Wapres Tegaskan Pesantren Harus Jadi Pusat Peradaban Islam

- Editor

Kamis, 10 Agustus 2023 - 00:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Mediakarya – Wakil Presiden Ma’ruf Amin menegaskan pesantren sebagai lembaga pendidikan yang akan mencetak generasi penerus bangsa, harus bisa menjadi pusat peradaban Islam.

Hal itu disampaikan Wapres saat bersilaturahmi dengan Dewan Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Annuqayah dan para ulama se-Kabupaten Sumenep di Ponpes Annuqayah, Guluk Guluk, Sumenep, Jawa Timur, Rabu.

“Saya menginginkan pesantren sebagai pusat peradaban, dan pesantren harus memberi pengaruh terhadap sekitar, bahkan juga pengaruh nasional, dan kalau bisa pengaruh global,” kata Wapres dalam siaran pers di Jakarta, Rabu.

Wapres mengatakan dalam undang-undang yang ada saat ini, fungsi pesantren disebutkan meliputi pendidikan, dakwah, dan sebagai pusat pemberdayaan masyarakat.

“Tapi saya ingin lebih dari itu (harus juga berfungsi menjadi pusat peradaban),” kata dia.

Wapres mengungkapkan bahwa dulu pesantren lah yang membangun peradaban di Indonesia. Ia pun mencontohkan peran Syekh Jumadil Kubro, yang berasal dari Samarkand, Uzbekistan, datang ke Nusantara dan membangun pesantren di berbagai daerah sebagai pusat peradaban dan pusat ilmu.

“Saya kemarin ke Samarkand, ada tulisan tentang pengaruh ulama Samarkand dalam penyebaran Islam di Indonesia yaitu Syekh Jumadil Kubro,” ungkapnya.

Wapres berharap para lulusan pesantren tidak hanya pandai membaca kitab tetapi juga mampu berijtihad dalam memberikan hukum terkait isu-isu yang terjadi saat ini.

Baca Juga:  Menpan RB Sebut Wapres Akan Luncurkan MPP Digital pada Selasa

Menurutnya, banyak masalah-masalah lama yang kini bertransformasi menjadi masalah baru yang perlu diijtihadkan apakah sesuai dengan syariat Islam atau tidak.

“Kebanyakan syariah itu lahirnya dari ijtihad,” kata Wapres mengutip Imam Haramian al-Juwaini.

Ia mencontohkan tentang isu-isu ekonomi syariah yang berkembang sangat pesat, dan tidak dijelaskan secara gamblang dalam nash Al-Quran, seperti pembayaran digital, jual beli online dimana penjual pembeli tidak bertemu secara langsung, pembelian crypto, dan isu-isu terkini lainnya.

“Itu harus ada orangnya (ahlinya), saya kira sumbernya di pesantren,” ujarnya, dikabarkan dari antara.

Lebih jauh Wapres juga mengharapkan pesantren dapat terus menjadi pusat dakwah.

Dia mencermati perkembangan teknologi telah membuat agama menjadi tergradasi.

Wapres mencontohkan, ketika dirinya masih menjabat di Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) dan berkunjung ke Korea, kala itu penganut Budha di Negeri Gingseng masih 99 persen, namun kini hanya 20 persen, di mana 52 persen tidak beragama dan sisanya menganut agama lain.

Begitupun di Eropa, kata Wapres, banyak gereja-gereja yang dijual, bahkan pembelinya umat Islam Indonesia.

Sementara sebagai pusat pemberdayaan masyarakat, Wapres menekankan agar pesantren bukan tempat golongan orang-orang yang lemah. Untuk itu menurut dia, perlu dibangun muamalah yang sesuai dengan syariah. (q2)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Bos Charta Politika Ungkap Dipanggil Prabowo Lewat Seskab Teddy, Tolak Tawaran Jabatan
Mandat Rakyat vs Arogansi Jabatan, Ganjar dan KDM Beda Sikap Hadapi Kritik Warga
Haidar Alwi Apresiasi Langkah KSP Listyo Sigit  Tempatkan Lapangan Kerja dan Cegah PHK di Jantung Industrialisasi Nasional
Daksinapati UI: Topografi Hukum Berubah, Era Geng Solo Tak Kebal Hukum Berakhir
MUI dan Kemenag Didesak Boikot Ceramah Alwi Assegaf: Dakwahnya Transaksional, Nodai Agama
Ahmad Safrudin Desak Alih Fungsi Hutan dan Gambut Dihentikan, Karhutla Ancam Kesehatan dan Iklim
Kelangkaan BBM Di Bali, Warga Kota Bekasi Khawatir
Beli Rumah Lunas dan Bersertifikat Resmi, Aset Klien Yuli Yanti Hutagaol Malah Disita Bank Mayapada
Tag :

Berita Terbaru

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:41 WIB

Mandat Rakyat vs Arogansi Jabatan, Ganjar dan KDM Beda Sikap Hadapi Kritik Warga

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:01 WIB

Haidar Alwi Apresiasi Langkah KSP Listyo Sigit  Tempatkan Lapangan Kerja dan Cegah PHK di Jantung Industrialisasi Nasional

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:15 WIB

Daksinapati UI: Topografi Hukum Berubah, Era Geng Solo Tak Kebal Hukum Berakhir

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:15 WIB

MUI dan Kemenag Didesak Boikot Ceramah Alwi Assegaf: Dakwahnya Transaksional, Nodai Agama

Rabu, 21 Oktober 2026 - 23:30 WIB

Ahmad Safrudin Desak Alih Fungsi Hutan dan Gambut Dihentikan, Karhutla Ancam Kesehatan dan Iklim

Berita Terbaru

Program Army Go To School di SMAN 17 Jakarta, Danramil Taman Sari mengedukasi siswa tentang disiplin, pencegahan tawuran, narkoba, dan bullying.

DKI

Danramil Taman Sari Datangi SMAN 17 Jakarta, Siswa Diimbau Hindari Tawuran dan Bullying

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:23 WIB

Daerah

Lewat Program ‘Poliran’, Polres Nias Selatan Sentuh Persoalan Pengangguran Pemuda

Kamis, 22 Okt 2026 - 15:34 WIB

Opini

Gerakan Rakyat Lebih dari Sekadar Partai Politik

Kamis, 22 Okt 2026 - 13:35 WIB

Mikhail Adam, Peneliti Ekopol di Nusantara Centre (Foto: Ist)

Opini

Ekopol Konstitusi Itu Peta Jalan Kedaulatan Kita

Kamis, 22 Okt 2026 - 12:42 WIB

Sekjen National Corruption Watch (NCW), Rechan Nazar,

Hukum

NCW Tuding Wali Kota Bekasi Bohongi Publik Soal BEP PT Migas, Kejagung Justru Bongkar Korupsi Rp2 Triliun

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:56 WIB