Pendidikan Sukabumi dalam Krisis: Korupsi, Kekosongan Kepemimpinan, dan Matinya Kepercayaan

- Editor

Kamis, 3 Juli 2025 - 15:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Moch Rudiansyah, Bendahara Umum Pengurus Cabang PMII Kota Sukabumi

SUKABUMI, MediaKarya – Pendidikan bukan sekadar ruang belajar, melainkan fondasi peradaban. Ia menjadi jalan menuju kemajuan, sekaligus tangga bagi masyarakat keluar dari jurang kebodohan dan kemiskinan. Namun, bagaimana jika jalan itu justru dirusak oleh tangan-tangan yang semestinya menjaganya? Hari ini, wajah pendidikan Kota Sukabumi tercoreng akibat tata kelola yang buruk, praktik korupsi, dan lemahnya komitmen terhadap tanggung jawab publik.

Sebagai lulusan pendidikan, saya merasa terpanggil untuk menyuarakan keprihatinan mendalam terhadap situasi pendidikan di daerah ini. Terdapat tiga persoalan serius yang saling berkelindan dan tidak bisa lagi disembunyikan dari publik: penyelewengan dana pendidikan (BOS dan PKBM), kekosongan kepala sekolah di banyak satuan pendidikan, serta lemahnya transparansi Dinas Pendidikan Kota Sukabumi.

Korupsi Dana Pendidikan: Merampas Hak Anak Bangsa

Kejaksaan Negeri Kota Sukabumi kini sedang menangani kasus dugaan penyelewengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Berbagai modus dilaporkan digunakan, mulai dari manipulasi data siswa, mark-up anggaran, hingga laporan fiktif kegiatan pembelajaran. Ironisnya, ini terjadi bukan di tempat terpencil atau wilayah tanpa pengawasan, tetapi di institusi yang seharusnya menjamin kualitas pendidikan: Dinas Pendidikan.

Dana BOS bukan sekadar angka dalam laporan keuangan. Ia adalah sumber kehidupan bagi sekolah-sekolah di Sukabumi. Dari situlah kebutuhan operasional, alat pembelajaran, perbaikan fasilitas, hingga insentif guru dipenuhi. Begitu pula PKBM, yang menjadi harapan bagi warga Sukabumi yang tidak menempuh jalur pendidikan formal. Jika dana ini diselewengkan, maka yang dicuri bukan hanya uang negara, tapi juga masa depan anak-anak dan warga miskin Kota Sukabumi.

Kekosongan Kepala Sekolah: Sebuah Kegagalan Manajerial

Masalah kedua yang tak kalah serius adalah kekosongan kepala sekolah di banyak SD dan SMP negeri di bawah naungan Dinas Pendidikan Kota Sukabumi. Sebagian besar jabatan kepala sekolah dibiarkan kosong. Fungsi kepemimpinan di satuan pendidikan menjadi timpang karena hanya dijalankan oleh Pelaksana Tugas (Plt).

Padahal, kepala sekolah bukan sekadar jabatan administratif. Ia adalah aktor utama dalam manajemen mutu pendidikan di sekolah. Tanpa pemimpin yang sah dan definitif, maka pengambilan keputusan strategis, pengelolaan kurikulum, hingga perencanaan anggaran menjadi tidak efektif. Situasi ini berpotensi menghambat pencapaian standar mutu nasional pendidikan yang seharusnya menjadi target bersama.

Baca Juga:  Kader Demokrat Pede, Gibran Bakal Kuasai Panggung Debat Cawapres

Kekosongan ini jelas menunjukkan lemahnya sistem perencanaan dan keberanian otoritas pendidikan Kota Sukabumi dalam mengambil kebijakan. Apakah kekosongan ini disengaja untuk kepentingan politis atau sekadar akibat kelalaian birokrasi? Pertanyaan ini patut dijawab secara terbuka kepada publik.

