KOTA BEKASI, Mediakarya – Walikota Bekasi Tri Adhianto memberikan apresiasi pembangunan turap yang ia nilai selain memberikan manfaat secara teknis namun juga menampilkan nilai estetika pada bangunan tersebut.
Meski hasil pembangunan di titik ini terbilang sangat memuaskan, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menekankan bahwa pekerjaan rumah pemerintah belumlah usai. Ia menegaskan perlunya penanganan yang terintegrasi.
“Jembatan dari titik pertama sampai Carita sudah sangat bagus. Tetapi saya minta jangan berhenti di sini, harus kita lanjutkan sampai Jembatan Carita. Karena ketika Jembatan 0 dibangun, justru kita melihat air meluap. Artinya, penanganannya harus kita lihat secara utuh dari hulu sampai hilir,” tegas Tri dalam sambutannya.
Ke depannya, Tri berpesan agar infrastruktur yang dibangun menggunakan uang rakyat ini harus dibarengi dengan pemeliharaan yang berkelanjutan.
Ia mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama merawat estetika dan kebersihan fasilitas tersebut agar manfaatnya mampu bertahan dalam jangka panjang.
Turap Bumi Bekasi Baru yang berlokasi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Rawalumbu yang membelah batas wilayah RW 12 Kelurahan Pengasinan dan RW 10 Kelurahan Sepanjang Jaya ini sangat dinantikan warga. Banjir yang kerap terjadi di lokasi itu diharapkan berakhir dengan rampungnya pembangunan turap itu.
Kehadiran infrastruktur pengendali banjir ini disambut dengan penuh suka cita oleh warga setempat. Pasalnya, kawasan yang kerap menjadi langganan luapan Kali Rawalumbu ini kini telah dipasangi dinding penahan air yang menjulang tinggi dan kokoh.
Rasa syukur itu salah satunya diungkapkan oleh Suryana (50), salah satu warga RW 12 Kelurahan Pengasinan. Ia mengaku sangat senang dan kini bisa beristirahat dengan tenang saat hujan turun.
“Alhamdulillah, kami warga di sini sangat bersyukur dan berterima kasih. Kalau dulu tiap hujan deras turun, kami sudah was-was air kali bakal masuk ke rumah. Sekarang turapnya tinggi dan kokoh. Tidur pun sekarang bisa nyenyak tanpa takut banjir lagi,” ungkapnya saat menghadiri peresmian turap.
Di luar fungsi vitalnya sebagai penahan debit air, pengerjaan proyek oleh pihak kontraktor, CV. Arrahji, patut mendapat apresiasi lebih. Pelaksana pekerjaan terlihat tidak hanya berkonsentrasi pada spesifikasi teknis dan kekokohan struktur semata, tetapi juga sangat memperhatikan aspek estetika tata ruang.
Hasil pantauan di lokasi menunjukkan bahwa konstruksi turap digarap dengan tingkat kerapian yang tinggi, membuat kawasan bantaran kali yang sebelumnya terkesan kumuh kini menjelma menjadi infrastruktur yang megah, indah, dan sangat sedap dipandang mata. Paduan kekokohan dan keindahan ini dinilai memberikan nilai tambah bagi lingkungan sekitar.
Pembangunan turap yang menelan waktu pengerjaan 150 hari kerja ini diresmikan langsung oleh Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, Kabid Bina Marga, Sobirin serta Kabid SDA Suroyo, terlihat juga mendampingi Camat Rawalumbu serta jajaran lurah setempat.
Dengan nilai kontrak mencapai Rp4.482.316.881, proyek ini digarap secara komprehensif. Pemkot Bekasi membangun turap sepanjang 176 meter pada sisi kanan dan kiri kali dengan ketinggian mencapai 3,75 meter. Guna memaksimalkan tata kelola air, turut dibangun 7 unit mesin pompa, 7 rumah pompa, serta 7 pintu air.
Selain itu, aliran kali juga dilebarkan sepanjang 52 meter dengan dimensi pelebaran bervariasi antara 2,8 hingga 5,7 meter.(Red)









