Novel Baswedan Mengaku Ketahui Beking Azis Syamsuddin di KPK

- Editor

Rabu, 6 Oktober 2021 - 08:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tersangka dugaan suap DAK Lampung Tengah,  Azis Syamsuddin

Tersangka dugaan suap DAK Lampung Tengah, Azis Syamsuddin

JAKARTA, Mediakarya – Mantan Wakil Ketua DPR RI  Azis Syamsuddin disebut mempunyai delapan orang di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diduga bisa  digerakkan untuk mengamankan suatu perkara atau makelar kasus (Markus).

Hal itu terungkap saat Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Sekretaris Daerah Walikota Tanjungbalai Yusmada  dicroscek JPU KPK. Dalam percakapan antara Yusmada dengan Wali Kota Tanjungbalai, M Syahrial, disebutkan  Azis Syamsuddin memilki delapan orang di lembaga antirasuah untuk mengamankan perkara.

“Saksi (Yusmada) menerangkan bahwa M Syahrial mengatakan dirinya bisa kenal dengan Robin karena dibantu dengan Azis Syamsuddin Wakil Ketua DPR RI, karena dipertemukan di rumah Azis di Jakarta. M Syahrial juga mengatakan bahwa Azis punya delapan orang di KPK yang bisa digerakkan oleh Azis untuk kepentingan Azis Syamsuddin, salah satunya Robin,” ungkap jaksa saat bacakan BAP di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (4/10/2021) lalu.

Sementara itu, mantan Penyidik KPK Novel Baswedan mengaku mengetahui delapan orang yang bisa digerakkan mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin di Lembaga Antirasuah tersebut.

Menanggapi pernyataan Novel, Dewan Pengawas (Dewas) KPK anggota Dewas KPK Albertina Ho, meminta Novel melapor jika mengetahui orangnya.

“Yang penting disertai bukti-bukti,” kata Albertina,  Rabu, (6/10/2021).

Sebelumnya, Novel mengaku sudah pernah malaporkan dugaan adanya beking untuk Azis Syamsuddin ke Dewas. Namun, laporannya tidak ditindaklanjuti.

Baca Juga:  Pemkab Aceh Barat Gelar Sosialisasi Pemilu Bagi Pemilih Pemula

Namun, Albertina membantah Novel pernah melaporkan dugaan itu. Menurut dia, tidak pernah ada laporan masuk tentang dugaan adanya orang yang bisa digerakkan Azis di KPK.

Novel diminta memberitahu informasi tentang itu jika mengetahui orangnya. Dewas menjamin akan menindaklanjuti laporan Novel.

“Dewas menerima laporan dugaan pelanggaran kode etik dari siapa pun,” tutur Albertina dilasnir dari Medcom.

Baca: Novel Baswedan Klaim Sudah Pernah Laporkan Beking Azis Syamsuddin

KPK menegaskan akan menindak orang yang membantu Azis di instansinya. Lembaga Antikorupsi bakal mendalami dan mencari orang yang diduga membantu Azis.

“Kami memastikan setiap fakta sidang tentu akan di kroscek ulang dengan keterangan saksi lain ataupun terdakwa,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK bidang penindakan Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Senin, 4 Oktober 2021.

Ali mengatakan pendalaman akan dilakukan dengan mencari barang bukti dan pemanggilan saksi. Keterangan satu orang dinilai lemah untuk menyimpulkan dugaan itu.

Pendalaman juga akan dilakukan dengan mendalami fakta persidangan. KPK menegaskan tidak akan memandang bulu jika benar ada orang yang bisa digerakkan Azis di markasnya. (dji)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

NCW Tuding Wali Kota Bekasi Bohongi Publik Soal BEP PT Migas, Kejagung Justru Bongkar Korupsi Rp2 Triliun
Bos Charta Politika Ungkap Dipanggil Prabowo Lewat Seskab Teddy, Tolak Tawaran Jabatan
Mandat Rakyat vs Arogansi Jabatan, Ganjar dan KDM Beda Sikap Hadapi Kritik Warga
Haidar Alwi Apresiasi Langkah KSP Listyo Sigit  Tempatkan Lapangan Kerja dan Cegah PHK di Jantung Industrialisasi Nasional
Komisi III DPR Desak Polri Usut Kasus Tewasnya Bharada Valdo di Markas Polairud
Daksinapati UI: Topografi Hukum Berubah, Era Geng Solo Tak Kebal Hukum Berakhir
MUI dan Kemenag Didesak Boikot Ceramah Alwi Assegaf: Dakwahnya Transaksional, Nodai Agama
Ahmad Safrudin Desak Alih Fungsi Hutan dan Gambut Dihentikan, Karhutla Ancam Kesehatan dan Iklim

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:56 WIB

NCW Tuding Wali Kota Bekasi Bohongi Publik Soal BEP PT Migas, Kejagung Justru Bongkar Korupsi Rp2 Triliun

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:19 WIB

Bos Charta Politika Ungkap Dipanggil Prabowo Lewat Seskab Teddy, Tolak Tawaran Jabatan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:41 WIB

Mandat Rakyat vs Arogansi Jabatan, Ganjar dan KDM Beda Sikap Hadapi Kritik Warga

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Haidar Alwi Apresiasi Langkah KSP Listyo Sigit  Tempatkan Lapangan Kerja dan Cegah PHK di Jantung Industrialisasi Nasional

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:15 WIB

Komisi III DPR Desak Polri Usut Kasus Tewasnya Bharada Valdo di Markas Polairud

Berita Terbaru