Jelang Lengser, Jokowi Masih Juga Lakukan Pencitraan

- Editor

Jumat, 18 Oktober 2024 - 21:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Joko Widodo (Ist)

Presiden Joko Widodo (Ist)

JAKARTA, Mediakarya – Menjelang lengser dari jabatannya, presiden Joko Widodo kerap menyampaikan keberhasilannya yang dilakukan selama dua periode kepemimpinannya.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah menyebutkan mantan Wali Kota Solo itu dinilai lebih bangga dengan pujian ketimbang kritik yang bersifat membangn.

Hal tersebut kata Dedi, seiring dengan munculnya fenomena influencer pemerintah menandai hasrat Jokowi yang ingin selalu mendapat pujian.

“Jadi ia kerahkan seluruh sumber daya untuk memuji diri sendiri,” kata Dedi saat dihubungi di Jakarta, Jumat (18/10/2024).

Menurut Dedi, upaya yang dilakukan Jokowi berlebihan karena menggunakan anggaran negara untuk kegiatan yang tidak berdampak untuk masyarakat.

“Terlebih dana terpakai untuk pencitraan cukup besar, terkesan Jokowi lebih mendahulukan nama baik dibanding kejujuran,” ucap Dedi.

Dedi menegaskan orientasi Jokowi memoles citra itu merupakan upaya untuk menutupi semua kekurangannya selama menjadi presiden.

“Sementara kekurangan itu tidak dicarikan solusi justru memanipulasinya dengan promosi prestasi yang tidak tepat,” katanya.

Diketahui, sebagaimana dilansir dari inilah.com, berbagai narasi positif pemerintahan Jokowi dimuat di berbagai media sosial dan juga media massa sejak 1 sampai 20 Oktober 2024 atau hingga Jokowi lengser.

Baca Juga:  Bakal Calon Walikota Tangerang, Helmy Halim Ingin Bangun Wisata Dunia di Bantaran Sungai Cisadane

Selain itu, di berbagai lokasi di Jakarta dan luar kota juga terdapat baliho-baliho bergambar Jokowi dengan narasi ucapan terima kasih untuk Jokowi.

Sementara itu, Ma’ruf Amin menegaskan, selama dirinya menjabat sebagai Wakil Presiden (Wapres) RI bekerja apa adanya dan tidak ingin dilebih-lebihkan.

“Saya tidak ingin dilebih-lebihkan, apa adanya saja, saya tidak perlu harus dipoles-poles tidak perlu. Apa adanya saja,” ujar Ma’ruf memberikan sambutan saat silaturahmi Wakil Presiden berserta Wury Ma’ruf Amin dengan keluarga besar Sekretariat Wapres (Setwapres) di Auditorium Istana Wapres, Jakarta, Kamis (17/10/2024).

Ma’ruf menekankan, dirinya bukan sosok yang suka pencitraan dan tidak perlu membuat kebohongan-kebohongan dalam bekerja.

“Kalau orang bilang itu harus di-personal branding, saya kira tidak perlu, buat saya apa adanya saja itu lebih enak. Kalau bahasa agama tidak perlu membuat kebohongan-kebohongan. Tidak ada yang lebih zalim daripada suatu yang membuat kebohongan kepada Allah, Jadi tidak perlu,” tutur Ma’ruf, menegaskan.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Politisi PDIP Semprot Mendagri dan Kepala BGN: Jangan Main Ancam Pemda Soal Satgas MBG, Ini Pemerasan Administrasi
MA Putuskan: Suket Penyetaraan SMA Gibran Tidak Sah. Catatan Hukum & Langkah ke Depan
MA Batalkan Suket Pendidikan Gibran, Denny Indrayana Syarat Wapres Tak Terpenuhi
Musda Golkar Nias Selatan Ke-VI: Momentum Satukan Kekuatan Demi Membesarkan Partai
Negara Harus Hadir Lindungi 233 Ribu Anggota KSP Kopdit Swastika Sari NTT
Direktur Etos: Jangan Remehkan Pergerakan Masif PSI, Bisa Dominasi Pileg dan Pilpres
Ketum PMPRI Joker: PAW Beda Kelas dengan KDM, Satu Kerja Nyata Satu Kerja Buat Algoritma
Riset INDEF: Dua Tahun Prabowo-Gibran, Sentimen Positif Netizen Anjlok dari 38,1% Jadi 29,9%

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 07:25 WIB

Politisi PDIP Semprot Mendagri dan Kepala BGN: Jangan Main Ancam Pemda Soal Satgas MBG, Ini Pemerasan Administrasi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:48 WIB

MA Putuskan: Suket Penyetaraan SMA Gibran Tidak Sah. Catatan Hukum & Langkah ke Depan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 21:38 WIB

MA Batalkan Suket Pendidikan Gibran, Denny Indrayana Syarat Wapres Tak Terpenuhi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:07 WIB

Musda Golkar Nias Selatan Ke-VI: Momentum Satukan Kekuatan Demi Membesarkan Partai

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:24 WIB

Negara Harus Hadir Lindungi 233 Ribu Anggota KSP Kopdit Swastika Sari NTT

Berita Terbaru