Kasus Dugaan Pungli di Kecamatan Bekasi Utara Viral, Aktivis Pemuda Ancam Lapor ke Inspektorat

- Editor

Minggu, 1 Juni 2025 - 17:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

KOTA BEKASI, Sejumlah kalangan menyoroti adanya dugaan praktik pungutan liar (Pungli) dalam proses pengurusan data kependudukan di Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi.

Sontak saja, dugaan pungli di Kacamatan Bekasi Utara tersebut mengundang reaksi dari netizen. Salah satu pemilik X di media sosial mengaku bahwa dirinya saat mengurus surat pindah dikenakan Rp100 ribu.

“Emang mengurus surat pindah di kecamatan Bekasi Utara dikenakan admin 100 ribu rupiah? Jadi kalau 2 orang 200 ribu rupiah,” sebagaimana dikutip dari akun @chandrajs, Ahad (1/6/2025).

Menanggapi adanya dugaan pungli dalam pengurusan data kependudukan, aktivis pemuda Bekasi Utara, AM Alfian mengecam keras praktik tersebut. Bahkan pihaknya akan membawa kasus itu ke inspektorat Kota Bekasi agar segera ditindaklanjuti.

“Kami sebagai warga Bekasi utara tentu sangat prihatin atas kasus dugaan pungli di kecamatan Bekasi Utara. Ironisnya kasus itu mencuat di tengah kondisi masyarakat sedang mengalami kesulitan ekonomi,” ungkap Alfian.

Baca Juga:  Bebas Pungli, PKL Pasar Baru Bekasi Dijamin Dapat Tarif Resmi

Alfian menegaskan, bahwa tidak ada Perda maupun Peraturan Menteri yang mengatur adanya pungutan biaya bagi masyarakat yang hendak mengurus surat pindah maupun pembuatan Akte dan surat lainnya. Dan perlu diketahui bahwa pengurusan surat kependudukan itu gratis,” tegas Alfian.

“Jadi jika ada pungli yang dilakukan oleh oknum terkait dengan proses pengurusan data kependudukan maka kami minta si pemohon harus mengadukan kepada Inspektorat. Karena, baik pegawai honorer maupun PNS sudah digaji oleh pemerintah,” katanya.

Untuk itu, Alfian mengaku bahwa dirinya tengah mengumpulkan bukti adanya dugaan pungli di Kecamatan Bekasi Utara tersebut. “Dan kami akan menyampaikan langsung kepada inspektorat maupun Wali Kota Bekasi. Sehingga praktik tersebut segera dihentikan. Bila perlu segera copot camatnya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Dua Kontingan Muaythai Kota Bekasi Lolos Final, Gasak Kabupaten Bekasi Dan Depok
Atlit Nasional Peraih Emas PON Di KO Atlet Muaythai Kota Bekasi
Dukung Penerimaan Negara Melalui Pemenuhan Kewajiban Perpajakan Perusahaan, PAM Jaya Raih Penghargaan di Tax Gathering 2026
Kota Bekasi Sabet Emas Pertama Cabor Muaythai Di Hari Pertama, Unjuk Gigi Pada Porprov XV Jabar
Setelah 25 Tahun Dikelola Swasta, PAM Jaya Kini Sumbang Dividen Rp 257 Miliar
Dinasti di Balik Kursi Sekda, Pembina Korps Alumni KNPI Bekasi Sentil Pelantikan Adik Ipar Tri Adhianto
Cakupan Air Perpipaan Tembus 83 Persen, Jakarta Mulai Kendalikan Penurunan Tanah
Open Bidding atau Sandiwara? Adik Ipar Tri Adhianto Mulus Jadi Calon Sekda Kota Bekasi

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 18:43 WIB

Dua Kontingan Muaythai Kota Bekasi Lolos Final, Gasak Kabupaten Bekasi Dan Depok

Kamis, 5 November 2026 - 09:00 WIB

Atlit Nasional Peraih Emas PON Di KO Atlet Muaythai Kota Bekasi

Rabu, 4 November 2026 - 13:31 WIB

Dukung Penerimaan Negara Melalui Pemenuhan Kewajiban Perpajakan Perusahaan, PAM Jaya Raih Penghargaan di Tax Gathering 2026

Selasa, 3 November 2026 - 22:20 WIB

Kota Bekasi Sabet Emas Pertama Cabor Muaythai Di Hari Pertama, Unjuk Gigi Pada Porprov XV Jabar

Senin, 2 November 2026 - 17:15 WIB

Setelah 25 Tahun Dikelola Swasta, PAM Jaya Kini Sumbang Dividen Rp 257 Miliar

Berita Terbaru