Pemkab Bekasi Butuh Figur Pemimpin Cerdas dan Visioner

- Editor

Rabu, 30 September 2026 - 09:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Bupati Bekasi, Cikarang Pusat.

Kantor Bupati Bekasi, Cikarang Pusat.

KABUPATEN BEKASI, Mediakarya –  Sebagai daerah yang memiliki cakupan wilayah cukup luas dan keberadaan kawasan industri terbesar di Asia Tenggara, Pemerintah Kabupaten Bekasi membutuhkan figur pemimpin yang cerdas dan visioner.

Hal tersebut diungkapkan Ketua Umum Pemuda Mandiri Peduli Rakyat Indonesia (PMPRI) Rohimat alias Kang Joker menanggapi krisis kepemimpinan yang tengah dihadapi masyarakat Kabupaten Bekasi.

Menurut Ketum PMPRI, Kabupaten Bekasi bukan sekadar daerah penyangga Ibu Kota. Dengan luas wilayah yang besar, jumlah penduduk yang padat, serta menjadi rumah bagi kawasan industri terbesar se-Asia Tenggara, Bekasi memiliki kompleksitas persoalan yang tidak bisa dijawab dengan kepemimpinan biasa-biasa saja.

“Bekasi ini daerah super strategis. Industrinya terbesar di Asia Tenggara, penduduknya jutaan, masalahnya juga kompleks dari pengangguran, banjir, kemacetan, sampai tata ruang yang amburadul. Kalau pemimpinnya tidak cerdas dan visioner, Bekasi akan jalan di tempat,” ujar Kang Joker kepada Mediakarya, Selasa (30/9/2026).

Ia menilai, krisis kepemimpinan di Kabupaten Bekasi saat ini terlihat dari belum adanya terobosan besar yang mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat secara merata.

Di satu sisi investasi dan industri tumbuh pesat, namun di sisi lain angka pengangguran lokal, kemiskinan, dan ketimpangan infrastruktur masih menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas.

“Jangan sampai Bekasi hanya jadi lumbung industri, tapi rakyatnya sendiri tidak menikmati. Kabupaten butuh pemimpin yang tidak hanya pandai mengelola pemerintahan, tapi punya visi jangka panjang 20 tahun ke depan mau dibawa kemana Bekasi ini,” tegasnya.

Lebih lanjut, Joker berharap pada momentum politik ke depan, masyarakat Kabupaten Bekasi lebih selektif dalam memilih pemimpin.

Figur yang dibutuhkan bukan hanya populer, tetapi memiliki kecerdasan dalam membaca peluang ekonomi, keberanian mengambil keputusan, serta kepedulian terhadap rakyat kecil.

“Pemimpin Bekasi ke depan harus bisa menyinergikan antara kepentingan industri dengan kepentingan rakyat. Cerdas secara manajerial, visioner dalam perencanaan pembangunan, dan punya keberpihakan yang jelas kepada masyarakat,” tandasnya.

Baca Juga:  Baznas Bagikan Tabung Oksigen ke Sekolah dan Pesantren

Joker juga menyinggung dua nama, yakni Neneng Hasanah Yasin dan Ade Kuswara Kunang, yang keduanya merupakan anak tokoh lokal berbasis juragan di Bekasi.

Menurut Joker, kedua figur tersebut dipilih bukan karena kompetensi dan kapasitas kepemimpinan, namun lebih mengandalkan kekuatan materi yang dimilikinya untuk membeli suara rakyat dalam kontestasi politik.

“Kita bisa lihat polanya sama. Baik Neneng Hasanah Yasin maupun Ade Kuswara Kunang ini kan anak tokoh lokal, anak juragan. Mereka maju bukan karena kompetensi, tapi karena punya modal besar untuk membeli suara rakyat,” ujar Joker.

Akibat dari pola kepemimpinan transaksional tersebut, ketika menjabat mereka harus menghalalkan segala cara untuk mengembalikan modal politik yang telah dikeluarkan.

