ACEH UTARA, Mediakarya –
Dinas Pendidikan (PK) Aceh, Cabang Aceh Utara mengaku miris ternyata masih banyak siswa SLTA yang belum bisa mengaji atau membaca Al Qur’an.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Aceh, Cabang Aceh Utara Ahmad Yamani saat audiensi di kantor Bupati Aceh Utara yang yang dikuti oleh 95 peserta. Masing terdiri dari 10 orang pengawas, 54 Kelapa sekolah SLTA, dan 25 kepala sekolah SMK, dan 5 kepala Sekolah SLB.
Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Pendidikan meminta bimbingan dan petunjuk teknis dari Bupati Aceh Utara untuk memajukan dunia pendidikan yang berkualitas, di jenjang SLTA, dan SLB.
“Kami butuh bimbingan Bapak Bupati untuk memajukan Pendidikan tingkat SLTA dan SLB di Aceh Utara, agar nantinya Pendidikan dapat lebih berkwalitas,” kata Yamin di sela-sela audiensi di kantor Bupati Aceh Utara, Sabtu (22/1/2022).
Menurut dia, keberhasilan anak didik dalam proses mengajar bukan saja menjadi tanggung jawab pihak sekolah sepenuhnya. Namun orang tua siswa juga harus berperan aktif dalam membimbing dan mengajarkan ulang di saat anak tiba di rumah.
Yamani mengungkapkan, pihaknya memiliki catatan penting yang perlu mendapat perhatian bersama. Mengingat masih ada 113 anak siswa SLTA belum bisa mengaji.
“Ingin kami laporkan, dalam hal ini ada 113 siswa kita masih belum bisa mengaji. Sangat miris jika kita melihat data ini, saya berharap ke depan, kita dapat minta rekomendasi pimpinan pesantren untuk bisa membuat perobahan pendidikan ke arah lebih baik kedepannya,” harap Yamani.
Semantara dalam audiensi tersebut, ketua majelis pendidikan, Abdul kadir, juga menyampaikan pesan untuk membangun pendidikan di tingkat SLTA yang ada di Aceh Utara agar lebih baik.
“Alhamdulillah hari ini kita bisa beraudensi dengan Kepala Daerah. Selama ini terkesanĀ SLTA, SLB, SMKĀ jalan sendiri sendiri, ini tidak benar, hari ini terbukti bahwa kita bangun pendidikan bersama-sama, mari kita kerja sama,” katanya.
Dirinya juga berharap tidak ada lagi kesenjangan antara sekolah yang ada di kota dengan sekolah yang ada pedalaman.
Menanggapi hal itu, Bupati Aceh Utara Muhammad Tayib berharap dengan terjalinnya silaturahmi ini dapat membawa berkah bagi semua pihak yang tengah menjalankan tugas memajukan dunia pendidikan.
“Saya berharap kepada dinas pendidikan bagi anak anak yang tidak bisa baca Qur’an untuk tidak di terima di SLTA, SMA, dan SMK,” ujar Cek Mad, sebutan akrabnya.
Bupati juga mengimbau orang tua siswa agar tetap melakukan kontrol terhadap anaknya. Selain itu, dapat menerapkan disiplin dan perduli terhadap pelajarannya.
Cek Mad tidak sepakat jika ada orang tua hanya berharap kepada para guru semata dalam mendidik anak.
“Orang tua memiliki tanggung jawab untuk mengarahkan anaknya ke jalan yang benar. Dan ke depan kita harapkan tidak ada lagi siswa di tingkat SLTA yang belum bisa membaca Qur’an,” tutup Cek Mad. (Zul)






