Komunitas Prabu Peduli Lingkungan Ancam Tutup TPA Burangkeng

- Editor

Sabtu, 7 September 2024 - 07:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komunitas Prabu Peduli Lingkungan dan Bangkit Tani Pasundan melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Pemerintah Kabupaten Bekasi, Kecamatan Cikarang Pusat, Jumat (6/9/2024).

Komunitas Prabu Peduli Lingkungan dan Bangkit Tani Pasundan melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Pemerintah Kabupaten Bekasi, Kecamatan Cikarang Pusat, Jumat (6/9/2024).

BEKASI, Mediakarya – Komunitas Prabu Peduli Lingkungan dan Bangkit Tani Pasundan melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Pemerintah Kabupaten Bekasi, Kecamatan Cikarang Pusat, Jumat (6/9/2024). Mereka datang dengan membawa sebuah truk berisi sampah dan meminta audiensi kepada Pj Bupati Bekasi dan Ketua DPRD Kabupaten Bekasi.

Ketua Prabu Peduli Lingkungan, Carsa Hamdani, menjelaskan bahwa 95 persen sampah, terutama dari Pasar Induk Cibitung merupakan sampah organik basah. “Penanganan sampah jenis ini memerlukan perhatian khusus, namun sayangnya proses pengangkutan dan pembuangannya masih jauh dari ideal,” ujar Carsa, disela sela aksi.

Dia menyoroti dua masalah utama dalam pengelolaan sampah tersebut. Pertama, proses pengangkutan yang tidak menggunakan armada sesuai standar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). “Akibatnya, terjadi pencemaran lingkungan dan risiko kecelakaan lalu lintas akibat tetesan air lindi di jalan,” jelasnya.

Kedua, pembuangan sampah di TPA Burangkeng yang masih menggunakan metode open dumping. Menurut Hamdani, praktik ini melanggar Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah. “Selain itu, penumpukan sampah pasar yang menghasilkan gas metan tinggi berpotensi menyebabkan ledakan, longsor, atau kebakaran di TPA,” tambahnya.

Menanggapi situasi tersebut, Prabu Peduli Lingkungan mengajukan beberapa tuntutan kepada pemerintah daerah. Di antaranya, mereka menuntut keterbukaan informasi publik terkait pengelolaan sampah pasar, pemberhentian kepala dinas terkait, penerbitan Perda tentang pengelolaan sampah, serta perbaikan infrastruktur pengelolaan sampah dan air limbah.

Baca Juga:  Amin Rais Bongkar Sosok di Balik Terhambatnya Komunikasi Sejumlah Menteri dengan Presiden

“Kami juga menuntut jaminan kesejahteraan bagi pemulung dan warga sekitar TPA Burangkeng yang terdampak. Selain itu, kami meminta dibentuknya kelompok kerja penanganan sampah yang melibatkan aktivis lingkungan,” tegas Carsa.

Dia mengatakan pihaknya beberapa waktu lalu sudah melayangkan surat kepada Pj Bupati Bekasi untuk meminta waktu audiensi. “Tapi, surat kami tidak diindahkan, kami tidak ditanggapi,” ungkapnya.

Karena itu, pihaknya hari ini melakukan aksi unjuk rasa dengan membawa sebuah truk sampah. “Apa perlu kami tumpahkan sampah di kantor pemda? Dan kalau masih tidak ada tanggapan, puluhan truk sampah akan kami tumpahkan di kantor pemda,” katanya.

Carsa menambahkan, jika memang masih tidak ada tanggapan, pihaknya tidak segan-segan akan menutup TPA Burangkeng yang merupakan aset vital tempat pembuangan akhir seluruh masyarakat Kabupaten Bekasi.

Komunitas Prabu Peduli Lingkungan berharap pemerintah daerah segera merespons tuntutan mereka dan mengambil langkah konkret untuk memperbaiki sistem pengelolaan sampah di Kabupaten Bekasi. “Ini bukan hanya masalah lingkungan, tapi juga menyangkut kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Carsa. (Pri)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Membongkar Kebohongan Jokowi dalam Kasus Rempang-Galang
Analis Politik Irwan Suhanto: Kasus Febrie Adriansyah Jangan Dijadikan Alasan Melemahkan Supremasi Sipil
Petugas Sensus Ekonomi di Kota Bekasi Terbentur di Kawasan Elit
Buka Peluang Kerja Gen Z, Korps Alumni KNPI Jakarta Timur Desak Pemprov Gandeng Duta Besar
Fenomena Kepala Daerah Andalkan Medsos Jadi Sarana Pencitraan: Menara Pasir Popularitas Pemimpin Populis
Pengelolaan Gedung Balai Rakyat Tak Dapat Kejelasan, Warga Desak Lurah Kayuringin dan Kepala BPKAD Segera Dicopot
PDAB Tirtatama DIY Raih Pemred Award 2026 atas Komitmen Hadirkan Layanan Air Bersih Berkualitas
Pemkot Bekasi Serahkan Pengelolaan Pasar Baru Bekasi Kepada PTMP

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:37 WIB

Membongkar Kebohongan Jokowi dalam Kasus Rempang-Galang

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:30 WIB

Analis Politik Irwan Suhanto: Kasus Febrie Adriansyah Jangan Dijadikan Alasan Melemahkan Supremasi Sipil

Selasa, 28 Juli 2026 - 10:52 WIB

Petugas Sensus Ekonomi di Kota Bekasi Terbentur di Kawasan Elit

Senin, 27 Juli 2026 - 10:42 WIB

Buka Peluang Kerja Gen Z, Korps Alumni KNPI Jakarta Timur Desak Pemprov Gandeng Duta Besar

Senin, 27 Juli 2026 - 08:48 WIB

Fenomena Kepala Daerah Andalkan Medsos Jadi Sarana Pencitraan: Menara Pasir Popularitas Pemimpin Populis

Berita Terbaru

Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW), Iskandar Sitorus.

Ekonomi & Bisnis

Membongkar Kebohongan Jokowi dalam Kasus Rempang-Galang

Selasa, 28 Jul 2026 - 21:37 WIB

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Nasional

Pakar Komunikasi Inii Ungkap Bahayanya Narsisisme Birokrasi

Selasa, 28 Jul 2026 - 12:13 WIB