Dampaknya: Turunnya Mutu, Hilangnya Kepercayaan

Gabungan dari dua persoalan besar di atas telah melahirkan dampak sistemik bagi pendidikan di Kota Sukabumi:

  1. Turunnya kualitas layanan pendidikan, karena dana tak digunakan semestinya dan kepemimpinan sekolah timpang.
  2. Moral guru dan staf menurun, karena mereka bekerja tanpa kepastian arah dan kepemimpinan
  3. Kepercayaan masyarakat terhadap institusi pendidikan dan pemerintah daerah semakin menurun.
  4. Anak-anak kehilangan masa depan, karena tumbuh dalam sistem yang rusak dan tidak adil.

PMII Menyerukan Perubahan

Sebagai organisasi mahasiswa yang berpihak pada rakyat dan keadilan sosial, PMII Cabang Kota Sukabumi menyatakan sikap:

  1. Mendesak Kejari Kota Sukabumi untuk mengusut tuntas dugaan penyelewengan dana BOS dan PKBM.
  2. Menuntut Dinas Pendidikan Kota Sukabumi segera menyelesaikan kekosongan jabatan kepala sekolah.
  3. Mendorong Wali Kota Sukabumi untuk turun tangan langsung dan mengevaluasi kinerja Disdik secara menyeluruh.
  4. Mengajak DPRD Kota Sukabumi membentuk tim pengawas independen untuk mengaudit seluruh satuan pendidikan.
  5. Meminta masyarakat, terutama orang tua siswa, untuk aktif mengawasi dan berani melaporkan penyimpangan.

Penutup: Mari Bangun Ulang Kepercayaan

Pendidikan adalah amanah, bukan celah untuk berbuat curang. Jika hari ini wajah pendidikan Kota Sukabumi dipenuhi luka, maka kita semua masyarakat, mahasiswa, guru, orang tua, dan pemerintah punya tanggung jawab moral untuk menyembuhkannya. Tidak cukup hanya menunggu; kita harus bertindak.

Karena jika kita diam hari ini, maka kita telah ikut menyumbang pada rusaknya masa depan generasi Kota Sukabumi.

“Pendidikan adalah senjata paling ampuh untuk mengubah dunia
Jangan biarkan senjata itu berkarat karena tangan-tangan yang serakah” (eka)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Perkuat Roda Organisasi, DPW Resor II BKPN Sosialisasi dan Pembentukan Pengurus DPW Tingkat Jemaat di BKPN Hilimondregeraya
LBH TOHO TNR Fokus Perkuat Layanan Bantuan Hukum Gratis dan Komersial
Pemkot Bekasi Serahkan Pengelolaan Pasar Baru Bekasi Kepada PTMP
Tantangan Pengembangan TOD, Butuh Biaya Besar
Pembangunan TOD, AHY; Saya Titip Kepada Pemkot Bekasi Agar Sesuai Peruntukannya
Diduga Jadi Sarang Narkoba, GAMKI Kota Binjai Desak Pemko Binjai Segel THM Samudera Selatan
Modus Sembako Murah, Seorang Wanita Tipu Puluhan Orang di Bekasi
Kebakaran Lahap Sebuah Rumah Di Bekasi, Seorang Lansia Tewas

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 16:12 WIB

Perkuat Roda Organisasi, DPW Resor II BKPN Sosialisasi dan Pembentukan Pengurus DPW Tingkat Jemaat di BKPN Hilimondregeraya

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:50 WIB

LBH TOHO TNR Fokus Perkuat Layanan Bantuan Hukum Gratis dan Komersial

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:22 WIB

Tantangan Pengembangan TOD, Butuh Biaya Besar

Jumat, 24 Juli 2026 - 17:54 WIB

Pembangunan TOD, AHY; Saya Titip Kepada Pemkot Bekasi Agar Sesuai Peruntukannya

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:46 WIB

Diduga Jadi Sarang Narkoba, GAMKI Kota Binjai Desak Pemko Binjai Segel THM Samudera Selatan

Berita Terbaru