KOTA BEKASI, Mediakarya– Remaja, terutama pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) saat ini menjadi sorotan. Sering kali, mereka terlibat dalam kegiatan negatif karena kurangnya pengawasan serta minim aktifitas positif.
Hal ini membangkitkan jajaran Polsek Bekasi Selatan untuk memberikan ruang bagi para siswa khusunya SMK dalam menggali potensi di cabang olahraga terutama beladiri Ju-Jitsu.
SMK Teratai Putih Global 1 Bekasi adalah salah satu sekolah yang memberikan kesempatan bagi siswanya untuk belajar beladiri Ju-Jitsu yang buka oleh Polsek Bekasi Selatan.
“Kami terus membuka ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat, bakat, kesehatan, kedisiplinan, sportivitas, hingga karakter,” ujar Kapolsek Bekasi Selatan AKP Rumangga Putratama Napitulu, kepada media pada Rabu 30 September 2026.
Antusiasme luar biasa juga terlihat dalam latihan perdana yang diadakan di belakang Maposek Bekasi Selatan. Lebih dari 100 siswa dan siswi turut ambil bagian dan mengikuti setiap sesi latihan dengan penuh semangat.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari kolaborasi SMK Teratai Putih Global 1 Bekasi bersama Polsek Bekasi Selatan dalam menghadirkan ruang pembinaan yang positif bagi generasi muda.
Kapolsek Bekasi Selatan AKP Rumangga Putratama Napitulu turut hadir memberikan semangat kepada para pelajar untuk mengikuti kegiatan positif dengan disiplin, serius, dan tetap menjunjung sportivitas.
“Melalui Ju-Jitsu, siswa tidak hanya belajar bela diri, tetapi juga mendapatkan pengalaman untuk membangun disiplin, kepercayaan diri, kebersamaan, sportifitas serta membangun karakter dan mental yang kuat,” pungkasnya.
Dilatih oleh para pakarnya, pelatihan Ju-Jitsu tersebut juga tidak dipungut biaya dan dibuka untuk seluruh pelajar di Kota Bekasi.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMK Teratai Putih Global 1 Bekasi, Murni Safari Astuti, mengapresiasi kegiatan diadakan Polsek Bekasi Selatan yang memberikan fasilitas dan memberikan kesempatan kepada para siswa untuk mendapatkan pembinaan bela diri bersama pelatih profesional.
“Karena bagi kami, pendidikan bukan hanya tentang apa yang dipelajari di dalam kelas. Setiap pengalaman, kegiatan, dan tantangan adalah bagian dari proses membentuk generasi yang siap menghadapi masa depan,” ungkap Murni.(Red)











