Beranda / Nasional / Politik / Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Maklumi Pernyataan Ade Sebagai Pembelaan Anak Terhadap Ayah

Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Maklumi Pernyataan Ade Sebagai Pembelaan Anak Terhadap Ayah

JAKARTA, Mediakarya – Ketua Dewan Pakar Partai Golkar Agung Laksono angkat bicara soal pernyataan Ade Puspitasari yang mengatakan bahwa penangkapan Rahmat Effendi itu sebagai pembunuhan karakter dan partainya tengah diincar.

Senior partai berlambang pohon beringin itu tidak sependapat dengan pernyataan Ade Puspitasari yang juga Ketua DPD Golkar Kota Bekasi.

Selain itu Agung juga tidak sepakat bahwa partainya “sedang diincar” dalam beberapa kasus hukum.

Agung menegaskan bahwa pernyataan Ade itu hanya pendapat personal Ade sendiri tidak mewakili Partai Golkar.

“Saya yakin secara formil tidak seperti itu. Itu semua adalah personal-personal, tindakan pribadi-pribadi,” ujar Agung di kantor DPP Golkar, Selasa (11/1/2022)

Sosok yang saat ini menjabat sebagai Watimpres ini pun berpandangan bahwa pernyataan Ade tersebut sebagai reaksi seorang anak.

“Kalau itu disampaikan oleh Ade, itu harus dilihat sebagai pembelaan seorang putri terhadap seorang ayah, jadi saya kira boleh-boleh saja bicara seperti itu,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua DPD Golkar Kota Bekasi, yang juga putri kandung Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, Ade Puspitasari, memberi pernyataan soal operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK terhadap ayahnya.

Dia menilai KPK telah melakukan pembunuhan karakter. Pernyataan tersebut disampaikan Ade dalam agenda pelantikan Pengurus Kecamatan Partai Golkar Se-Kota Bekasi di Graha Girsang Jatiasih, Bekasi Selatan, Sabtu (8/1/2022).

Di hadapan kader Golkar Kota Bekasi, Ade menyebut tidak ada uang sepeser pun yang dibawa KPK saat melakukan penangkapan terhadap ayahnya, yang akrab disapa Pepen. Dia menilai penangkapan ini adalah upaya menjatuhkan nama baik ayahnya.

“Saksinya banyak, stafnya yang di rumah itu saksi semua. Bagaimana Pak Wali dijemput di rumah, bagaimana Pak Wali hanya membawa badan. KPK hanya membawa badan Pak Wali, tidak membawa uang sepeser pun,” kata Ade dalam potongan video agenda ini beredar di media sosial (medsos).**

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *