Pramono Anung Berpotensi Jadi Kuda Hitam Pada Pilres Mendatang

- Editor

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jakarta Pramono Anung

Gubernur Jakarta Pramono Anung

JAKARTA, Mediakarya – Meski Pemilihan Presiden (Pilpres) berikutnya masih cukup jauh di 2029 mendatang, dinamika politik sering kali mulai menghangat lebih awal.

Hal itu ditandai dengan berbagai manuver partai, pembentukan opini publik, dan munculnya tokoh-tokoh potensial di media.

Sederet figur populer, baik dari kalangan kepala daerah, menteri, maupun pimpinan partai, mulai aktif membangun citra digital dan meningkatkan elektabilitas melalui berbagai program kerja.

Sejumlah tokoh muda dan pemimpin daerah yang saat ini tengah naik daun di antaranya, Anies Baswedan, Pramono Anung, Dedi Mulyadi, Gibran Rakabuming Raka, dan Prabowo Subianto sendiri yang dipastikan kembali maju pada Pilpres mendatang.

Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid, memperkirakan bahwa Pilpres 2029 mendatang pemilih dari generasi milenial dan Gen Z bakal mendominasi hingga lebih dari 60% total pemilih.

Dari sejumlah tokoh yang saat ini santer diperbincangkan di media sosial, nama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memiliki potensi besar untuk menjadi figur kuda hitam dalam bursa Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.

Selain posisinya sebagai kepala daerah strategis DKI Jakarta, jejaring politik politisi PDI Perjuangan itu juga dinilai cukup berpengalaman di pemerintahan.

Baca Juga:  Inisiator GNK: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Pemimpin yang Meneduhkan

“Pengalaman memimpin wilayah strategis seperti Jakarta menjadi panggung penting untuk membuktikan kapasitas kerja nyata, penataan kota, dan manajemen birokrasi menjadi modal Pramono untuk menarik simpati publik,” ujar Habib Syakur saat diwawancarai Mediakarya melalui sambungan teleponnya, Jumat (28/8/2026).

Tidak hanya itu, kedekatannya dengan sejumlah elit partai dan pernah menjadi Sekjen PDI Perjuangan, serta jejaring luas dengan berbagai elite kekuasaan menjadikan Pramono sebagai figur yang perlu diperhitungkan.

Menurutnya, gaya kepemimpinan Pramono Anung memang dikenal lebih mengutamakan substansi, penyelesaian masalah (problem solving), dan kinerja nyata ketimbang sekadar mengandalkan gimik atau popularitas visual di media sosial.

Habib Syakur mengungkapkan, sejak memimpin Jakarta, secara konsisten Pramono Anung menerapkan pendekatan yang tenang namun taktis dalam mengeksekusi program di lapangan.

Meskipun tetap memanfaatkan platform digital sebagai instrumen transparansi dan akuntabilitas kepemimpinan, Pramono memosisikan media sosial sebagai pendukung eksposur kinerja, bukan sebagai panggung utama pembuatan kebijakan.

“Oleh karenanya, kami menilai Pramono Anung memiliki potensi kuat untuk masuk dalam bursa calon presiden pada Pilpres 2029 berkat posisinya sebagai Gubernur DKI Jakarta dan pengalaman eksekutifnya yang luas,” pungkasnya. (Edar)

 

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Rapor Merah Kabinet Prabowo, Bahlil dan Pigai Terjerembab di Dasar Survei CELIOS
Pengamat: Usia Panjang Golkar Belum Jamin Jadi Partai Rakyat, Masih Bertumpu pada Elite dan Kekuasaan
Elektabilitas Salip Prabowo, Prabu Foundation Sarankan KDM Tinggalkan Gerindra: Kembali ke Golkar 
Dari Pemenang Pileg Jadi Korban Reshuffle: Nasib Tragis Kader Golkar Jabar
Pasca Putusan MK Soal Ijazah Gibran, GNK Desak Aktor Intelektual di Balik Lolosnya Jokowi-Gibran Diungkap
Alami Kerusakan Perahu Saat Melaut, Nelayan Nias Selatan Berhasil Ditemukan Selamat
Pakar Komunikasi Politik Sentil Parpol Pendukung Prabowo 2029: Terlalu Dini, Rakyat Butuh Solusi Bukan Deklarasi
Sikap PAN Soal Ijazah Gibran: Cari Aman di Lingkaran Kekuasaan, Terancam Ditinggal Pemilih Kritis

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:27 WIB

Rapor Merah Kabinet Prabowo, Bahlil dan Pigai Terjerembab di Dasar Survei CELIOS

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Pengamat: Usia Panjang Golkar Belum Jamin Jadi Partai Rakyat, Masih Bertumpu pada Elite dan Kekuasaan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Elektabilitas Salip Prabowo, Prabu Foundation Sarankan KDM Tinggalkan Gerindra: Kembali ke Golkar 

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:27 WIB

Dari Pemenang Pileg Jadi Korban Reshuffle: Nasib Tragis Kader Golkar Jabar

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:42 WIB

Pasca Putusan MK Soal Ijazah Gibran, GNK Desak Aktor Intelektual di Balik Lolosnya Jokowi-Gibran Diungkap

Berita Terbaru