Generasi Emas 2045: Seminar Nasional “The Power of Rising Star” Dorong Anak Muda Siapkan Kompetensi Global

- Editor

Senin, 17 November 2025 - 17:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seminar Nasional The Power of Rising Star

Seminar Nasional The Power of Rising Star

JAKARTA, Mediakarya — Menjadi seorang Rising Star bukanlah proses instan, melainkan perjalanan panjang yang membutuhkan fondasi pendidikan, kecakapan teknologi, kemampuan bahasa, serta pemahaman budaya. Pesan inilah yang ditegaskan dalam Seminar Nasional “The Power of Rising Star” yang digelar Yayasan El John Indonesia di Merlyn Park Hotel, Jakarta, Senin (17/11/2025).

Acara tersebut dihadiri ratusan peserta, termasuk finalis Miss Chinese Indonesia 2025 dan masyarakat umum dari Jabodetabek. Seminar menghadirkan narasumber lintas keilmuan:

  • Prof. Dr. Ariawan Gunadi, S.H., M.H. — Guru Besar sekaligus Ketua Yayasan Universitas Tarumanagara
  • Jimmy Xiao — Direktur El John Academy
  • Hasan Karman — Budayawan Tionghoa sekaligus mantan Wali Kota Singkawang
  • Para profesional bidang kebahasaan dan teknologi digital

Dorong Pola Pikir Bertumbuh

Ketua Yayasan El John Indonesia M. Johnnie Sugiarto menyampaikan bahwa konsep Rising Star tidak hanya berlaku untuk individu, tetapi juga institusi bahkan negara.

“The Power of Rising Star bukan hanya tentang siapa yang sedang naik daun, tetapi tentang siapa pun—bahkan bangsa—yang sedang bersiap mengambil posisi strategis di masa depan,” tegasnya.

Ia mengajak generasi muda Indonesia 2045 untuk tidak pasif menghadapi perubahan geopolitik dan kemajuan teknologi.

“Kesempatan selalu terbuka bagi mereka yang mau belajar. Mimpi boleh setinggi langit. Yang penting bergerak dan terus berkembang.”

Johnnie mencontohkan praktik di Singapura sebagai negara yang menjadikan pendidikan sebagai investasi utama, bahkan bagi masyarakat lanjut usia.

Pendidikan sebagai Proyek Kebangsaan

Dalam pemaparannya, Prof. Ariawan Gunadi menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM secara merata.

Ia mengutip data UNDP Human Development Report 2023, yang menunjukkan HDI Indonesia 0,720 (peringkat 116 dunia), masih tertinggal dari negara tetangga seperti Singapura.

Baca Juga:  Miss Chinese Indonesia 2025 Dimulai, Hadirkan Semangat Perempuan Muda Tionghoa untuk Berkarya

“Perbedaannya bukan pada kekayaan alam, tetapi pada strategi pengembangan manusia. Pendidikan harus menjadi strategic industry dan proyek kebangsaan lintas pemerintahan.”

Digitalisasi pendidikan, pemerataan akses, dan kolaborasi lintas lembaga disebut sebagai syarat utama kemajuan.

Budaya sebagai Identitas dan Modal Sosial

Budayawan Tionghoa Hasan Karman mengangkat peran akulturasi budaya dalam pembentukan karakter bangsa.

“Perbedaan adalah ruang untuk memperkaya jati diri. Akulturasi mengajarkan kita memahami interaksi budaya dan menumbuhkan kebijakan yang relevan dengan zaman.”

Format Baru Pembinaan: Edukatif dan Berkarakter

Sementara itu, Direktur El John Academy Jimmy Xiao menjelaskan bahwa tahun ini program pembinaan finalis diubah menjadi seminar nasional sebagai bagian dari bootcamp yang lebih progresif.

“Tujuannya bukan sekadar menjaga citra diri, tetapi membekali generasi muda dengan karakter, wawasan digital, serta kompetensi budaya dan bahasa.”

Para peserta mendapatkan materi dari profesor muda, ahli digital, hingga pengajar sejarah dan bahasa Mandarin.

“Kami ingin mereka tampil sebagai bintang Indonesia di panggung dunia. Ketika mewakili bangsa, mereka membawa hati, loyalitas, dan kebanggaan sebagai orang Indonesia.”

Mempersiapkan Generasi Berdaya Saing Global

Seminar ini menegaskan, untuk menjadi Rising Star pada era 2045, generasi muda harus memiliki:

  • Pendidikan kuat dan berkelanjutan
  • Kompetensi teknologi dan digital
  • Kecakapan bahasa internasional
  • Pemahaman budaya sebagai jati diri
  • Rekam jejak digital yang positif

Melalui berbagai perspektif narasumber, peserta diajak menemukan sudut terbaik untuk mengembangkan diri menjadi generasi Indonesia yang produktif, inovatif, dan siap membawa bangsa menuju masa depan yang lebih terang. (hab)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Korps Alumni KNPI Jaktim Ajak Elemen Bangsa Lawan Oligarki
PT NSHE Bangun Jembatan Arboreal Jaga Habitat Satwa Batang Toru
Petugas Gabungan Ungkap 1,2 Ton Sabu Cair dan Laboratorium Narkoba Raksasa di Pidie, 2 WNA Tiongkok Diamankan
Dugaan Surat Pernyataan Eka Hospital Tahun 2022 Beredar, Kuasa Hukum Berharap Putusan MA Dipatuhi
Sekjen LPKAN: Jangan Sederhanakan Korupsi Jadi Suap, Business Judgment Rule Bukan Tameng Kebal Hukum
Pakar Komunikasi Politik Ungkap Capaian Tinggi Tapi Kepuasan Menurun, Bukti Ada Kesenjangan Komunikasi Pemerintah
Direktur Program Daksinapati UI Sebut Karhutla 2026 Bukan Takdir, Tapi Pembiaran dan Pengkhianatan Terhadap Negara
MUI dan Kemenag Didesak Boikot Ceramah Alwi Assegaf: Dakwahnya Transaksional, Nodai Agama

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:59 WIB

Korps Alumni KNPI Jaktim Ajak Elemen Bangsa Lawan Oligarki

Minggu, 25 Oktober 2026 - 12:22 WIB

PT NSHE Bangun Jembatan Arboreal Jaga Habitat Satwa Batang Toru

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 07:47 WIB

Petugas Gabungan Ungkap 1,2 Ton Sabu Cair dan Laboratorium Narkoba Raksasa di Pidie, 2 WNA Tiongkok Diamankan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:17 WIB

Dugaan Surat Pernyataan Eka Hospital Tahun 2022 Beredar, Kuasa Hukum Berharap Putusan MA Dipatuhi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Sekjen LPKAN: Jangan Sederhanakan Korupsi Jadi Suap, Business Judgment Rule Bukan Tameng Kebal Hukum

Berita Terbaru

Para siswi SMP Negeri 5 Kota Bekasi saat berbelanja di Pasar Tradisional Seroja

Daerah

Mulai Tergerus Jaman, Pasar Tradisional Kini Adaptasi

Rabu, 28 Okt 2026 - 10:09 WIB