JAKARTA, Media Karya – Tren kasus Covid-19 di Indonesia, termasuk Jakarta sedang naik dalam beberapa pekan terakhir. Warga Jakarta pun di imbau agar tetap menjaga protokol kesehatan (prokes) dalam setiap aktivitasnya, termasuk saat perayaan Tahun Baru 2024.
Anggota DPRD DKI Jakarta, Haji Rasyidi mengimbau warga agar menjaga prokes. Politisi PDI Perjuangan (PDIP) ini juga mengingatkan masyarakat agar segera menjalani vaksinasi Covid-19 lanjutan untuk menjamin ketahanan antibodi.
“Ya (diimbau) pakai masker, yang batuk pakai masker, atau juga vaksin,” ujar Haji Rasyidi saat berbincang dengan Media Karya, Selasa (26/12).
Wakil ketua komisi C DPRD DKI ini meyakini masyarakat dapat menerapkan lagi protokol kesehatan seperti sebelumnya. Sebab, sudah ada kebiasaan saat new normal.
“Warga sudah belajar mengenai cuci tangan hingga pakai masker,” ungkapnya.
Tak ketinggalan politisi dapil 6 Jakarta Timur ini mendesak Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk menggencarkan sosialisasi prokes.
“Kami berharap Dinkes DKI Jakarta pro aktif, bekerja sat-set (cepat) untuk mengantisipasi dampak-dampak penularan kepada masyarakat. Ini bukan hal baru, kita punya succsess story (pengalaman berhasil) menghadapi situasi kritis,” ungkapnya.
Sebelumnya, Kepala Seksi Surveilans, Epidemologi, dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ngabila Salama menuturkan varian EG.4 dan EG.5 dominan ditemukan sebagai penyebab kasus positif Covid-19 saat ini.
“Keduanya merupakan sub-varian dari Omicron,” katanya ketika dihubungi wartawan, Jumat, (8/12).
Ngabila hanya mengatakan, meski kasus positif Covid-19 di Jakarta mengalami kenaikan pada akhir tahun ini, keadaannya masih terkendali. Hal itu, katanya, dibuktikan dengan angka perawatan di rumah sakit yang tidak mengalami peningkatan.
“Penularan di komunitas lagi tinggi, kasus naik dua kali lipat daripada sebelumnya. Tapi sangat terkendali,” ujar Ngabila.
Menurutnya, melonjaknya kasus positif Covid-19 di Jakarta karena pancaroba yang menyebabkan imunitas menurun. Tren kenaikan seperti ini, kata Ngabila, terjadi setiap enam bulan.
Ia menilai pola itu mirip dengan penyakit infeksi saluran pernapasan atas atau ISPA yang melonjak ketika pergantian musim.
“Imunitas vaksin,” lanjutnya, “juga mulai menurun setelah enam bulan,”bebernya
Adapun untuk kasus kematian Covid-19 di Jakarta terakhir pada September 2023, sebanyak tiga kasus. Hingga saat ini, Dinas Kesehatan DKI belum mencatat kasus kematian akibat Covid-19.
Dinas Kesehatan DKI mengimbau agar masyarakat, khususnya kelompok rentan segera melengkapi vaksinasi Covid-19.
“Juga selalu menjaga kesehatan dan menerapkan pola hidup bersih serta sehat,” kata Ngabila.(dri)