“Karena dari awal sudah keluar uang besar, begitu menjabat yang dipikirkan bagaimana balik modal. Akhirnya menghalalkan segala cara, ujung-ujungnya terjerat hukum. Ini yang menjadi pelajaran mahal bagi masyarakat Bekasi,” tegasnya.

Joker menilai, Kabupaten Bekasi yang memiliki kawasan industri terbesar di Asia Tenggara seharusnya dipimpin oleh figur yang cerdas dan memahami tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), bukan figur yang hanya mengandalkan warisan nama besar dan kekuatan uang.

“Kalau terus menerus memilih pemimpin karena uang dan karena anak juragan, Bekasi tidak akan pernah maju. Yang ada APBD bocor, perizinan diperjualbelikan, dan rakyat yang jadi korban,” katanya.

Ke depan, Joker berharap masyarakat Kabupaten Bekasi lebih cerdas dan selektif dalam menentukan pilihan. Ia mengajak masyarakat untuk tidak lagi tergiur dengan politik uang.

“Masyarakat Kabupaten Bekasi harus memilih figur yang cerdas dan mampu mengatur tata kelola pemerintahan yang baik. Figur yang punya visi, berintegritas, dan benar-benar ingin membangun Bekasi, bukan yang hanya ingin menguasai Bekasi untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya,” pungkas Joker. (Supri)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Pakar Komunikasi: Balai Wartawan Merupakan Aset Daerah, Tidak Boleh Dikuasai Satu Organisasi Saja
Analis IPPS: Polemik Musda Golkar Kota Bekasi Tak Produktif, Perlu Calon Kuda Hitam Redam Konflik
Kadispora Kota Bekasi Diduga Terima Mobil Dari Swasta, Ini Kata Pakar
PKS TPST Bantargebang Akan Berakhir, Prabu Peduli Lingkungan Minta DKI dan Pemkot Bekasi Utamakan Rehabilitasi Lingkungan
Selisih 121 Suara, Warga Tamansari Pertanyakan Hasil Pilkades di TPS 14
Kasudin CKTRP Jakarta Timur Minta Pengelola Paham Keandalan Gedung
Perpanjangan PKS TPST Bantargebang Disorot, Sekjen Prabu Peduli Lingkungan Minta Libatkan Masyarakat dan Aktivis
Munjirin Ingatkan Pemilik Gedung Antisipasi Bahaya Kebakaran

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 10:32 WIB

Pakar Komunikasi: Balai Wartawan Merupakan Aset Daerah, Tidak Boleh Dikuasai Satu Organisasi Saja

Rabu, 30 September 2026 - 09:30 WIB

Pemkab Bekasi Butuh Figur Pemimpin Cerdas dan Visioner

Rabu, 30 September 2026 - 07:16 WIB

Analis IPPS: Polemik Musda Golkar Kota Bekasi Tak Produktif, Perlu Calon Kuda Hitam Redam Konflik

Selasa, 29 September 2026 - 11:58 WIB

Kadispora Kota Bekasi Diduga Terima Mobil Dari Swasta, Ini Kata Pakar

Selasa, 29 September 2026 - 07:26 WIB

PKS TPST Bantargebang Akan Berakhir, Prabu Peduli Lingkungan Minta DKI dan Pemkot Bekasi Utamakan Rehabilitasi Lingkungan

Berita Terbaru

Kantor Bupati Bekasi, Cikarang Pusat.

Megapolitan

Pemkab Bekasi Butuh Figur Pemimpin Cerdas dan Visioner

Rabu, 30 Sep 2026 - 09:30 WIB

Pesawat Caspian Airlines

Internasional

Pesawat Iran Disita Turki Diminta Bayar Hutang 60 Miliar Rupiah

Rabu, 30 Sep 2026 - 09:05 WIB