Militan Taliban Tertipu, Ternyata Helikopter Peninggalan AS Hanya Barang Rongsokan

- Editor

Jumat, 3 September 2021 - 06:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KABUL, Mediakarya – Setelah 20 tahun menempati pangkalan udara di Bagram, tentara Amerika Serikat akhirnya meninggalkan Afghanistan dan beberapa unit helikopter dan kendaraan tempur lainnya pun  ikut ditinggalkan.

Keberadaan beberapa unit helikopter yang ditinggalkan pasukan AS itu ternyata sengaja dibuat agar tak bisa dioperasikan oleh pasukan Taliban.  Militan Taliban kesal karena merasa dikhianati oleh militer Amerika Serikat karena meninggalkan helikopter yang tidak berfungsi yang dianggapnya sebagai barang rongsokan.

Seorang reporter Al Jazeera yang mengunjungi hanggar di sisi militer bandara mengatakan dalam sebuah video bahwa Taliban berharap Amerika Serikat meninggalkan helikopter dalam keadaan utuh dan dapat digunakan.

“Ketika saya berkata kepada mereka, mengapa Anda berpikir bahwa Amerika akan membiarkan semuanya beroperasi untuk Anda? Mereka mengatakan karena kami percaya itu adalah aset nasional. Sekarang kami adalah pemerintah dan ini bisa sangat berguna bagi kami,” ujar repoter Al Jazeera dalam video yang diunggah di akun Twitter media tersebut yang dikutip Mediakarya, Jumat (3/9/2021).

Berdasarkan video yang diunggah akun Twitter Al Jazeera, Kamis (2/9/2021), anggota Taliban mengakui kecewa terhadap AS karena helikopter dan pesawat yang ditinggalkan tak bisa dioperasikan.

Baca Juga:  Mendagri Sebut Masa Jabatan Gubernur Maluku Hingga April 2024

“Mengapa Anda berpikir mereka akan mewariskannya segalanya untuk Anda?” tanya jurnalis Al Jazeera, Charolote Bellis.

“Karena menurut kami ini termasuk aset nasional dan kami yang mengambil alih pemerintahan. Semua ini sangat berguna untuk kami,” jawab milisi Taliban.

Sebelumnya, India Today, Selasa (31/8/2021) melaporkan, selama 20 tahun di Afghanistan, pasukan AS memiliki banyak persenjataan dan semuanya kini dilumpuhkan agar tak jatuh ke tangan Taliban.

Sebelumnya, seorang juru bicara Departemen Pertahanan Amerika Serikat mengatakan kepada Fox News bahwa telah menonaktifkan atau mendemiliterisasi peralatan itu di Bandara Internasional Hamid Karzai sebelum meninggalkan Afghanistan.

Penerbangan terakhir yang membawa tentara Amerika Serikat berangkat dari Afghanistan pada Senin sore. Ini menandai berakhirnya kehadiran militer AS selama hampir 20 tahun di negara itu.

Setelah AS pergi, Taliban berharap bandara dibuka kembali untuk penerbangan dalam beberapa hari mendatang.

“Ada banyak yang patah hati terkait keberangkatan ini,” kata Komandan CENTCOM Jenderal Kenneth McKenzie. (dji)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Maki-maki PKL di Muka Umum, Tri Adhianto Dituding Tengah Mengadopsi Gaya Kepemimpinan KDM
Ketika Republik Makin Lupa Warisan Konstitusi
Indonesia Perlu Perkuat Deteksi Dini Kebakaran Hutan dan Lahan, Teknologi Satelit dan Analitik Data Jadi Kunci
BPKN RI: Meski ada Satgas Keamanan Pangan, Negara Perlu Hadir atasi Keracunan MBG dan Cemaran Lainnya
4 Tips Presentasi Menarik untuk Gaet Banyak Klien di Era 360 Marketing
IPPS Indonesia: Masyarakat Jabar Butuh Lapangan Kerja Bukan Kepala Daerah Penuh Citra
Dinilai Sosok Humanis, Etos Indonesia Dukung Komjen Asep Edi Suheri Gantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo
BPA pada Air Minum Dalam Kemasan Aman? Begini Tanggapan Ketua BPKN RI

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:49 WIB

Maki-maki PKL di Muka Umum, Tri Adhianto Dituding Tengah Mengadopsi Gaya Kepemimpinan KDM

Selasa, 25 Agustus 2026 - 08:24 WIB

Indonesia Perlu Perkuat Deteksi Dini Kebakaran Hutan dan Lahan, Teknologi Satelit dan Analitik Data Jadi Kunci

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 06:46 WIB

BPKN RI: Meski ada Satgas Keamanan Pangan, Negara Perlu Hadir atasi Keracunan MBG dan Cemaran Lainnya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:13 WIB

4 Tips Presentasi Menarik untuk Gaet Banyak Klien di Era 360 Marketing

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:02 WIB

IPPS Indonesia: Masyarakat Jabar Butuh Lapangan Kerja Bukan Kepala Daerah Penuh Citra

Berita Terbaru

Pakar Komunikasi Politik dan Kebijakan Publik, Dr. Adi Suparto

Opini

Karpet Merah Bukan untuk Anak Petani

Selasa, 25 Agu 2026 - 12:53 WIB

Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar (kiri) bersama dengan Direktur OT Group, Dr. Yosua Jap, (kanan)

Ekonomi & Bisnis

Melalui Kemensos, OT Peduli Serahkan Bantuan Kepada Korban Gempa NTT

Selasa, 25 Agu 2026 - 12:05 WIB