Sumur Artesis Rusak 2 Minggu, Warga di Sekitar TPST Bantargebang dan TPA Sumurbatu Tuntut Perbaikan

- Editor

Senin, 27 Januari 2025 - 22:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga RT 04 RW 03, Kampung Ciketing Sumurbatu, Kelurahan Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, menggelar aksi unjuk rasa menuntut perbaikan sumur artesis yang rusak

Warga RT 04 RW 03, Kampung Ciketing Sumurbatu, Kelurahan Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, menggelar aksi unjuk rasa menuntut perbaikan sumur artesis yang rusak

KOTA BEKASI, Mediakarya – Warga RT 04 RW 03, Kampung Ciketing Sumurbatu, Kelurahan Sumurbatu, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, menggelar aksi unjuk rasa menuntut perbaikan sumur artesis yang rusak sejak dua minggu terakhir, Senin (27/1/2025).

Para pengunjuk rasa menyegel sumur artesis tersebut dan menuntut perbaikan fasilitas air bersih yang menjadi sumber air utama di wilayah mereka.

“Warga menuntut perbaikan sumur artesis yang rusak sejak dua minggu lalu. Padahal, sumur ini melayani untuk sekitar 150 kepala keluarga (KK),” kata Ketua RT setempat, Dedi Rosadi.

Dedi menjelaskan, ketersediaan air bersih untuk kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK) sangat vital bagi warga yang bermukim di sekitar Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang dan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumurbatu ini.

“Warga terpaksa melakukan aksi ini karena sudah tidak tahan dengan kondisi yang ada. Sudah dua minggu warga kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Baca Juga:  Reformasi Birokrasi: Dinamika dan Dialektikanya 

Sebelum melakukan aksi, lanjut Dedi, pihaknya telah melaporkan permasalahan ini. Namun, hingga kini belum ada tindak lanjut dari Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Bekasi.

“Tidak ada pilihan lain selain turun ke jalan. Warga sudah sangat menderita, harus membeli air atau menumpang di rumah kerabat untuk memenuhi kebutuhan air,” tambahnya.

Dampak dari kerusakan sumur artesis ini sangat dirasakan oleh warga. Salah satu pengunjuk rasa, Masum mengungkapkan, kondisi ini semakin mempersulit kehidupan mereka yang sudah harus beradaptasi dengan keberadaan pembuangan sampah.

“Setiap hari kami harus mengeluarkan uang tambahan untuk membeli air isi ulang untuk mandi dan masak. Padahal, penghasilan kami pas-pasan,” ungkapnya.

Masum menambahkan, beberapa warga terpaksa menggunakan air seadanya yang kualitasnya tidak terjamin. “Beberapa warga memakai air sumur bor, tapi airnya sudah tidak layak karena wilayah kami berada di sekitar TPST Bantargebang dan TPA Sumurbatu,” tuturnya. (Supri)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Gerindra Harus Evaluasi Habiburrahman, Pemuji Listyo Sebagai Kapolri Terbaik
Kapolri Terbaik Versi Habiburrahman Kini Jadi Tersangka Akibat Menyadap Presiden
Pertandingan Muaythai Pada Porprov XV Jabar Dapat Apresiasi PBMI
Tumbangkan Kabupaten Bekasi Di Ronde Pertama, Kontingen Muaythai Kota Bekasi Meluncur Bebas Ke Final
Golkar Perkuat Mesin Komunikasi Politik Lewat Teknologi AI
Kapolri Didesak Tarik Semua Penyidik Polri di KPK yang Masih Setia ke Listyo Sigit
Koimisi III DPR RI Percayakan kepada Polri Ungkap Kasus Penyadapan yang diduga Dilakukan oleh Listyo Sigit Cs
Dua Kontingan Muaythai Kota Bekasi Lolos Final, Gasak Kabupaten Bekasi Dan Depok

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 21:56 WIB

Gerindra Harus Evaluasi Habiburrahman, Pemuji Listyo Sebagai Kapolri Terbaik

Jumat, 6 November 2026 - 21:37 WIB

Kapolri Terbaik Versi Habiburrahman Kini Jadi Tersangka Akibat Menyadap Presiden

Jumat, 6 November 2026 - 21:35 WIB

Pertandingan Muaythai Pada Porprov XV Jabar Dapat Apresiasi PBMI

Jumat, 6 November 2026 - 19:13 WIB

Tumbangkan Kabupaten Bekasi Di Ronde Pertama, Kontingen Muaythai Kota Bekasi Meluncur Bebas Ke Final

Jumat, 6 November 2026 - 07:15 WIB

Kapolri Didesak Tarik Semua Penyidik Polri di KPK yang Masih Setia ke Listyo Sigit

Berita Terbaru