtube Rocky Gerung Official, Kamis (3/10/2024).

Dia menilai, seseorang yang 10 tahun dielu-elukan, dongkrak elektabilitasnya, dimanipulasi dukungan publiknya, bahkan dipuja oleh lembaga survei, diajukan sebagai tokoh yang berpihak pada rakyat, akhirnya rakyat meninggalkannya.

Baca Juga:  Idrus Marham Dukung Jokowi Jadi Wanbin Partai Golkar

“Mungkin itu yang kita sebut sebagai tragedi dari kekuasaan, atau bahkan komedi dari kekuasaan,” tegas Rocky.

Bagi Rocky, Jokowi kini mengalami paradoks. Sebab, kondisi akhir masa jabatannya sebelum lengser pada 20 Oktober 2024, sangat berbeda pada 10 tahun sebelumnya.

Bahkan, menurut Rocky, paradoks itu terjadi sebagai hukuman atas ambisi berkuasa kekal.

Dia berpandangan bahwa publik memberi kejujuran yang selama 10 tahun itu dimanipulasi oleh kekuasaan di sekitar Jokowi.

“Jadi Pak Jokowi akhirnya mengalami sendiri sesuatu yang kita sebut paradoks dari kekuasaan, terlalu tinggi melambung dan terlalu puja-puji itu berlebihan, lalu dia akhirnya tiba pada kesepian,” ucapnya.

“Bukan kesepian metafisik, tapi kesepian politik dan kesepian politik itu adalah hukuman tertinggi bagi seseorang yang pernah punya ambisi bahkan untuk memerintah seumur hidup kalau bisa itu,” imbuhnya.

Rocky pun berpendapat, kini, Jokowi tak lagi bisa membanggakan diri, karena orang lain sudah tidak membanggakannya.

“Jadi kalau tepuk tangan pun tidak diperoleh lagi oleh Pak Jokowi, itu artinya Pak Jokowi tidak lagi berhak tepuk dada sendiri itu apa lagi orang-orang lain yang meminta Pak Jokowi tepuk dada,” kata Rocky.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Dari Pra Bowo ke Paska Bowo
Gandeng BPJPH, Delana dan Kain Halal Hadirkan Inovasi dari Hulu hingga Hilir
Layanan BJB Syariah Terganggu, Ketua BPKN RI Minta Transparansi dan Perlindungan Nasabah
Polisi Amankan 8 Orang Saat Operasi Cipkon Di Jakpus
Kepongahan AS Meredup, Kekuasaan Tak Lagi Mutlak
Potong Babi Hutan Simbolkan Pembersihan Koruptor, LSM PMPR Demo Pemkot Bandung
Polda Metro Jaya Ringkus WNA Asal Brunei Yang Aniaya WNA Lain Hingga Tewas
realme C100i Jadi Pilihan Anak Muda Aktif dengan Baterai 7000mAh
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:43 WIB

Dari Pra Bowo ke Paska Bowo

Sabtu, 30 Mei 2026 - 22:29 WIB

Gandeng BPJPH, Delana dan Kain Halal Hadirkan Inovasi dari Hulu hingga Hilir

Sabtu, 30 Mei 2026 - 15:14 WIB

Layanan BJB Syariah Terganggu, Ketua BPKN RI Minta Transparansi dan Perlindungan Nasabah

Jumat, 29 Mei 2026 - 10:30 WIB

Polisi Amankan 8 Orang Saat Operasi Cipkon Di Jakpus

Rabu, 27 Mei 2026 - 06:59 WIB

Kepongahan AS Meredup, Kekuasaan Tak Lagi Mutlak

Berita Terbaru

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Ekonomi & Bisnis

Debt Collector Tak Bisa Lagi Teror Nasabah

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:59 WIB

Presiden Prabowo Subianto (Ist)

Headline

Dari Pra Bowo ke Paska Bowo

Minggu, 31 Mei 2026 - 14:43 WIB