Pengamat Hukum: Pemasangan Spanduk “Tolak KPK” Bentuk Kepanikan Pejabat Kota Bekasi

- Editor

Senin, 22 Desember 2025 - 13:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Praktisi sekaligus akademisi hukum, Suherman Nasution, SH, MH

Praktisi sekaligus akademisi hukum, Suherman Nasution, SH, MH

JAKARTA, Mediakarya – Munculnya spanduk bertuliskan “#Jaga Wali Kota Bekasi, Tolak KPK obok-obok Kota Bekasi” di sudut jalan Kota Bekasi menuai sorotan. Spanduk tersebut viral di media sosial menyusul Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjerat Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang, ayahnya HM Kunang, serta pihak swasta bernama Sarjan pada Kamis (18/12/2025).

Praktisi sekaligus akademisi hukum, Suherman Nasution, SH, MH, menilai gerakan pemasangan spanduk itu mengindikasikan adanya kepanikan dari pejabat Kota Bekasi,. Karena berdasarkan infirmasi bahwa KPK akan melakukan pengembangan dalam kasus tersebut. Tidak menutup kemungkinan dapat menyeret pejabat di Kota Bekasi.

“Saya pikir itu adalah bentuk perbuatan yang menunjukkan dugaan kuat adanya keterlibatan pejabat di Kota Bekasi. Kalau memang tidak terlibat, tidak perlu adanya gerakan-gerakan seperti itu,” ujar Suherman, kepada Mediakarya, Senin (22/12/2025).

Menurut Suherman, pihak yang tidak terlibat tidak perlu merasa takut terhadap proses hukum KPK. Dia menekankan, munculnya gerakan tersebut justru menunjukkan potensi kuat keterlibatan pihak tertentu.

Spanduk bertuliskan “#Jaga Wali Kota Bekasi Tolak KPK obok-obok Kota Bekasi” terpampang di sudut jalan Kota Bekasi, yang tersebar di media sosial.

Lebih lanjut, Suherman melihat gerakan pemasangan spanduk itu sebagai bentuk kekhawatiran terhadap pengembangan penyidikan KPK. Dia menduga penyidikan tersebut mungkin akan menyasar pejabat-pejabat lain, termasuk kemungkinan pejabat Kota Bekasi.

Baca Juga:  Tata Kelola Keuangan Lemah, KPK Sebut Bekasi masih Rawan Korupsi

“Tentunya KPK yang tahu terkait pejabat-pejabat siapa saja yang diduga terlibat dalam praktik korupsi tersebut,” ungkapnya.

Dia menambahkan, spanduk tersebut seperti upaya menarik perhatian dan mengajak seluruh elemen masyarakat Kota Bekasi untuk ikut serta menjaga wali kotanya. Namun, Suherman yakin masyarakat Bekasi sudah cerdas dalam menyikapi hal ini.

“Masyarakat sudah cerdas. Siapa pun yang terlibat dalam kasus korupsi, masyarakat akan mendukung dan mendorong sepenuhnya KPK untuk memproses dan menindak siapa saja yang terlibat,” katanya.

Suherman menegaskan, tidak terkecuali wali kota sekalipun, jika terbukti terlibat, KPK harus menegakkan hukum. Menurutnya, masyarakat Bekasi akan bersama-sama KPK mengungkap keterlibatan siapa saja yang terkait dalam pusaran korupsi tersebut.

Di samping itu, Suherman juga meminta aparat penegak hukum untuk memproses dan mencari tahu siapa dalang di balik pemasangan spanduk-spanduk tersebut. “Tidak mungkin kalau tidak ada yang menyuruh, atau spontan gerakan masyarakat yang memasang spanduk itu. Pasti ada yang menyuruhnya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Renungan Kemerdekaan: Masa Depan Demokrasi dan Hukum
Pakar Komunikasi Ini Apresiasi atas Penghargaan Diraih Polres Pamekasan dari Kapori
Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, IPPS Sebut Saatnya Jauhkan Prabowo dari Mikrofon
Peringatan Perdamaian Aceh Berujung Pengibaran Bendera Bulan Bintang
Cermin Retak Pemimpin Pesolek: Menggugat Ilusi KDM
MC Viral Tawarkan Hadiah Miras Bagi Penghafal Al-Quran, Ini Kata Polisi
LPKAN Minta Polri Tindak Tegas Terduga Penista Agama di Booth Miras dalam Festival Musik The Sounds Project
Proklamasi Kemerdekaan dan Chomsky

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 21:25 WIB

Renungan Kemerdekaan: Masa Depan Demokrasi dan Hukum

Minggu, 16 Agustus 2026 - 20:52 WIB

Pakar Komunikasi Ini Apresiasi atas Penghargaan Diraih Polres Pamekasan dari Kapori

Minggu, 16 Agustus 2026 - 15:58 WIB

Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, IPPS Sebut Saatnya Jauhkan Prabowo dari Mikrofon

Minggu, 16 Agustus 2026 - 07:46 WIB

Peringatan Perdamaian Aceh Berujung Pengibaran Bendera Bulan Bintang

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:36 WIB

Cermin Retak Pemimpin Pesolek: Menggugat Ilusi KDM

Berita Terbaru

Rektor Universitas Paramadina dan Pendiri Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Prof Dr Didik J Rachbini. (Ist)

Headline

Renungan Kemerdekaan: Masa Depan Demokrasi dan Hukum

Senin, 17 Agu 2026 - 21:25 WIB

Pekerja pelabuhan saat menurunkan beras impor. (Ist)

Opini

Kenapa Beras Fortifikasi Menjamur di Retail Modern?

Minggu, 16 Agu 2026 - 20:59 WIB