Tak Sependapat Dengan Felix Siauw, Buya Yahya: Siapapun Yang Memerangi Israel Harus Kita Dukung

- Editor

Rabu, 25 Juni 2025 - 10:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengasuh Pondok Pesantren Al Barjah, Ustadz Yahya Zainul Maarif atau yang akrab disapa Buya Yahya.

Pengasuh Pondok Pesantren Al Barjah, Ustadz Yahya Zainul Maarif atau yang akrab disapa Buya Yahya.

JAKARTA, Mediakarya – Ustadz Yahya Zainul Maarif atau yang akrab disapa Buya Yahya tidak sependapat dengan pernyataan Felix Siauw yang menyebut bahwa pertempuran antara Iran dengan Israel itu tidak ada kaitannya dengan perjuangan negara penganut syiah itu dalam membela Palestina.

Pengasuh Ponpes Al Barjah ini juga menyerukan bahwa saat ini tidak saatnya untuk memperdebatkan antara Syiah dan Sunni. “Bukan waktunya kita berbicara sunni atau syiah. Tapi kita harus yakini bahwa Israel merupakan musuh bersama. Karena telah menodai kemanusiaan,” ujar Buya Yahya seperti yang dilansir dari akun tiktok usnaalisambo, Rabu (25/6/2025).

Buya Yahya menegaskan, siapapun yang membela Palestina maka harus didukung bersama. Saat ini, kata dia, dukungan terhadap Palestina bukan hanya orang yang mengaku islam saja, namun kelompok di luar islam pun banyak memberikan dukungan kepada rakyat Palestina.

“Yang jelas kita memberi pelajaran pada dunia yang dimulai dari niat kita kemampuan kita untuk memberi tahu kepada orang dzolim seperti kaum zionis Yahudi harus dihentikan,” kata dia.

Baca Juga:  Kasus NIK Ganda di Cikarang Ditangani Dirjen Dikducapil

“Apakah nanti yang muncul dari Iran, dari Inggris ataupun dari Cina, selagi menghancurkan kedzaliman demi kemanusiaan maka mereka itu adalah pejuang dunia. Dan itu harus didukung,” imbuhnya.

Jadi, kata Buya Yahya, jangan karena berbeda mazhab ataupun keyakinan mengabaikan musuh bersama yang tengah membahayakan dunia. “Yang dihancurkan oleh Israel itu bukan hanya urusan keagamaan, melainkan juga kejahatan kemanusiaan,” tegas dia.

Oleh karena itu, kata Buya, banyak kelompok orang di luar islam berbondong bondong membela Palestina. “”Mereka membela atas dasar hati nurani meski di antara mereka itu beda keyakinan.

Anehnya, kata Buya, saat ini banyak orang yang merendahkan perjuangan pasukan Iran, padahal negara yang dipimpin oleh Imam Ayatullah Ali Khamenei itu merupakan satu-satunya negara Islam di dunia yang berani berkonfrontasi dengan Israel.

“Bahkan banyak di antara mereka ada yang menjadikannya bahan guyonan (bercandaan) subhanallah. Hati-hati, orang yang begitu tidak punya perasaan,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Membongkar Kebohongan Jokowi dalam Kasus Rempang-Galang
Paska Kongres Jakarta, Pengurus Baru Garda Pemuda NasDem Nias Selatan Siap Rangkul Generasi Muda
Analis Politik Irwan Suhanto: Kasus Febrie Adriansyah Jangan Dijadikan Alasan Melemahkan Supremasi Sipil
Pakar Komunikasi Inii Ungkap Bahayanya Narsisisme Birokrasi
Menko Zulhas Jelaskan Kopdes Merah Putih Cuma Untung Rp 78 Ribu
Megawati Peringati Peristiwa Berdarah Kudatuli
Sudaryono Bersih Bersih BGN Ratusan Pegawai Dipecat
Buka Peluang Kerja Gen Z, Korps Alumni KNPI Jakarta Timur Desak Pemprov Gandeng Duta Besar

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:37 WIB

Membongkar Kebohongan Jokowi dalam Kasus Rempang-Galang

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:57 WIB

Paska Kongres Jakarta, Pengurus Baru Garda Pemuda NasDem Nias Selatan Siap Rangkul Generasi Muda

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:30 WIB

Analis Politik Irwan Suhanto: Kasus Febrie Adriansyah Jangan Dijadikan Alasan Melemahkan Supremasi Sipil

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:13 WIB

Pakar Komunikasi Inii Ungkap Bahayanya Narsisisme Birokrasi

Senin, 27 Juli 2026 - 20:17 WIB

Menko Zulhas Jelaskan Kopdes Merah Putih Cuma Untung Rp 78 Ribu

Berita Terbaru

Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW), Iskandar Sitorus.

Ekonomi & Bisnis

Membongkar Kebohongan Jokowi dalam Kasus Rempang-Galang

Selasa, 28 Jul 2026 - 21:37 WIB

Ilustrasi (Foto: Istimewa)

Nasional

Pakar Komunikasi Inii Ungkap Bahayanya Narsisisme Birokrasi

Selasa, 28 Jul 2026 - 12:13 WIB