Vape Disebut Lebih Berbahaya dari Rokok, Ini Penjelasan Peneliti BRIN

- Editor

Rabu, 30 September 2026 - 16:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rokok elektronik (Ist)

Rokok elektronik (Ist)

JAKARTA, Mediakarya – Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengungkap temuan mengejutkan terkait bahaya penggunaan rokok elektrik atau vape di kalangan masyarakat.

Dalam keterangannya, Arif menyebutkan bahwa berdasarkan kajian yang dilakukan, pengguna vape memiliki risiko kesehatan yang sangat tinggi, yakni 100 persen terkena diabetes dan 92 persen terkena gangguan paru-paru.

“Dari data yang kami himpun, pengguna vape 100 persen terkena diabetes dan 92 persen terkena paru-paru,” ujar Arif Satria dalam sebuah diskusi di Jakarta, Selasa (30/9/2026).

Menurut Arif, kandungan cairan kimia dalam vape seperti nikotin, propilen glikol, dan perasa buatan memiliki dampak sistemik terhadap metabolisme tubuh. Zat tersebut dinilai dapat mengganggu sensitivitas insulin yang memicu diabetes, serta menyebabkan peradangan kronis pada jaringan paru-paru.

Baca Juga:  Harga Sejumlah Komoditas Bahan Pokok di Kabupaten Bekasi Mulai Meroket

Ia menambahkan, anggapan bahwa vape lebih aman dibandingkan rokok konvensional adalah keliru. Bahkan, vape disebut memiliki risiko tambahan karena uapnya mengandung partikel ultrafine yang lebih mudah masuk ke dalam alveoli paru.

“Jangan sampai generasi muda kita merasa aman menggunakan vape. Bahayanya nyata dan risikonya hampir pasti terjadi pada pengguna aktif dalam jangka panjang,” tegasnya.

Arif pun mendorong pemerintah untuk memperketat regulasi peredaran vape, termasuk pembatasan penjualan kepada anak di bawah umur dan pengawasan terhadap kandungan liquid vape yang beredar di pasaran.

Hingga berita ini diturunkan, temuan tersebut masih berupa pernyataan peneliti dan diperlukan kajian ilmiah lanjutan serta publikasi jurnal resmi untuk memvalidasi angka persentase risiko yang disebutkan. (Ugy)

Komentar ditutup.

Berita Terkait

Ekonomi Heterodoks Mazhab Tebet: Jalan Pembebasan Lewat Ekonomi Konstitusi
Honda Mitra Jaya Bekasi Ajak Konsumen Bernostalgia dengan Motor Klasik di Hari Pelanggan Nasional 2026
Ribuan Anthurium Terbang ke Philipina Tiap Bulan, Stok Petani Tanaman Hias Karanganyar Menipis
Tata Kelola Tambag Kian Amburadul, GNK Desak Prabowo Pecat Bahlil
Adhi Industri Siap Kawal Program Waste to Energy Pemerintah
Dukung Walikota Ngantor di RW, Ini Kata Ketua KADIN Kota Bekasi
BPKN Desak Penindakan Tegas Beras Fortifikasi Bermasalah, Konsumen Harus Dilindungi
Sekolah dan Guru Adu Inovasi AI di Acer Smart School Awards 2026, Hadiah Rp600 Juta

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 16:23 WIB

Vape Disebut Lebih Berbahaya dari Rokok, Ini Penjelasan Peneliti BRIN

Rabu, 30 September 2026 - 14:28 WIB

Ekonomi Heterodoks Mazhab Tebet: Jalan Pembebasan Lewat Ekonomi Konstitusi

Senin, 28 September 2026 - 12:08 WIB

Honda Mitra Jaya Bekasi Ajak Konsumen Bernostalgia dengan Motor Klasik di Hari Pelanggan Nasional 2026

Kamis, 24 September 2026 - 12:32 WIB

Ribuan Anthurium Terbang ke Philipina Tiap Bulan, Stok Petani Tanaman Hias Karanganyar Menipis

Rabu, 23 September 2026 - 14:08 WIB

Tata Kelola Tambag Kian Amburadul, GNK Desak Prabowo Pecat Bahlil

Berita Terbaru

Rokok elektronik (Ist)

Ekonomi & Bisnis

Vape Disebut Lebih Berbahaya dari Rokok, Ini Penjelasan Peneliti BRIN

Rabu, 30 Sep 2026 - 16:23 WIB

Ilustrasi (Foto: AI)

Headline

Realitas Politik Pasca Jokowi, Bayangan yang Belum Pergi

Rabu, 30 Sep 2026 - 13:14 WIB

Kantor Bupati Bekasi, Cikarang Pusat.

Megapolitan

Pemkab Bekasi Butuh Figur Pemimpin Cerdas dan Visioner

Rabu, 30 Sep 2026 - 09:30 WIB