Pemerintah Jamin Stabiltas Harga, Asosiasi Pedagag Daging Indonesia Batal Mogok Jualan

- Editor

Selasa, 6 Januari 2026 - 05:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekjen APDI Yayan Suryana (baju putih) usai rapat dengan Dirjen PKH Kementan, Senin (5/1/2026).

Sekjen APDI Yayan Suryana (baju putih) usai rapat dengan Dirjen PKH Kementan, Senin (5/1/2026).

JAKARTA, Mediakarya – Para pedagang daging yang tergabung dalam Asosiasi Pedagag Daging Indonesia (APDI) akhirmya membatalkan rencana mogok berjualan yang sedianya dimulai pada Selasa (6/1/2026). Hal tersebut menyusul dengan Kebijakan Kementerian Pertanian yang menjamin akan stabilitas harga daging sapi di pasaran.

“Setelah kami mengadakan rapat bersama Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian, akhirnya ada jalan keluar bahwa pemerintah menjamin ketersediaan daging sapi untuk dua pekan kedepan aman dengan harga stabil. Oleh karena itu, APDI menyepakati bahwa aksi mogok berjualan dibatalkan,” ungkap Sekjen APDI Yayan Suryana kepada wartawan di Jakarta, Senin (5/1/2026).

Terkait dengan hasil pertemuan antara APDI dengan Kementan, Yayan mengimbau agar seluruh anggotanya agar menunda rencana aksi mogok berjualan.

“Ini sebagai tindak lanjut keseriusan Kementan dalam menyikapi gejolak harga daging di pasaran. Dan pihak Kementan sendiri akan melakukan kunjungan langsung ke RPH Cakung,” tegas Yayan.

Sementara itu, pihak Dirjen PKH mengakui bahwa pascaadanya gejolak harga daging sapi, pihaknya mengundang para pelaku usaha persapian di antaranya Gapuspindo, APDI, JAPDI, dalam rangka mencermati kondisi daging sapi yag terjadi saat ini.

“Kami sampaikan bahwa stok daging sapi saat ini dalam dua pekan ke depan masih cukup, dan masyarakat tidak usah khawatir dan dalam dua minggu ke depan tidak ada kenaikan harga,” kata salah satu pejabat perwakilan PKH.

Baca Juga:  Apa Kata Tuhan ke Anies?

Adapun adanya kenaikan harga sebelumnya karena adanya kenaikan harga di hulu (negara asal). Karena Gapuspindo selama ini mendatangkan sapi impor.

“Karena harga sapi dari negara asal itu impor, maka kita mengikuti harga dolar. Namun demikian dipastikan dalam dua pekan kedepan stok  daging sapi aman dan tidak ada kenaikan harga,” terangnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, para pedagang daging sapi se-Jadebotabek yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) pada 6 Januari (besok) berencana melekukan aksi mogok berjualan secara serentak.

Aksi mogok tersebut sebagai bentuk protes para pedagang daging atas tingginya harga faktur sapi timbang hidup hingga mengakibatkan melonjaknya harga daging di pasaran.

Sekjen APDI Yayan Suryana menegaskan, meski hari raya idul fitri mash 2 bulan kedepan, namun gejolak harga daging sapi mulai dirasakan oleh sejumlah pelaku usaha daging di awal tahun 2026 ini.

Kondisi itu terjadi lantaran tingginya harga faktur timbang sapi hidup yang mencapai Rp53 ribu hingga Rp55 rubu perkilo gram sejak 3 bulan teakhir.

“Tingginya harga daging tersebut membuat para pedagang berencana menggelar aksi mogok berjualan secara serentak yang dimulai dari 6 Januari hingga waktu yang belum ditentukan,” ujar Yayan kepada Mediakarya di Jakarta, Ahad (4/1/2026).

Menurut Yayan, tingginya harga daging sapi berimbas pada ketidakmampuan pedagang untuk menghadapi konsumen di pasar. Seingga tidak ada jalan lain selain melakukan aksi mogok. (Edr)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Sekolah dan Guru Adu Inovasi AI di Acer Smart School Awards 2026, Hadiah Rp600 Juta
Penyidik Jampidsus Geledah 2 Ruangan Di Bapenda Kota Bekasi, Sejumlah Berkas Turut Dibawa
Dapur MBG Bermasalah, Guru dan Wartawan Jadi Pihak Tertuduh
Perkuat Perlindungan Wisatawan dan Pariwisata Nasional, BPKN Dukung Asuransi Wajib Turis Asing
FAST Indonesia Sebut Mafia Tanah Kerap Berlindung di Balik Jubah Pejabat Negara
KM Virgo Terbalik, 6 Tewas dan 129 Masih Dicari, Brigjen Pol. Hastry Kerahkan Tim DVI
Pencetak Rekor di Golkar, Fahd Rafiq Penyandang Status Tersangka Hingga Ketiga Kali
Dukung KPK Usut Kasus Suap di ATR/BPN,  BPKN Imbau Penegakan Hukum Jangan Berhenti di Hilir

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 23:17 WIB

Sekolah dan Guru Adu Inovasi AI di Acer Smart School Awards 2026, Hadiah Rp600 Juta

Kamis, 17 September 2026 - 20:30 WIB

Penyidik Jampidsus Geledah 2 Ruangan Di Bapenda Kota Bekasi, Sejumlah Berkas Turut Dibawa

Kamis, 17 September 2026 - 18:07 WIB

Dapur MBG Bermasalah, Guru dan Wartawan Jadi Pihak Tertuduh

Rabu, 16 September 2026 - 13:59 WIB

Perkuat Perlindungan Wisatawan dan Pariwisata Nasional, BPKN Dukung Asuransi Wajib Turis Asing

Rabu, 16 September 2026 - 11:08 WIB

FAST Indonesia Sebut Mafia Tanah Kerap Berlindung di Balik Jubah Pejabat Negara

Berita Terbaru

Tim penyidik Kejaksaan Agung telah melaksanakan serangkaian tindakan hukum, meliputi penggeledahan di sejumlah tempat, termasuk di beberapa kantor perusahaan yang diduga terlibat.  (Foto: Mame)

Hukum

Kejaksaan Agung Geledah Kantor Wali Kota Bekasi

Kamis, 17 Sep 2026 - 18:23 WIB

Ekonomi & Bisnis

Dapur MBG Bermasalah, Guru dan Wartawan Jadi Pihak Tertuduh

Kamis, 17 Sep 2026 - 18:07 WIB

Idrus Mony (Foto: HNN)

Opini

Negeri Para Bandit

Kamis, 17 Sep 2026 - 17:50 WIB