BEKASI, Mediakarya – Lalu lintas kendaraan di sejumlah ruas jalan di Cikarang Selatan lumpuh akibat blokade yang dilakukan massa Aliansi Buruh Bekasi Melawan (BBM), Rabu, 17 November 2021, siang.
Kemacetan terjadi di ruas Jalan Cikarang-Cibarusah dan Jalan M.H. Thamrin. Di Jalan Cikarang – Cibarusah, kemacetan bahkan terjadi hingga ruas Tegalgede.
Pada awalnya massa aliansi BBM hendak berunjuk rasa ke Kompleks Pemkab Bekasi, tetapi urung lantaran di sana gerbang pun ditutup sehingga tak dapat menyampaikan aspirasi secara langsung.
Sekira 5.000 buruh pun satu komando memblokade jalan di Kawasan EJIP mulai 14.40 WIB hingga pukul 16.50-an.
“Rencana memang di pemda, tapi kita rubah rutenya jadi keliling Jababeka, EJIP, Hyundai, Delta Sillicon. Karena kami paham, kalau di Pemda, Plt Bupati juga ga mau nemuin. Gerbang pun ga dibuka, jadi ga bakal didengar,” kata Perwakilan FSPMI Bekasi dari Aliansi BBM, Fresa.
Fresa menyebutkan aksi ini lantaran, Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi Akhmad Marjuki dituding ingkar janji terkait rencana Surat Keputusan (SK) Upah Diatas Upah Minimum (UD).
“Janji SK UDUM 16 Nvpember, tapi hingga sekarang tidak ada kepastian, isu kedua kami gaungkan melawan rencana kenaikan upah minimal 1,09 persen tahun 2022 mendatang,” kata dia.
Kebijakan itu menurut dia tidak adil untuk kaum buruh. Aksi ini dilakukan secara serentak di seluruh daerah.
“Ini aksi pemanasan kami,” kata dia.
Aksi itu diikuti 19 serikat pekerja dan dipimpin langsung oleh Koordinator Aliansi BBM Suparno yang juga Ketua DPW FSPMI Jabar.
Usai membubarkan diri secara tertib, massa buruh kembali ke titik kumpul masing – masing. (Sygy)






