JAKARTA, Mediakarya — Gelombang demonstrasi yang terjadi sejak pertengahan Agustus 2025 di Jakarta terus menimbulkan keprihatinan. Aksi yang dipicu oleh video seorang anggota DPR berjoget dalam Sidang Tahunan MPR pada 15 Agustus lalu itu berujung pada kerusakan fasilitas umum, penjarahan, hingga korban jiwa seorang pengemudi ojek online.
Fenomena ini dinilai sebagai puncak dari akumulasi kekecewaan masyarakat terhadap kinerja DPR. Kritik publik yang awalnya sebatas komentar di ruang maya kemudian menjelma menjadi aksi besar pada 25 Agustus 2025 di depan Gedung DPR/MPR, Senayan, dengan tuntutan pembubaran lembaga legislatif tersebut.
Pengamat kebijakan publik Sugiyanto (SGY) menilai kondisi Jakarta saat ini bagaikan “benang kusut” yang harus segera diurai agar tidak menimbulkan dampak lebih luas. Ia menegaskan bahwa Jakarta adalah rumah bersama yang harus dijaga oleh seluruh warga.
“Jakarta ini kampung kita bersama. Semua masyarakat memiliki kewajiban untuk menjaga, merawat, dan memelihara kedamaian serta kerukunan sosial di ibu kota negara ini,” ujar SGY di Jakarta, Minggu (31/8/2025).