Terkesan Lamban Tangani Kasus, Korban dan Kuasa Hukum Pertanyakan Kinerja Polsek Lolowau

- Editor

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NIAS SELATAN, Mediakarya – Penanganan dugaan kasus penganiayaan dan pengancaman terhadap Sofunasokhi Halawa yang sempat viral di media sosial Facebook hingga kini masih belum menunjukkan titik terang. Meski laporan polisi telah resmi dibuat sejak 15 Januari 2026 dan berjalan selama setengah tahun lamanya, korban mengaku belum mendapatkan kepastian hukum yang jelas.

Akibat panjangnya proses penanganan perkara yang dinilai berjalan lamban, korban kini mulai mengalami tekanan psikologis. Berbagai dokumen administrasi hukum—mulai dari Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP), Surat Pemberitahuan Hasil Penelitian (SPHP), Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP), hingga penetapan tersangka—disebut telah diterbitkan.

Namun, hingga saat ini perkara tersebut belum juga membuahkan hasil yang memberikan rasa keadilan bagi korban.“Saya sudah lelah bolak-balik ke Polsek Lolowau. Sampai sekarang belum ada kepastian hukum yang jelas,” ungkap Sofunasokhi Halawa dengan nada kecewa.

Sorotan tajam juga datang dari kuasa hukum korban, Advokat muda Ahmat Pattarudin Giawa, S.H. Ia mempertanyakan lambannya penanganan kasus yang menurutnya telah menyita waktu dan energi kliennya tersebut.

“Kami merasa selalu dibola-bola. Setiap kali saya bertanya kepada PS Kapolsek Lolowau, Ipda Simon Sitorus, S.H., beliau menyuruh bertanya kepada Kanit Reskrim. Ketika ditanya kepada Kanit Reskrim, jawabannya menunggu perintah Kapolsek,” ujar Ahmat Pattarudin kepada awak media pada Kamis (25/6/2026).

Baca Juga:  Camat Onolalu Fasilitasi Musyawarah BPC Bamuspernis

Ahmat menambahkan bahwa pihaknya telah menerima SP2HP terakhir yang menyatakan bahwa kepolisian akan melakukan penjemputan atau penangkapan terhadap para pelaku. Namun, setelah berulang kali dikonfirmasi, tetap tidak ada kejelasan mengenai tindakan tersebut.

Mirisnya, para pelaku tindak pidana penganiayaan tersebut dilaporkan masih berada di kediaman mereka masing-masing. Sikap para pelaku yang bebas berkeliaran seolah-olah menunjukkan bahwa mereka tidak takut dengan aparat kepolisian.

“Saya sudah mencoba untuk mempertanyakan langsung kepada Kapolsek Lolowau, tetapi dia selalu mengatakan, ‘Tanya atau hubungi Kanit Reskrim saya, saya sudah perintahkan Kanit buat menangkap’. Setelah saya coba telepon Kanitnya, katanya tunggu perintah dari Kapolsek,” beber Ahmat dengan kecewa.

Menurut Ahmat, kondisi saling lempar tanggung jawab ini memunculkan pertanyaan besar mengenai profesionalisme dalam penegakkan hukum di tingkat Polsek Lolowau.

“Terlihat seperti tidak ada kepastian. Korban terus menunggu dan berharap pelaku secepatnya ditangkap, sementara proses di Polsek berjalan sangat lambat,” tambahnya.

Jawaban dari pimpinan Polsek Lolowau ini memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat yang terus mengawal perkembangan kasus yang sempat menjadi perhatian publik tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi mengenai langkah lanjutan penanganan perkara maupun kepastian hukum yang dinantikan oleh korban. (Nan)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

GNK Apresiasi Kapolri Suyudi Kedepankan Integritas, Ingatkan Bahaya Oknum Jual Nama Kapolri Berjubah Agama
Terdampak Asap Pembakaran Sampah, Warga Babelan dan Prabu PL Gelar Diskusi “Stop Bakar Sampah”
Hukum Tak Boleh Bermuka Dua: Pakar Soroti Komitmen Keadilan Suyudi Ario Seto
Pengurus PDNI Kepulauan Nias Periode 2026-2030 Resmi Dilantik di Teluk Dalam
Kerugian Negara KSO Migas Bekasi Tembus Rp2 Triliun, NCW Desak Kejagung Periksa Tri Adhianto
NCW Endus Dugaan Kongkalikong Lelang Jalan Lingkar Waduk Penjalin, Desak KPK Masuk Brebes
LPKAN Desak Usut Dugaan Pengaturan Lelang Jalan Lingkar Waduk Penjalin Brebes
Pom Bensin Di Amandraya Diduga Layani BBM Subsidi Dengan Jerigen

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 13:50 WIB

GNK Apresiasi Kapolri Suyudi Kedepankan Integritas, Ingatkan Bahaya Oknum Jual Nama Kapolri Berjubah Agama

Minggu, 4 Oktober 2026 - 09:17 WIB

Terdampak Asap Pembakaran Sampah, Warga Babelan dan Prabu PL Gelar Diskusi “Stop Bakar Sampah”

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:05 WIB

Hukum Tak Boleh Bermuka Dua: Pakar Soroti Komitmen Keadilan Suyudi Ario Seto

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 20:32 WIB

Pengurus PDNI Kepulauan Nias Periode 2026-2030 Resmi Dilantik di Teluk Dalam

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 18:03 WIB

Kerugian Negara KSO Migas Bekasi Tembus Rp2 Triliun, NCW Desak Kejagung Periksa Tri Adhianto

Berita Terbaru