Ternyata Faktor Ini Yang Sebabkan Tri Adhianto Terus Terpuruk di Mata Masyarakat

- Penulis

Senin, 14 Agustus 2023 - 10:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plt. Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono, meresmikan Taman Ramah Anak di Wisma Asri

Plt. Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono, meresmikan Taman Ramah Anak di Wisma Asri

KOTA BEKASI, Mediakarya – Dalam beberapa bulan belakangan ini, publik dihebohkan oleh isu negatif terkait dengan pemberitaan Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bekasi Tri Adhianto.

Alih-alih bisa membawa Kota Bekasi ke arah lebih baik pasca persoalan hukum yang menimpa mantan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, kinerja Tri Adhianto yang menjabat Plt.Wali Kota justru kerap menuai kecaman.

Dari beredarnya video Plt. Wali Kota Bekasi Tri Adhianto yang salah melafalkan Sila ke-4 Pancasila pada acara Bekasi Berselawat, Sabtu (18/3), hingga soal video yang beredar di media sosial, pada Jumat (26/5), terkait running text di Asrama Haji Kota Bekasi bertuliskan “Plt Walikota Bekasi Bobrok”.

Tidak berhenti di situ, Plt. Wali Kota Bekasi juga disorot soal kebijakannya yang mencabut izin penggunaan Stadion Chandrabhaga untuk senam warga Kota Bekasi bersama Anies Baswedan, namun jelang pelaksanaan, Plt.Wali Kota Bekasi malah membatalkan izin yang telah diterbitkan.

Menannggapi beredarnya pemberitaaan soal isu miring yang dialamatkan kepada Plt. Wali Kota Bekasi, Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Kebijakan Daerah (LK2D), Usman Priyanto menilai Tri Adhianto masih menganggap bahwa dirinya seorang birokrat.

“Tri sepertinya tidak sadar bahwa dirinya itu adalah politisi yang seharusnya bisa berdiri di semua elemen. Dan ketika menjabat Plt.Wali Kota seharusmya dapat mengakomodasi semua golongan. Jadi segala kebijakanya seharusnya tidak kontroversi,” ujar Usman kepada wartawan di Kota Bekasi, Ahad (13/8/2023).

Baca Juga:  KPK Telusuri Dugaan Lukas Enembe Investasikasan Uang Korupsi

Usman menduga bahwa kebijakan Tri yang kerap kontroversi itu lantaran memiliki shering partner yang tidak tepat. “Jadi ketika memilikii shering partner yang kurang tepat maka ya seperti yang saat ini dirasakan oleh masyarakat. Yang ada hanya utak-atik jabatan di birokrasi tanpa mengindahkan dampaknya,” jelas Usman.

Selain itu, lanjut Usman, selema menjabat sebagai Pelaksana Tugas Wali Kota, Tri tidak memiliki manajerial pemerintahan yang jelas. Sehingga segala produk pemerintahannya hanya bersifat politis.

“Selama Tri menjabat hampir dua tahun lebih coba apa yang dikerjakan. Infrastruktur banyak yang mangkrak. Kemudian berbicara soal pendidikan juga Kota Bekasi pada tahun ajaran 2023 ini disorot. Dan parahnya lagi, pasca Covid ini, pelaku usaha kecil di Kota Bekasi banyak yang gulung tikar. Sementara sebagai kepala daerah Tri tidak bisa berbuat banyak,” tegas Usman.

Belum lagi kata Usman, Tri berusha membawa isu kedaerahan di Kota Bekasi. Sementara kultur masyarakat Kota Bekasi adalah hetrogen. “Masyarakat Kota Bekasi sudah cerdas. Mau dibawa dengan kesukuan tertentu sangat sulit. Karena Bekasi sangat hetrogen. Tidak bisa menonjolkan atau mengkampanyekan suku tertentu,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Tahu-Tempe dan Impor Kedelai yang Mematikan
Dipeluk, Bukan Dipukul
Jelang 5 Abad Jakarta, Mbak Yuke Berharap Masyarakat Tetap Optimis Hadapi Tantangan
Dari Habibie hingga Prabowo, Nannie Hadi Tjahjanto Wujudkan Pendidikan Berkualitas di SMA Pradita Dirgantara
Kapolri Diminta Evaluasi Kinerja Kapolda Riau, Dugaan Praktik Judi di Pekanbaru Disebut Masih Marak
H. Darkam Resmi Jadi Kandidat Tunggal Calon Ketua Karang Taruna Kota Bekasi
BMKG Dan DPR-RI Gelar SLG, Mitigasi Gempa Bumi Sejak Dini
Warga Jatikarya Kembali Lakukan Aksi Di PN Bekasi
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 12:10 WIB

Tahu-Tempe dan Impor Kedelai yang Mematikan

Jumat, 19 Juni 2026 - 07:42 WIB

Dipeluk, Bukan Dipukul

Kamis, 18 Juni 2026 - 17:27 WIB

Jelang 5 Abad Jakarta, Mbak Yuke Berharap Masyarakat Tetap Optimis Hadapi Tantangan

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:37 WIB

Kapolri Diminta Evaluasi Kinerja Kapolda Riau, Dugaan Praktik Judi di Pekanbaru Disebut Masih Marak

Rabu, 17 Juni 2026 - 19:27 WIB

H. Darkam Resmi Jadi Kandidat Tunggal Calon Ketua Karang Taruna Kota Bekasi

Berita Terbaru

Kedelai Impor (Foto: Ist)

Ekonomi & Bisnis

Tahu-Tempe dan Impor Kedelai yang Mematikan

Jumat, 19 Jun 2026 - 12:10 WIB

Rismon Sianipar menyerahkan buku terkait dengan keaslian ijazah Jokowi (Foto: Ist)

Headline

Dipeluk, Bukan Dipukul

Jumat, 19 Jun 2026 - 07:42 WIB