PYC Soroti Arah Kebijakan Energi 2026 dalam Kaleidoskop Energi 2025

Purnomo Yusgiantoro Center
Forum Outlook Energi Nasional 2026 yang digelar PYC. (Foto: Hadits Abdillah)

Chairperson PYC, Dr. Filda C. Yusgiantoro, dalam paparannya mengenai isu energi 2025, menyampaikan bahwa tahun 2025 menjadi fase konsolidasi arah kebijakan energi nasional. Menurutnya, ketahanan energi, penguatan industrialisasi, dan percepatan transisi energi kini mulai bergerak dalam kerangka kebijakan yang lebih terintegrasi.

“Tantangan terbesar ke depan bukan lagi pada ketersediaan regulasi, melainkan pada kualitas implementasi, koherensi kebijakan lintas sektor, serta kemampuan menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi, sosial, dan keberlanjutan lingkungan,” kata Filda.

Dalam paparan Outlook Energi Indonesia, DEN menekankan bahwa efisiensi energi menjadi kunci utama transisi energi nasional. Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) masih mendominasi sekitar 40 persen energi final, terutama di sektor transportasi. Melalui skenario GREEN, penguatan efisiensi dan konservasi energi diproyeksikan mampu menurunkan konsumsi energi final hingga 15 persen pada 2035, serta menekan konsumsi BBM hingga 24 persen melalui implementasi biodiesel B40, kendaraan listrik, dan pemanfaatan hidrogen.

Anggota DEN, Yunus Saefulhak, menyebut efisiensi energi sebagai first fuel dalam transisi energi nasional. “Efisiensi energi memberikan dampak cepat, biaya yang relatif rendah, dan berkontribusi langsung terhadap ketahanan energi,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *