Kasus Dugaan Suap DJBC, Saksi Ungkap Ada Aliran Dana ke Institusi “Cokelat”

- Editor

Senin, 22 Juni 2026 - 10:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sidang kasus Blueray Cargo di Pengadilan Tipikor Jakarta (Foto: dok.Mediakarya)

Sidang kasus Blueray Cargo di Pengadilan Tipikor Jakarta (Foto: dok.Mediakarya)

JAKARTA, Mediakarya – Direktur Eksekutif Etos Indonesia Institute, Iskandarsyah, meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami BAP saksi Hartanto pada perkara yang menjerat tersangka Deddy Kurniawan Sukolo dalam kasus suap Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang menyeret perusahaan forwader Blueray Cargo.

Di mana dalam BAP tersebut saksi Hartanto mengungkap adanya dugaan aliran uang koordinasi kepada sejumlah oknum kepolisian mulai dari tingkat Polsek, Polres, Polda hingga Mabes Polri.

“Terkait uang koordinasi itu bukan kebetulan, dan sebelumnya diduga ada permintaan. Dalam narasi tersebut muncul istilah ‘cokelat’ yang berulang kali disebut dan diduga merujuk pada struktur tertentu,” ujar Iskandarsyah kepada wartawan di Jakarta, Minggu (21/6/2026).

Meski demikian, ia menegaskan dugaan aliran dana tersebut tidak serta-merta dapat dikaitkan dengan institusi secara keseluruhan. Menurutnya, jika benar terjadi, aliran dana itu diduga hanya dinikmati oleh oknum tertentu.

“Saya tidak meyakini bahwa aliran dana tersebut atas permintaan pimpinan institusi. Namun jika memang ada, dugaan itu lebih mengarah kepada oknum tertentu yang memanfaatkan posisinya,” katanya.

Menurut Iskandarsyah, pola distribusi dana yang terungkap dalam keterangan saksi menunjukkan adanya mekanisme yang terstruktur, mulai dari pengambilan uang, penyaluran, hingga penentuan penerima.

Ia menilai posisi saksi sebagai pelaksana justru dapat membantu mengungkap pola aliran dana secara lebih jelas karena saksi hanya menjalankan instruksi yang diterimanya.

“Dari keterangan saksi terlihat adanya rantai distribusi yang sistematis. Karena itu, penyidik perlu menelusuri lebih jauh siapa pihak yang mengendalikan alur tersebut dan siapa penerima akhirnya,” ujarnya.

Baca Juga:  Survei ETOS Institute: Pasangan Sahadi - Edmon Diprediksi Menangi Pilkada Kutai Barat

Iskandarsyah juga meminta KPK tidak mengabaikan fakta-fakta yang muncul dalam persidangan, termasuk keterangan saksi yang telah diberikan di bawah sumpah.

“Jangan karena menyangkut dugaan keterlibatan oknum dari institusi tertentu, kemudian penyidik mengabaikan fakta dan keterangan saksi yang sudah disampaikan,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menilai KPK perlu menjelaskan secara transparan kepada publik mengenai perkembangan penanganan perkara tersebut agar tidak menimbulkan persepsi adanya perlakuan berbeda dalam proses penegakan hukum.

“KPK perlu mengungkap seluruh fakta yang relevan agar publik memahami secara utuh konstruksi perkara ini. Dengan demikian tidak muncul kesan tebang pilih dalam penanganan kasus korupsi,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Iskandarsyah juga mendorong penyidik untuk mendalami pola distribusi dana yang disebut mengikuti jenjang tertentu.

“Jika memang hanya melibatkan individu, mengapa pola distribusinya berlapis. Pertanyaan-pertanyaan seperti ini perlu dijawab melalui proses hukum yang transparan dan objektif,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang terungkap dalam persidangan, Hartanto disebut berperan sebagai pelaksana hubungan masyarakat yang menangani persoalan operasional perusahaan, termasuk menjalankan distribusi dana berdasarkan instruksi atasan.

Adapun pemilik Blueray Cargo, John Field, disebut sebagai pihak yang memegang kendali atas berbagai aktivitas perusahaan, termasuk pengambilan keputusan terkait distribusi dana yang dalam perkara tersebut diistilahkan sebagai “bantuan”.

Kasus ini masih dalam proses penanganan aparat penegak hukum dan seluruh pihak yang disebut dalam persidangan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah sampai adanya putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Selamat! Muhammad Irfan dan Santhika Devi Terpilih Jadi Putra Putri Pariwisata Nusantara 2026
Kasudin CKTRP Jakarta Timur Minta Pengelola Paham Keandalan Gedung
Banyak ‘Gus’ Terseret Korupsi, LPKAN Minta Gelar Dicopot Jika Masuk Pemerintahan
Insannul Kamil Tinjau Wind Tunnel Terbesar di Tiongkok, Dorong Transfer Teknologi untuk Industri Konstruksi RI
Desak Prabowo Copot Menteri Imipas, GNK: Mustahil Agus Tak Tahu Kamar Mewah di Lapas Cibinong
Dicopot dalam 5 Hari, Pakar Nilai Penunjukan Silfester Matutina di Anak Usaha Pelindo Cacat Sejak Awal
Gelar Upacara Kenaikan Pangkat, Kapolri Beri Penghargaan ke 50 Pati Polri
Kabar Duka, Politiso PDIP dan Seniman Besar Guruh Soekarnoputra Tutup Usia

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 00:28 WIB

Selamat! Muhammad Irfan dan Santhika Devi Terpilih Jadi Putra Putri Pariwisata Nusantara 2026

Senin, 28 September 2026 - 17:53 WIB

Kasudin CKTRP Jakarta Timur Minta Pengelola Paham Keandalan Gedung

Senin, 28 September 2026 - 11:49 WIB

Banyak ‘Gus’ Terseret Korupsi, LPKAN Minta Gelar Dicopot Jika Masuk Pemerintahan

Senin, 28 September 2026 - 08:23 WIB

Insannul Kamil Tinjau Wind Tunnel Terbesar di Tiongkok, Dorong Transfer Teknologi untuk Industri Konstruksi RI

Minggu, 27 September 2026 - 23:06 WIB

Desak Prabowo Copot Menteri Imipas, GNK: Mustahil Agus Tak Tahu Kamar Mewah di Lapas Cibinong

Berita Terbaru

Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (28/9/2026). (Foto/BPMI)

Nasional

Presiden Prabowo Tambah Anggaran BPJS Kesehatan 20 Triliun

Senin, 28 Sep 2026 - 22:45 WIB

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam keterangannya usai menghadiri rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Prabowo. (Foto/BPMI)

Nasional

Prabowo Minta Pelayanan Pasien BPJS Dilayani Optimal

Senin, 28 Sep 2026 - 22:40 WIB