Kiyai Said Dipastikan Tak Calonkan diri Dalam Suksesi Ketum PBNU

- Penulis

Selasa, 19 Mei 2026 - 09:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Logo NU (Ist)

Logo NU (Ist)

JAKARTA, Mediakarya – Jelang pelaksanaan
Muktamar NU ke-35 Agustus 2026, sejumlah nama masuk bursa calon Ketua Umum maupun Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Sejumlah nama yang santer dibicarakan di antaranya adalah Menteri Agama Nasaruddin Umar, Ketum PBNU petahana Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dan mantan Ketum PBNU KH Said Aqil Siradj.

Kendati namanya masuk bursa calon ketua umum PBNU, namun KH Said Aqil Siradj memastikan bahwa dirinya tak akan mencalonkan diri sebagai calon Ketum PBNU dalam mendatang.

“Saya enggak akan maju, siapa yang bilang [mau maju]? Enggak, enggak akan maju, enggak,” kata Said kepada wartawan di Surabaya, Jawa Timur, Senin (18/5/2026).

Dia juga dengan tegas menampik isu yang menyebut dirinya akan mencalonkan kembali.

Dia mengaku bahwa usianya sudah tak lagi ideal untuk memimpin struktural tanfidziyah PBNU.

Said yang sudah pernah menjadi Ketum PBNU selama dua periode pada 2010-2021 ini, mengaku ingin adanya regenerasi dalam organisasinya tersebut.

“Itu katanya. Saya enggak akan maju. Iya. Sudah tua, sudah tua saya sudah tua. 73 umur saya. Jadi, 73 tinggal gantian lah regenerasi yang lebih cerdas,” ucapnya, dilansir dari CNN Indonesia.

Baca Juga:  PKS Launching Program Super 'Seger Bener' di Depok

Kiyai Said juga mengaku enggan bila ditunjuk atau dicalonkan sebagai Rais Aam.

Menurutnya penampilannya selama ini belum identik dengan para pemegang jabatan pemimpin tertinggi struktur syuriyah PBNU pendahulu, yang selalu memakai serban di kepala.

“Ya, sama aja. Artinya saya belum pantas jadi Rais Aam. Orang itu harus kiai pakai udeng-udeng. Lah saya kan enggak pernah pakai udeng-udeng,” katanya.

Sebelumnya ekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul memastikan gelaran Muktamar ke-35 NU akan dilaksanakan Agustus 2026. Namun lokasi kota atau wilayah pelaksanaannya belum ditentukan.

Gus Ipul mengatakan saat ini terdapat sejumlah alternatif lokasi yang sedang dipertimbangkan.

Banyaknya wilayah yang mengajukan diri untuk menjadi tempat penyelenggaraan, membuat PBNU harus melakukan proses kurasi sebelum memutuskan.

“Ah, belum diputuskan kalau [lokasi muktamar] itu. Tunggu aja, banyak alternatif, banyak juga yang meminta kesediaan menjadi tuan rumah,” kata Gus Ipul di sela meninjau proyek Pembangunan Sekolah Rakyat Kedung Cowek Surabaya, Minggu (3/5).

Mantan Wakil Gubernur Jawa Timur dua periode ini mengatakan sejumlah opsi tempat pelaksanaan muktamar ini akan dibahas dan diputuskan pimpinan tertinggi PBNU yakni Rais Aam dan Ketua Umum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait

Target Zero Stunting, Ini Kata Ketum PP-IBI
Jelang Pemberangkatan, Anggota Timwas Haji Ungkap Banyak Jamaah Belum Siap Fisik
Parah, Ribuan ASN di Pemkab Brebes Manipulasi Absensi
Pemerintah Tetapkan Hari Raya Iduladha 1447 H Jatuh pada 27 Mei 2026
Lomba Cerdas Cermat dalam Labirin Kebodohan dan Kemiskinan Struktural
Prabowo Resmikan 166 SPPG Polri di Jawa Timur
Prabowo: Tidak Ada Negara Kuat Tanpa Pangan Yang Aman
Tak Hanya Selingkuh, Oknum Pegawai PJN 1 Jabar Diduga Tipu Banyak Pengusaha
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 09:53 WIB

Kiyai Said Dipastikan Tak Calonkan diri Dalam Suksesi Ketum PBNU

Senin, 18 Mei 2026 - 13:25 WIB

Target Zero Stunting, Ini Kata Ketum PP-IBI

Senin, 18 Mei 2026 - 09:28 WIB

Jelang Pemberangkatan, Anggota Timwas Haji Ungkap Banyak Jamaah Belum Siap Fisik

Senin, 18 Mei 2026 - 08:44 WIB

Parah, Ribuan ASN di Pemkab Brebes Manipulasi Absensi

Senin, 18 Mei 2026 - 00:50 WIB

Pemerintah Tetapkan Hari Raya Iduladha 1447 H Jatuh pada 27 Mei 2026

Berita Terbaru