Pemerintah Jamin Stabiltas Harga, Asosiasi Pedagag Daging Indonesia Batal Mogok Jualan

Sekjen APDI Yayan Suryana (baju putih) usai rapat dengan Dirjen PKH Kementan, Senin (5/1/2026).

JAKARTA, Mediakarya – Para pedagang daging yang tergabung dalam Asosiasi Pedagag Daging Indonesia (APDI) akhirmya membatalkan rencana mogok berjualan yang sedianya dimulai pada Selasa (6/1/2026). Hal tersebut menyusul dengan Kebijakan Kementerian Pertanian yang menjamin akan stabilitas harga daging sapi di pasaran.

“Setelah kami mengadakan rapat bersama Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian, akhirnya ada jalan keluar bahwa pemerintah menjamin ketersediaan daging sapi untuk dua pekan kedepan aman dengan harga stabil. Oleh karena itu, APDI menyepakati bahwa aksi mogok berjualan dibatalkan,” ungkap Sekjen APDI Yayan Suryana kepada wartawan di Jakarta, Senin (5/1/2026).

Terkait dengan hasil pertemuan antara APDI dengan Kementan, Yayan mengimbau agar seluruh anggotanya agar menunda rencana aksi mogok berjualan.

“Ini sebagai tindak lanjut keseriusan Kementan dalam menyikapi gejolak harga daging di pasaran. Dan pihak Kementan sendiri akan melakukan kunjungan langsung ke RPH Cakung,” tegas Yayan.

Sementara itu, pihak Dirjen PKH mengakui bahwa pascaadanya gejolak harga daging sapi, pihaknya mengundang para pelaku usaha persapian di antaranya Gapuspindo, APDI, JAPDI, dalam rangka mencermati kondisi daging sapi yag terjadi saat ini.

“Kami sampaikan bahwa stok daging sapi saat ini dalam dua pekan ke depan masih cukup, dan masyarakat tidak usah khawatir dan dalam dua minggu ke depan tidak ada kenaikan harga,” kata salah satu pejabat perwakilan PKH.

Adapun adanya kenaikan harga sebelumnya karena adanya kenaikan harga di hulu (negara asal). Karena Gapuspindo selama ini mendatangkan sapi impor.

“Karena harga sapi dari negara asal itu impor, maka kita mengikuti harga dolar. Namun demikian dipastikan dalam dua pekan kedepan stok  daging sapi aman dan tidak ada kenaikan harga,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, para pedagang daging sapi se-Jadebotabek yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) pada 6 Januari (besok) berencana melekukan aksi mogok berjualan secara serentak.

Aksi mogok tersebut sebagai bentuk protes para pedagang daging atas tingginya harga faktur sapi timbang hidup hingga mengakibatkan melonjaknya harga daging di pasaran.

Sekjen APDI Yayan Suryana menegaskan, meski hari raya idul fitri mash 2 bulan kedepan, namun gejolak harga daging sapi mulai dirasakan oleh sejumlah pelaku usaha daging di awal tahun 2026 ini.

Kondisi itu terjadi lantaran tingginya harga faktur timbang sapi hidup yang mencapai Rp53 ribu hingga Rp55 rubu perkilo gram sejak 3 bulan teakhir.

“Tingginya harga daging tersebut membuat para pedagang berencana menggelar aksi mogok berjualan secara serentak yang dimulai dari 6 Januari hingga waktu yang belum ditentukan,” ujar Yayan kepada Mediakarya di Jakarta, Ahad (4/1/2026).

Menurut Yayan, tingginya harga daging sapi berimbas pada ketidakmampuan pedagang untuk menghadapi konsumen di pasar. Seingga tidak ada jalan lain selain melakukan aksi mogok. (Edr)

Exit mobile version