Kapolri Terbaik Versi Habiburrahman Kini Jadi Tersangka Akibat Menyadap Presiden

- Editor

Jumat, 6 November 2026 - 21:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jenderal Listyo Sigit Prabowo (Foto: Ist)

Jenderal Listyo Sigit Prabowo (Foto: Ist)

JAKARTA, Mediakarya – Pernyataan Ketua Komisi III DPR RI Habiburrahman yang menyebut mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri terbaik sepanjang sejarah, kini menjadi sorotan tajam dan bahan sindiran keras publik.

Pernyataan itu kembali viral setelah Listyo ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto, sejumlah ketua umum partai politik, wartawan, hingga aktivis LSM.

Padahal, pujian Habiburrahman itu disampaikan justru di saat proses pengesahan Undang-Undang Polri yang baru, dua minggu setelah Presiden Prabowo disebut sudah menyetujui hasil rekomendasi Komisi Reformasi Polri.

Mantan Menko Polhukam Prof. Mahfud MD mengaku langsung tertawa saat mendengar Habiburrahman menyebut Listyo sebagai Kapolri terbaik.

“Menurut Habiburrahman justru Listyo ini Kapolri terbaik. Iya kan ada kan Kapolri terbaik tiba-tiba dipecat. Sekarang ini Listyo polisi terbaik apa terjahat ini. Enggak ada Kapolri yang sejahat ini,” tegas Mahfud dilansir dari iNews Jumat (6/11/2026).

Mahfud menyebut pujian itu sengaja dilontarkan untuk menepis hasil Komisi Reformasi Polri yang sudah disetujui Presiden Prabowo.

“Pak Prabowo setuju semua itu. Sudah diumumkan Pak Prabowo setuju nih hasil reformasi Polri. Tiba-tiba dua minggu kemudian keluar undang-undang Polri yang baru ndak masuk sama sekali. Dan di dalam pidato pengesahan itulah Habiburrahman mengatakan bahwa Pak Listyo Sigit adalah Kapolri terbaik di dalam sejarah. Nah itu kan karena waktu itu untuk menepis hasil komisi reformasi itu,” ungkap Mahfud.

Ironisnya, Kapolri yang disebut terbaik itu kini justru berstatus tersangka. Tidak ada dalam sejarah Polri, seorang mantan Kapolri ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menyadap Presidennya sendiri.

“Ini Kapolri terjelek di sepanjang sejarah. Karena tidak ada Kapolri yang sampai melakukan itu. Mungkin pelanggaran terhadap pidana umum bisa, tapi ini negara loh, kedaulatan negara loh, Presiden,” tegas Mahfud.

Baca Juga:  Sebanyak 193 Jiwa di 4 Desa Ikut Terdampak Banjir di Pulau Seram

Mahfud menegaskan, dulu Polri memang banyak yang jahat. Tapi kejahatannya kriminal umum. Bukan kejahatan terhadap kepala negara.

“Dulu Polri banyak yang jahat. Tapi kan kriminal umum. Kriminal umum yang mereka lakukan bukan kejahatan terhadap kepala negara,” ujarnya.

3 Rekomendasi Yang Dibuang

Mahfud membongkar, ada 3 rekomendasi kunci Reformasi Polri yang sudah disetujui Prabowo, tapi hilang begitu saja saat UU Polri baru disahkan:

1. Batasi Masa Jabatan Kapolri

Agar Kapolri tidak berkuasa terlalu lama. Listyo saat itu sudah 6 tahun menjabat.

2. Kompolnas Diangkat Setingkat Menteri

Agar pengawasan eksternal benar-benar bisa memeriksa Kapolri bintang 4. Bukan sekadar juru bicara normatif yang hanya bilang “kita tunggu dulu laporannya.”

“Kalau Listyo harus dipecat, dewan etik setingkat apa yang bisa meriksa? Dia bintang empat. Sementara ndak mungkin Kapolri sendiri yang memeriksa dia,” ujar Mahfud.

3. Reformasi Kultural Polri

Agar Polri tidak lagi jadi backing tambang ilegal, backing pelanggaran hukum, dan alat politik kekuasaan.

“Kuncinya tiga. Satu, batasi masa jabatan Kapolri. Kedua, pengawasan eksternal supaya dilakukan oleh Kompolnas. Ketiga masalah kultural,” tegas Mahfud.

Publik Bertanya Terbaik dari Mana

Pernyataan Habiburrahman kini berbalik menjadi bumerang. Publik mempertanyakan, atas dasar apa Listyo disebut terbaik, jika di saat yang sama diduga terjadi penyadapan terhadap Presiden, dugaan backing tambang, dan dugaan pelanggaran hukum lainnya?

Jika Kapolri terbaik saja diduga menyadap Presiden, lalu seperti apa Kapolri terburuk?

Mahfud menutup dengan desakan keras: Polri harus dibersihkan total dari unsur-unsur Listyo dan Jokowi, dan politik juga harus dibersihkan.

“Polisi harus bersih-bersih, politik juga harus bersih-bersih. Agar ketatanegaraan ke depan itu berjalan bagus. Agar negara ini berkeadaban,” pungkas Mahfud.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Gerindra Harus Evaluasi Habiburrahman, Pemuji Listyo Sebagai Kapolri Terbaik
Pertandingan Muaythai Pada Porprov XV Jabar Dapat Apresiasi PBMI
Golkar Perkuat Mesin Komunikasi Politik Lewat Teknologi AI
Hercules: Saya Bukan Pejabat, Bukan Makelar Kasus, Kenapa Saya Disadap?
Sikapi Putusan MK dan MA, DPC PERMAHI Jaktim Desak MPR Segera Gelar Sidang Istimewa
Terlis Bangun Narasi Agar Prabowo Ampuni Listyo
Kasus Penyadapan Ilegal jadi Momentum Jenderal Suyudi Lepaskan Polri dari Stigma Parcok Warisan Geng Solo
Kapolri Didesak Tarik Semua Penyidik Polri di KPK yang Masih Setia ke Listyo Sigit

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 21:56 WIB

Gerindra Harus Evaluasi Habiburrahman, Pemuji Listyo Sebagai Kapolri Terbaik

Jumat, 6 November 2026 - 21:37 WIB

Kapolri Terbaik Versi Habiburrahman Kini Jadi Tersangka Akibat Menyadap Presiden

Jumat, 6 November 2026 - 21:35 WIB

Pertandingan Muaythai Pada Porprov XV Jabar Dapat Apresiasi PBMI

Jumat, 6 November 2026 - 17:12 WIB

Golkar Perkuat Mesin Komunikasi Politik Lewat Teknologi AI

Jumat, 6 November 2026 - 13:22 WIB

Hercules: Saya Bukan Pejabat, Bukan Makelar Kasus, Kenapa Saya Disadap?

Berita Terbaru

Rakornas Bidang Media dan Penggalangan Opini (MPO) serta Seminar Lokakarya (Semiloka) Kecerdasan Artifisial (AI) Partai Golkar 2026.

Headline

Golkar Perkuat Mesin Komunikasi Politik Lewat Teknologi AI

Jumat, 6 Nov 2026 - 17:12 WIB