Kaukus Ekonom Pancasila Serahkan Draft RUU Perekonomian Nasional kepada Kepala Staf Kepresidenan

- Editor

Kamis, 14 Mei 2026 - 11:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dosen dari berbagai kampus melakukan audiensi dan diskusi dengan Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman

dosen dari berbagai kampus melakukan audiensi dan diskusi dengan Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman

JAKARTA, Mediakarya – Tim Ekonom Pancasila dan sejumlah dosen dari berbagai kampus melakukan audiensi dan diskusi dengan Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, di Kantor Staf Presiden, Jakarta, pada Rabu, 13 Mei 2026.

Pertemuan yang dimotori oleh Prof.Dr. Yudhie Haryono itu di antaranya membahas dua agenda utama, yakni penyampaian draft Rancangan Undang-Undang Perekonomian Nasional (RUUPN).

Pertemuan itu digagas oleh kaukus tersebut dan difasilitasi lembaga Nusantara Centre, serta rencana peluncuran buku Soemitro Djojohadikusumo Anti Penjajahan. Buku yang menjadi kelanjutan dari rangkaian penajaman isu kedaulatan perekonomian nasional.

Para dosen dalam kaukus tersebut telah menulis seribuan artikel bertema perekonomian nasional; seratusan temu ilmiah, fgd dan diskusi; limapuluh jurnal, empat penerbitan buku.

“Tentu saja, RUUPN tersebut merupakan hasil rangkaian forum diskusi kelompok terarah (FGD) yang diselenggarakan Nusantara Centre bersama berbagai kalangan akademisi, ekonom, dan pemikir kebangsaan,” ungkap Prof. Yudhie Haryono dalam keterangan tertulisnya kepada Mediakarya, Kamis (14/5/2026).

Penyusunan draft tersebut juga menjadi bagian dari tindak lanjut gagasan ekonomi nasional yang diminta oleh Presiden Prabowo Subianto melalui tim ekonomi yang dipimpin oleh Burhanuddin Abdullah.

Dalam kesempatan tersebut, ekonom muda Agus Rizal memaparkan pokok-pokok utama RUUPN di hadapan Kepala Staf Kepresidenan.

“Paparan ini menekankan pentingnya arah pembangunan ekonomi nasional yang berbasis pada kemandirian ekonomi, kedaulatan perencanaan, kemerdekaan implementasi, industrialisasi nasional, penguatan ekonomi rakyat, serta penguatan kedaulatan bangsa di tengah dinamika global,” kata Rizal.

Selain membahas RUUPN, pertemuan juga membicarakan peluncuran buku Soemitro Djojohadikusumo Anti Penjajahan, sebuah tafsir kontemporer atas pemikiran ekonomi Pancasila dari Soemitro Djojohadikusumo, tokoh ekonomi nasional sekaligus ayah kandung Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga:  Mendikbudristek Luncurkan ARKAS 4 Permudah Tata Kelola Sekolah

Kastaf KSP Dudung Abdurachman Smpaikan Kesediaannya

Dalam pertemuan tersebut, kastaf KSP Dudung Abdurachman menyampaikan kesediaannya untuk menjadi keynote speaker dalam agenda peluncuran buku yang direncanakan akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

Panitia sedang berkoordinasi dengan intens karena akan melibatkan 100 ekonom, 100 dekan fakultas ekonomi, 100 pelaku UMKM, 100 bankir, 100 akuntan, 100 aktifis koperasi dan 100 mahasiswa terseleksi. Total akan dihadiri 700 peserta dari seluruh Indonesia. Sebuah kerja raksasa yang akan menjadi tonggak kebangkitan ekonomi pancasila.

Audiensi berlangsung sekitar dua jam dalam suasana hangat, produktif, dan penuh semangat kebangsaan. Diskusi mengenai ekonomi nasional berlangsung intens, diselingi canda dan dialog ringan yang mencerminkan kedekatan intelektual dan perhatian bersama terhadap masa depan Indonesia.

Prof. Yudhie Haryono menambahkan, bahwa  pertemuan ini sebagai langkah penting dalam membangun sinergi antara pemikiran strategis kebangsaan dengan proses perumusan kebijakan negara, khususnya dalam menghadapi tantangan ekonomi global dan kebutuhan akan penguatan ekonomi nasional yang berkeadilan dan berdaulat.

“Dengan sinergitas dan kolaboratif ini diharapkan pijakan ekonomi nasional makin kokoh. Pemerintah makin solid. Warga negara makin sejahtera dan menjadi tuan di negeri sendiri,” tegasnya.

Prof. Yudhie Haryono dalam sesi penutup berharap forum ini menjadi arus balik nusantaraisme.”Kita layak lebih sejahtera, sentosa, bermartabat, adil dan langgeng. Ini sesuai warisan pemikiran para pendiri bangsa yang merumuskan 5M: merdeka, madiri, modern, martabatif, manusiawi,” pungkasnya. (Adt)

Tinggalkan Balasan

Berita Terkait

Polemik Proyek Jalan Poros Brebes Menguat, Daksinapati UI: Lelang APBD Harus Transparan
Negara Darurat Cognitif Reselience
GNK Minta Kapolri Baru Dukung KPK Usut Tuntas Kasus Kuota Haji dan Dugaan Suap di ATR/BPN
PPI Siap Tempuh Jalur Hukum Terhadap Pihak-pihak yang Fitnah Kapolri Suyudi Ario Seto
Praperadilan PT ACT Marine Transport dan PT ACT Logistik Internasional, Dua Ahli Soroti Dua Alat Bukti dan Keabsahan Penetapan Tersangka
Haidar Alwi: Legacy Listyo Sigit Jadi Fondasi Strategis Akselerasi Kepemimpinan Suyudi Ario Seto
Buntut Temuan Hunian Mewah di Lapas, Kemenimipas Pecat Kalapas Cibinong dan Sanksi 16 Pegawai
Stok Rumah Tangga Menipis Picu Harga Beras Naik, BBM Langka Dongkrak Biaya Perolehan

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:30 WIB

Polemik Proyek Jalan Poros Brebes Menguat, Daksinapati UI: Lelang APBD Harus Transparan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 05:15 WIB

Negara Darurat Cognitif Reselience

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:04 WIB

GNK Minta Kapolri Baru Dukung KPK Usut Tuntas Kasus Kuota Haji dan Dugaan Suap di ATR/BPN

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:24 WIB

PPI Siap Tempuh Jalur Hukum Terhadap Pihak-pihak yang Fitnah Kapolri Suyudi Ario Seto

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Praperadilan PT ACT Marine Transport dan PT ACT Logistik Internasional, Dua Ahli Soroti Dua Alat Bukti dan Keabsahan Penetapan Tersangka

Berita Terbaru